Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Guru Temukan Luka Lebam Murid, Dipukul Sang Ayah Pakai Kabel Charger
Tiktok.com/@ererey_16

Seorang guru SD di TikTok dengan akun @ererey_16 membagikan kisah memilukan yang membuatnya menangis.

Ia mendapati anak didiknya (A), seorang siswa laki-laki, mengalami luka lebam dan merah di kaki, tangan, hingga sekujur tubuhnya.

Luka-luka itu ternyata bukan karena jatuh atau kecelakaan, melainkan hasil kekerasan yang dilakukan oleh sang ayah kandungnya sendiri.

Dari situlah keprihatinan mendalam guru ini bermula, hingga ia memutuskan membagikan potongan kisahnya demi membuka mata para orangtua dalam mendidik anak-anaknya.

Melansir dari unggahan sang guru, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.

1. Kronologi memilukan yang bermula dari salah paham

Tiktok.com/@ererey_16

Dalam pemaparan A yang dibagikan guru tersebut dalam cerita di caption unggahannya, kejadian ini bermula ketika Papa sang anak marah besar karena HP-nya dirusak oleh adik dari anak didiknya.

Namun, alih-alih menghukum adiknya, justru kakak laki-lakilah yang menjadi sasaran amarah tanpa sebab yang jelas.

Papa tersebut memukuli anaknya menggunakan kabel charger HP. Bukan hanya sekali, pukulan dilakukan berulang kali sampai meninggalkan bekas luka lebam dan merah di sekujur tubuh anak laki-laki itu.

Guru yang melihat langsung kondisinya pun tak kuasa menahan tangis.

Ketika ditanya mengapa tidak bilang ke Mamaknya, anak itu menjawab dengan polos namun menyayat hati, “Nggak, Mis. Mamak gak tahu. Mamak malam-malam pulang mau di tempat jualan tidur.”

Jawaban ini menunjukkan bahwa sang Mama bahkan tidak mengetahui kekerasan yang terjadi pada anaknya semalaman.

2. Kondisi terkini korban setelah kejadian

Tiktok.com/@ererey_16

Setelah unggahannya viral dan mendapat banyak dukungan dari warganet, sang guru kembali memberikan kabar terbaru tentang kondisi anak didiknya tersebut.

Ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kepedulian semua pihak.

Menurut keterangan sang guru, kondisi A kini sudah membaik. Anak laki-laki yang sebelumnya penuh luka lebam itu sudah bisa tersenyum kembali seperti biasanya.

Meski demikian, anak didiknya itu masih dalam proses pengobatan dan pemulihan secara bertahap, Ma.

Yang lebih melegakan, pihak sekolah, kepolisian, dinas sosial, dinas pendidikan, hingga dinas perlindungan anak sudah hadir ke sekolah untuk melihat langsung kondisi A.

Saat ini, A sudah berada di tempat yang aman. Sang guru pun menegaskan bahwa pihak sekolah akan selalu melindungi anak-anak dan memastikan mereka berada di lingkungan yang aman.

3. Aksi sigap guru dalam menolong anak muridnya

Freepik

Yang patut diapresiasi dari kasus ini adalah ketegasan dan keberanian sang guru saat menemukan kondisi memilukan anak didiknya.

Alih-alih hanya diam atau sekadar menasihati, ia dengan sigap menggali informasi dari korban dengan pendekatan lembut hingga anak tersebut mau bercerita.

Guru ini juga tidak ragu untuk membagikan pengalamannya, tanpa memerlihatkan wajah korban demi menjaga privasi, sebagai bentuk kepedulian agar publik tahu betapa daruratnya kekerasan terhadap anak.

Tindakan guru ini membuktikan bahwa seorang pendidik bisa menjadi pahlawan sesungguhnya bagi murid yang tidak bisa bersuara.

Sikap tidak tinggal diam, berani melapor, dan memastikan anak mendapatkan perlindungan adalah contoh nyata yang patut ditiru oleh semua guru di Indonesia.

Semoga kasus serupa yang dialami A tak lagi terjadi pada anak-anak lainnya ya, Ma.

Editorial Team