Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Sekadar Main, Ini 7 Hobi Anak yang Dukung Perkembangan Otaknya
Pexels/Yan Krukau
  • AAP menyatakan bermain terstruktur maupun bebas menjadi fondasi keterampilan kognitif, bahasa, dan sosial anak, termasuk melalui aktivitas fisik serta kreatif.
  • Playground dan bersepeda melatih motorik, keseimbangan, navigasi, pengambilan keputusan, fokus, serta konsentrasi melalui pengolahan informasi spasial dan aktivitas fisik.
  • Menggambar, musik, bermain peran, membaca, dan puzzle mengasah koordinasi, memori, bahasa, imajinasi, pemikiran kritis, perencanaan, serta pemecahan masalah anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tahukah Mama? Hobi yang sering dianggap sekadar main-main oleh anak ternyata menyimpan keajaiban bagi tumbuh kembangnya lho.

Saat anak keasyikan menggambar atau menyusun potongan puzzle, otak mereka sebenarnya sedang bekerja keras menyerap informasi baru dan mengasah logikanya Ma.

Riset dari American Academy of Pediatrics (AAP) mengonfirmasi bahwa aktivitas bermain yang terstruktur maupun bebas merupakan pondasi penting untuk keterampilan kognitif, bahasa, dan sosial anak hingga masa depannya nanti.

Nah agar Mama tidak salah langkah, sudah Popmama.com rangkum 7 hobi sederhana yang punya dampak luar biasa bagi perkembangan otak anak. Dicatat ya Ma!

1. Bermain di playground

Popmama.com/Syiva Amalia/AI

Mama, mengajak anak bermain di playground ternyata punya peran besar dalam mempertajam otaknya lho.

Saat anak memanjat jaring hingga meluncur di perosotan, otaknya sedang bekerja keras mengolah informasi spasial dan mengasah motoriknya.

Aktivitas fisik ini secara langsung merangsang keseimbangan tubuh menjadi pondasi penting bagi kemampuan fokus serta konsentrasi anak.

Selain itu, turut melatih executive functioning pada anak yaitu kemampuan otak untuk merencanakan hingga mengontrol impuls diri saat bergantian naik wahana bersama teman sebayanya.

2. Menggambar atau melukis

Popmama.com/Syiva Amalia/AI

Mama mungkin sering melihat anak betah berjam-jam di kamarnya untuk menggambar komik buatan sendiri atau mewarnai gambar anime.

Sekilas, aktivitas ini kelihatan seperti cara mereka mengisi waktu luang saja setelah lelah belajar di sekolah ya Ma.

Ternyata hobi yang satu ini adalah sarana stimulasi yang luar biasa untuk otak kanan dan kiri anak sekaligus lho.

Saat memegang alat mewarnai atau melukis, anak sedang melatih koordinasi mata dan tangan yang nantinya sangat berguna untuk kemampuan menulisnya lho Ma.

Tak hanya itu, melukis dan menggambar memberikan ruang bebas bagi anak untuk mengekspresikan emosi, imajinasi, serta ide-ide yang belum bisa mereka sampaikan lewat kata-kata.

Aktivitas visual ini juga terbukti memperkuat saraf memori dan kemampuan pemecahan masalah Ma.

3. Bermain alat musik

Popmama.com/Syiva Amalia/AI

Mama, kalau anak betah berjam-jam latihan piano atau gitar setelah pulang sekolah, dukung terus ya.

Hobi ini ternyata bukan cuma cara mereka mengekspresikan diri, tapi juga latihan paling efisien untuk otaknya.

Penelitian dari Brain and Creativity Institute di University of Southern California (USC) menemukan bahwa pendidikan musik pada anak-anak mempercepat perkembangan otak, terutama di area yang bertanggung jawab mengolah bahasa, persepsi suara, dan keterampilan membaca.

Saat anak membaca not balok dan menggerakkan jarinya secara bersamaan, kedua otak kiri dan kanannya dipaksa berkomunikasi secara instan.

Hasilnya? Konsentrasi anak di sekolah makin tajam, memori jangka panjangnya lebih kuat, dan kemampuan logikanya melesat pesat Ma.

4. Bersepeda

Popmama.com/Syiva Amalia/AI

Keluar rumah sore-sore, kemudian lanjut menggowes keliling kompleks bareng teman-temannya, hingga mencoba jalur-jalur baru memang jadi hobi favorit anak ya Ma.

Mama mungkin melihatnya sekadar aktivitas fisik dan sosialisasi bareng teman-temannya ya Ma?

Padahal, bersepeda adalah latihan navigasi dan eksekusi otak yang luar biasa lho Ma!

Saat mengayuh sepeda, otak anak dipaksa untuk mengatur keseimbangan tubuh, memperkirakan jarak dengan objek di sekitarnya, serta mengambil keputusan cepat kapan harus rem Ma.

Aktivitas fisik yang memicu detak jantung ini juga terbukti melancarkan aliran darah dan oksigen ke otak lho.

Hasilnya, sel-sel saraf di area pusat memori dan konsentrasi tumbuh lebih optimal, sehingga anak bisa lebih fokus dan tidak gampang lelah saat belajar di sekolah Ma.

5. Bermain peran

Popmama.com/Syiva Amalia/AI

Mama mungkin gemas melihat selimut dan kursi meja makan berubah jadi "markas rahasia" atau "kapal luar angkasa" ya.

Tapi ketahuilah Ma, kebiasaan anak merancang dunia imajinasinya sendiri adalah tanda bahwa otaknya sedang berkembang pesat lho!

Para ahli menyebutkan bahwa pretend play di usia sekolah melatih keterampilan pemikiran abstraknya.

Hal ini dikarenakan anak usia 6–9 tahun bukan lagi sekadar meniru gerakan, tapi sudah mampu menyusun skenario sebab-akibat yang logis Ma.

Aktivitas ini secara intensif menstimulasi prefrontal cortex atau area otak depan yang bertugas mengatur perencanaan, daya ingat jangka panjang, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi nyata.

6. Membaca buku

Popmama.com/Syiva Amalia/AI

Senangnya kalau melihat anak sudah mulai betah membaca buku ceritanya sendiri tanpa perlu didampingi tiap kata ya Ma!

Di usia 6–9 tahun, hobi membaca sudah bukan lagi sekadar mengeja huruf Ma, tapi mulai masuk ke tahap memahami konteks cerita yang kompleks.

American Academy of Pediatrics (AAP) menegaskan bahwa tradisi membaca sejak dini secara langsung memperkuat koneksi di area korteks otak yang mengatur bahasa dan pemikiran kritis lho Ma.

Saat membaca, otak anak secara intensif melatih fokus, memperluas wawasan umum, dan mengasah emosi lewat karakter-karakter yang mereka baca.

7. Menyusun puzzle

Popmama.com/Syiva Amalia/AI

Melihat ratusan kepingan kecil berserakan di lantai memang kadang bikin gemas ya Ma.

Tapi tahan dulu keinginan untuk merapikannya ya! Karena bagi anak, proses membolak-balik kepingan itu adalah ujian problem solving yang seru.

Anak belajar menyusun strategi mulai dari mengelompokkan warna hingga menemukan potongan terakhir yang pas.

Sensasi puas saat puzzle berhasil tersusun utuh akan membakar rasa percaya diri anak. Ia jadi merasa mampu menuntaskan tantangan besar lewat usahanya sendiri Ma.

Nah, itu dia 7 hobi seru yang ternyata punya dampak luar biasa bagi perkembangan otak anak, Ma!

Dari banyaknya hobi yang sudah disebutkan, mana nih yang paling sering ditekuni anak Mama di rumah?

Curated For You

Editorial Team

Related Article