Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Manfaat Rutinitas Membaca Sebelum Tidur untuk Perkembangan Otak Anak

Anak membaca buku
Freepik/prostooleh
Intinya sih...
  • Waktu malam ideal untuk bacakan anak cerita.
  • Otak kiri analisis kata, otak kanan visualisasikan cerita.
  • Membaca sebelum tidur berdampak langsung ke perilaku dan kebiasaan anak sehari-hari.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rutinitas membacakan buku sebelum tidur mungkin terdengar sederhana, bahkan sepele. Wajar jika ada kalanya Mama mungkin terpikir untuk melewatkan rutinitas ini, terutama di hari-hari yang melelahkan.

Namun, tahukah Mama bahwa rutinitas sederhana ini ternyata bukan sekadar membuat anak mengantuk. Dengan cerita pengantar tidur, otak anak mengalami perkembangan yang luar biasa. Sayangnya, banyak orangtua yang belum menyadari betapa berdampaknya aktivitas ini untuk perkembangan otak anak.

Berikut Popmama.com jelaskan rutinitas membaca sebelum tidur yang baik untuk perkembangan otak anak.

Table of Content

1. Waktu malam ideal untuk membaca

1. Waktu malam ideal untuk membaca

Anak membaca buku
Freepik

Pernahkah Mama mengalami fase anak tidak pernah kehabisan pertanyaan? "Kenapa langit biru?" atau "Kenapa burung bisa terbang?"

Ini bukan fase cerewet biasa, ini tanda otak mereka sedang di puncak kemampuan menyerap informasi. Di periode golden age, struktur otak anak sudah terbentuk untuk menyerap pengetahuan. Setiap cerita yang mereka dengar langsung diproses dengan cepat.

Kemampuan menyerap tersebut akan maksimal jika dilakukan di waktu yang tepat. Dari sekian banyak waktu dalam sehari, malam adalah salah satu waktu yang ideal. Mengapa demikian?

Menurut National Library of Medicine, "during all stages of sleep, the mind and brain are working to process new memories, consolidating them into long-term storage and integrating recently acquired information with past experience." Ketika hendak dan sedang tidur, otak anak akan memproses dan menyimpan informasi sepanjang hari, hal ini disebut brain consolidation.

Itulah mengapa malam hari begitu ideal. Singkatnya, cerita yang Mama bacakan akan "dikunci" lebih kuat dalam memori anak.

2. Proses kerja otak anak saat mendengarkan cerita

Anak sedang berpikir
Freepik/jcomp

Setiap kali Mama membacakan cerita, ada aktivitas luar biasa yang terjadi, hal itu jauh lebih kompleks dari sekadar "mendengarkan."

Pertama, otak kiri mulai bekerja keras memproses bahasa. Bagian ini menangkap setiap kata yang Mama ucapkan, memecahnya menjadi bunyi dan makna, lalu menyimpannya sebagai kosakata baru.

Tidak hanya itu, otak kiri juga menganalisis struktur kalimat dan pola bahasa yang akan menjadi fondasi kemampuan komunikasi anak kelak.

Sementara itu, otak kanan tidak kalah sibuk. Bagian ini bertugas memvisualisasikan cerita, membayangkan wajah tokoh, warna baju yang mereka pakai, suasana hutan tempat mereka berpetualang.

Proses imajinasi ini melatih kreativitas dan kemampuan berpikir abstrak anak.

3. Dampak membaca sebelum tidur pada kebiasaan anak

Anak membaca buku
Freepik

Aktivitas membaca sebelum tidur tidak hanya berdampak di dalam otak, tetapi juga berdampak langsung ke perilaku dan kebiasaan anak sehari-hari.

Pertama, kemampuan fokus dan daya ingat anak meningkat secara bertahap. Di usia dini, rentang perhatian anak masih pendek. Rutinitas membaca membantu anak belajar duduk lebih tenang, mendengarkan dengan saksama, dan mengingat alur cerita.

Kedua, kedekatan emosional antara orangtua dan anak semakin terasa. Momen membaca bersama menjadi waktu kebersamaan yang hangat dan penuh perhatian.

Ketiga, kemampuan komunikasi berkembang pesat dan alami. Saat membaca, anak terdorong untuk bertanya atau menebak kelanjutan cerita. Interaksi ini membantu anak menyusun kalimat, mengekspresikan perasaan, serta menyampaikan pendapat dengan lebih percaya diri.

Terakhir, buku menjadi sumber pemenuhan rasa ingin tahu anak. Ketika pertanyaan sederhana mereka terjawab lewat cerita, anak mulai memahami bahwa belajar adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

4. Peran cerita dalam pembentukan karakter anak

Anak aktif berekspresi
Freepik

Cerita bukan sekadar hiburan sebelum tidur, tetapi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai kehidupan sejak dini.

Lewat cerita, anak belajar untuk berempati. Misalnya, ketika Mama membacakan kisah tentang teman yang mau berbagi mainan, anak mulai memahami perasaan orang lain dan pentingnya bersikap baik terhadap sesama.

Cerita juga membantu anak belajar memecahkan masalah. Saat tokoh dalam buku menghadapi situasi sulit, seperti tersesat di hutan, anak diajak untuk berpikir tentang tanggapan dan solusi.

Mama bisa bertanya, “Menurutmu, apa yang sebaiknya dilakukan si kelinci?” Pertanyaan sederhana ini melatih anak untuk berpikir kritis sejak dini.

Selain itu, anak belajar memahami konsekuensi dari setiap pilihan. Cerita menunjukkan bahwa setiap tindakan memiliki dampak. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal karakter dan terus berkembang seiring pertumbuhan anak.

5. Cara membangun rutinitas membaca sebelum tidur

Mama membacakan cerita
Freepik

Agar momen membaca yang singkat ini bisa terasa manfaatnya, Mama perlu membangun kebiasaan yang sederhana dan mudah diikuti anak.

Pertama, ciptakan rutinitas yang konsisten. Pilih waktu yang sama, misalnya setiap malam. Dengan rutinitas yang jelas, anak akan memahami bahwa membaca adalah bagian alami dari aktivitas harian, bukan kegiatan yang tiba-tiba dilakukan.

Kedua, gunakan intonasi dan ekspresi yang bervariasi. Jangan baca datar seperti robot. Ubah suara saat ada tokoh berbeda, buat suara hewan, atau berbisik saat ada bagian menegangkan.

Ketiga, ajak anak terlibat dengan tanya jawab. Berikan mereka pertanyaan sederhana, namun bisa bisa menciptakan interaksi, bukan hanya mendengarkan pasif.

Keempat, biarkan anak memilih buku yang ingin dibaca. Kesempatan memilih membuat anak lebih antusias dan merasa ceritanya benar-benar milik mereka.

Terakhir, ciptakan suasana yang nyaman. Lampu yang tidak terlalu terang serta posisi duduk yang berdekatan akan membuat momen membaca terasa lebih hangat.

Baca buku atau screen time?

Screen time anak dengan Mama
Freepik

Screen time sering menjadi pilihan karena terasa lebih praktis dan mudah diakses. Namun, dampaknya terhadap perkembangan otak anak berbeda dengan membaca buku. Membaca buku melibatkan anak secara aktif. Anak diajak untuk aktif serta terlibat dalam interaksi dua arah bersama orangtua.

Sebaliknya, screen time cenderung bersifat pasif. Anak lebih banyak menjadi penerima informasi tanpa ruang untuk berdiskusi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membuat anak kurang terlatih untuk fokus dan berinteraksi secara aktif.

Dari sisi kualitas tidur, penggunaan ponsel sebelum tidur berpotensi mengganggu waktu istirahat anak. Cahaya dari layar dapat membuat tubuh lebih sulit merasa mengantuk dan menurunkan kualitas tidur.

Sebaliknya, membaca buku membantu menenangkan pikiran dan membuat anak dapat beristirahat dengan nyaman. Membangun rutinitas membaca sebelum tidur dapat menjadi langkah sederhana untuk membatasi screen time sekaligus mendukung perkembangan otak anak secara lebih sehat.

7. Membaca sebelum tidur sebagai investasi jangka panjang

Papa membacakan buku
Freepik

Di tengah kesibukan sehari-hari, lima menit bahkan bisa terasa seperti waktu yang tidak ada artinya. Tapi bagi anak, lima menit bersama Mama atau Papa sebelum tidur adalah momen yang akan mereka ingat selamanya.

Rutinitas sederhana membacakan buku ini bukan sekadar tentang meningkatkan kemampuan kognitif atau menyiapkan anak untuk sekolah. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun fondasi emosional yang kuat, menanamkan kecintaan pada belajar, dan menciptakan memori indah yang akan membentuk siapa mereka kelak.

Di atas semua manfaatnya, momen membaca ini memperkuat kedekatan orangtua dan anak, menghadirkan rasa aman yang akan diingat anak hingga ia tumbuh dewasa.

Mulai malam ini, pilih satu buku, peluk anak, dan bacakan cerita selama lima menit. Karena hal kecil hari ini akan menjadi hadiah terbesar yang bisa Mama berikan untuk masa depan anak. Apakah Mama dan Papa sudah memiliki rutinitas membaca sebelum tidur bersama anak?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More

Manfaat Rutinitas Membaca Sebelum Tidur untuk Perkembangan Otak Anak

03 Jan 2026, 12:05 WIBKid