Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

30 Kosakata Bahasa Sunda dan Artinya untuk Si Kecil Belajar

30 Kosakata Bahasa Sunda dan Artinya untuk Si Kecil Belajar
Share Article

Indonesia memiliki beragam budaya dan bahasa daerah, salah satunya adalah bahasa Sunda yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat dari provinsi Jawa Barat. Sebagai warga negara Indonesia, kita harus melestarikan budaya bangsa.

Saat ini, sudah banyak budaya dan bahasa luar yang lebih populer di kalangan anak-anak daripada bahasa daerah. Oleh karena itu, penting bagi Mama sebagai orangtua untuk mengajarkan anak tentang bahasa daerah.

Berikut ini Popmama.com akan memberikan 30 kosakata bahasa Sunda dan artinya untuk percakapan sehari-hari yang sederhana, sehingga mudah diajarkan kepada anak. Disimak sampai akhir ya, Ma!

  1. Kosakata Bahasa Sunda Sehari-hari

    Berikut ini adalah kosakata bahasa Sunda yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari:

    1. Naon = Apa
    2. Saha = Siapa
    3. Kunaon = Kenapa
    4. Kumaha = Bagaimana
    5. Iraha = Kapan
    6. Kamana = Ke mana
    7. Timana = Dari mana
    8. Sabaraha = Berapa
    9. Aya naon = Ada apa
    10. Nuju naon = Sedang apa
    11. Sareng saha = Sama siapa
    12. Hatur nuhun = Terima kasih
    13. Abdi = Saya
    14. Maneh = Kamu
    15. Bapa = Bapak / Ayah
    16. Indung = Ibu
    17. Aki = Kakek
    18. Nini = Nenek
    19. Aa = Panggilan kakak laki-laki
    20. Teteh = Panggilan kakak perempuan
    21. Ibak = Mandi
    22. Pisan = Sangat / Sekali
    23. Bumi = Rumah
    24. Punten = Permisi
    25. Kasep = Tampan
    26. Geulis = Cantik
    27. Lieur = Bingung
    28. Wilujeng enjing = Selamat pagi
    29. Wilujeng wengi = Selamat malam
    30. Kumaha, damang? = Bagaimana, sehat?

    Nah, itu dia 30 kosakata bahasa Sunda dan artinya yang bisa Mama ajarkan ke anak agar bisa dipakai untuk percakapan sehari-hari. Jika dipelajari secara bertahap, anak mama akan mulai merasa ketagihan untuk terus belajar kosakata setiap harinya dan tidak terpengaruh bahasa yang kurang mendidik untuk anak seusianya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More