Sebuah film terkadang tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga membuat kita merenungkan banyak hal.
Itulah yang dirasakan oleh Clinical Psychologist sekaligus play therapist Hertha Christabelle Hambalie, M.Psi., Psikolog.
Setelah menyaksikan Toy Story 5, ia mengaku sedih. Namun, rasa sedih itu bukan karena karakter Jessie atau jalan ceritanya, melainkan karena ada sesuatu yang perlahan menghilang dari masa kecil anak-anak saat ini.
Melalui unggahan di media sosialnya, Hertha mengungkapkan bahwa sebagai seorang play therapist, ia kini semakin sering menjumpai anak yang sangat mahir menggunakan gadget.
Semakin sedikit anak yang memiliki waktu untuk benar-benar bermain. Padahal, bermain bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang.
Bagi anak, bermain adalah bahasa pertama yang membantu mereka mengenali emosi, memahami dunia, hingga mengekspresikan perasaan yang belum mampu diungkapkan melalui kata-kata.
Lantas, mengapa bermain memiliki peran yang begitu penting bagi tumbuh kembang anak? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya. Yuk, simak!
