Meneladani Kisah Nabi Muhammad SAW, Lewat 8 Dirham yang Penuh Berkah

- Kisah 8 dirham menggambarkan Nabi Muhammad SAW membawa uang untuk membeli baju, sekaligus mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan serta hidup sederhana.
- Di pasar, Rasulullah SAW memberi 2 dirham kepada budak perempuan yang kehilangan uang dan memberikan baju barunya kepada lansia berpakaian tidak layak.
- Rasulullah SAW membeli baju dengan sisa uang lalu mengantar budak yang ketakutan kepada majikannya, hingga ia dimaafkan dan dibebaskan.
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadi momen bagi Mama untuk mengenalkan sosok Rasulullah SAW kepada anak melalui kisah-kisah keteladanan.
Bukan hanya tentang perjalanan hidup beliau, tetapi juga bagaimana Rasulullah SAW menunjukkan kasih sayang, kepedulian, dan kedermawanan kepada orang-orang di sekitarnya.
Salah satu kisah nabi yang dapat Mama ceritakan kepada si Anak adalah kisah 8 dirham yang dibawa Rasulullah SAW untuk membeli baju di pasar.
Uang tersebut justru menjadi jalan bagi beliau untuk membantu orang yang sedang kesusahan dan menunjukkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
Melalui kisah ini, Mama juga bisa mengajak anak memahami bahwa meneladani Rasulullah SAW dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apa saja pelajaran yang bisa Mama ajarkan kepada anak dari kisah 8 dirham tersebut? Sudah Popmama.com rangkum kisah teladan Nabi Muhammad SAW untuk Mama!
Table of Content
Rasulullah SAW Membawa 8 Dirham untuk Membeli Baju

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Mama, kisah 8 dirham bermula ketika Nabi Muhammad SAW pergi ke pasar dengan membawa uang tersebut untuk membeli sebuah baju. Beliau memang membutuhkan pakaian, sehingga uang yang dibawa digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dari bagian awal kisah ini, Mama bisa mengenalkan kepada si Anak tentang pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan saat berbelanja. Ketika membutuhkan sesuatu, anak dapat belajar membeli barang yang memang diperlukan dan tidak berlebihan hanya karena tertarik dengan sesuatu yang dilihatnya.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu anak belajar menggunakan uang dengan lebih bijak sekaligus meneladani sikap hidup sederhana yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Memberikan Dua Dirham kepada Budak yang Kesusahan

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Saat berada di pasar Rasulullah SAW bertemu dengan seorang budak perempuan yang sedang menangis terisak. Disebakan karena ia kehilangan dua dirham yang diberikan oleh majikannya untuk membeli suatu barang.
Melihat budak perempuan tersebut dalam kesulitan, Rasulullah SAW kemudian memberikan dua dirham dari uang yang dibawanya.
Sikap Rasulullah SAW ini menunjukkan bahwa beliau tidak mengabaikan orang yang sedang membutuhkan pertolongan, ya. Beliau melihat kesulitan orang lain dan segera membantu sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Kisah tersebut dapat menjadi kesempatan bagi Mama untuk mengajarkan si Anak tentang pentingnya peka terhadap perasaan dan keadaan orang lain. Misalnya, ketika melihat teman sedang sedih, atau membutuhkan bantuan, ajarkan anak untuk tidak hanya melihat, tetapi juga menawarkan pertolongan.
Mama juga bisa mengingatkan bahwa membantu tidak selalu harus berupa uang atau barang. Mendengarkan atau menemani juga merupakan bentuk kepedulian kepada orang lain.
Nabi Muhammad SAW Memberikan Baju Barunya kepada Lansia yang Membutuhkan

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Setelah memberikan dua dirham kepada budak perempuan tersebut, Rasulullah SAW melanjutkan membeli sebuah baju seharga empat dirham. Namun, ketika keluar dari pasar, beliau bertemu dengan seorang laki-laki tua yang pakaiannya sudah tidak layak.
Melihat kondisi tersebut, Rasulullah SAW memberikan baju yang baru saja dibelinya kepada laki-laki tua tersebut. Beliau kemudian kembali ke pasar untuk membeli baju lain dengan sisa uang yang dimilikinya.
Rasulullah SAW tidak hanya peduli ketika melihat orang lain mengalami kesulitan, tetapi juga bersedia memberikan sesuatu yang baru saja diperolehnya ketika melihat ada orang yang lebih membutuhkan.
Mama dapat ajarkan anak bahwa berbagi berarti rela memberikan sebagian yang kita miliki kepada orang lain, termasuk ketika barang tersebut masih disukai.
Berikan contoh saat memilih pakaian atau mainan yang masih layak pakai untuk diberikan kepada anak lain yang membutuhkan.
Dengan begitu, anak belajar bahwa berbagi bukan berarti kehilangan, melainkan menjadi salah satu cara untuk membawa manfaat bagi orang lain.
Menggunakan Sisa Dua Dirham untuk Membeli Baju

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Setelah memberikan baju yang baru dibelinya kepada seorang laki-laki tua, Rasulullah SAW kembali ke pasar, lho. Beliau kemudian menggunakan sisa uang sebesar dua dirham untuk membeli baju lain bagi dirinya.
Dari kisah ini, Mama dapat mengajarkan kepada anak bahwa berbagi dan memperhatikan diri sendiri dapat berjalan beriringan. Anak tidak perlu merasa bersalah ketika menggunakan sesuatu yang memang dibutuhkan, selama tetap mau peduli dan berbagi ketika memiliki kesempatan.
Mama juga bisa mengenalkan konsep sederhana bahwa membantu orang lain sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan. Anak dapat menjadi pribadi yang dermawan. Namun bukan berarti memberikan semua yang dimiliki, tetapi mampu berbagi dengan tulus tanpa mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
Rasulullah SAW Mengantarkan Budak yang Ketakutan kepada Majikannya

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Setelah membeli baju untuk dirinya, Rasulullah SAW bertemu kembali dengan budak perempuan yang sebelumnya telah beliau bantu.
Budak perempuan tersebut sudah berhasil membeli barang permintaan sang majikan, tetapi masih merasa takut karena khawatir akan dimarahi majikannya akibat terlambat sampai rumah.
Melihat ketakutannya, Rasulullah SAW kemudian mengantarkannya menemui majikannya.
Beliau meminta agar budak perempuan tersebut tidak dihukum karena keterlambatan yang terjadi. Berkat sikap Rasulullah SAW tersebut, majikannya kemudian memaafkan dan membebaskannya.
Kisah ini menunjukkan bahwa kepedulian Rasulullah SAW tidak berhenti setelah memberikan bantuan. Beliau juga berusaha memastikan orang yang dibantunya dapat kembali dengan aman dan tidak menghadapi kesulitan seorang diri.
Mama dapat mengajarkan kepada si Anak, jika melihat teman yang sedang ketakutan atau diperlakukan tidak baik, Mama bisa mengajarkan anak untuk menenangkan dan menemani temannya.
Dengan begitu, kisah keteladanan Rasulullah SAW dapat dikenalkan kepada anak melalui tindakan sederhana yang dekat dengan kehidupannya sehari-hari.
Kisah 8 dirham ini mengajarkan bahwa keteladanan Rasulullah SAW dapat diceritakan kepada anak melalui hal-hal sederhana, mulai dari bijak menggunakan uang, peduli kepada sesama, hingga berani menolong orang yang membutuhkan.
Di momen Maulid Nabi Muhammad SAW yang penuh berkah ini. Yuk, ajak si Anak mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari nya!





















