Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penanganan Tulang Patah pada Anak, Pertolongan Pertama hingga Medis
Pexels/RDNE Stock project
  • Tanda tulang patah pada anak meliputi nyeri hebat, bengkak, memar, bentuk anggota tubuh tidak simetris, keterbatasan gerak, kebas, atau nyeri tekan meski patahan tidak tampak jelas.

  • Pertolongan pertama berfokus pada imobilisasi: jangan meluruskan tulang, kompres es berlapis kain, gunakan penyangga longgar, dan tekan lembut sekitar luka terbuka dengan kain bersih.

  • Dokter ortopedi menentukan penanganan melalui gips atau operasi; selama pemulihan, jaga gips tetap kering, tinggikan area cedera, beri kalsium-vitamin D, dan kontrol rutin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Anak usia 6–9 Tahun memang sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi dunia luar, mulai dari belajar bersepeda hingga berolahraga bersama teman-temannya ya, Ma.

Namun, aktivitas fisik ini terkadang tak lepas dari risiko cedera, termasuk tulang patah ya, Ma.

Ternyata tulang patah pada anak kerap kali tidak terlihat ekstrem dari luar, sehingga sering membuat Mama ragu mengenai kondisi sebenarnya.

Padahal, penanganan fraktur pada anak membutuhkan langkah sigap yang berbasis data medis dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan, lho, Ma.

Penasaran bagaimana cara menangani cedera ini dengan aman?

Sudah Popmama.com rangkum panduan lengkapnya dari pertolongan pertama hingga perawatan di rumah. Disimak ya, Ma!

Kenali Ciri-Ciri Tulang Patah pada Anak

Pexels/Sabbir Bhuiyan

Saat anak terjatuh, jangan langsung berasumsi itu hanya memar biasa ya, Ma.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), penting bagi orangtua untuk tidak berasumsi bahwa cedera saat bermain hanyalah terkilir biasa.

Anak usia 6–9 Tahun kerap mengalami gejala fraktur yang memiliki tanda-tanda khas berikut:

  • Nyeri hebat dan bengkak, area cedera terasa sangat sakit saat disentuh atau digerakkan, disertai pembengkakan dan memar yang muncul cepat.

  • Bentuk anggota tubuh tidak simetris, tampak adanya perubahan bentuk (deformitas), seperti lengan atau kaki yang membengkok tidak wajar.

  • Keterbatasan gerak dan rasa kebas, anak menolak menggerakkan bagian tubuh yang sakit atau mengeluhkan rasa kesemutan/kebas.

  • Gejala terselubung, beberapa patahan tulang ringan (greenstick fracture) dari luar tampak lurus, namun tetap menimbulkan nyeri tekan yang tajam pada bagian dalam.

Pertolongan Pertama saat Kejadian

Pexels/Roger Brown

Melansir panduan gawat darurat dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan Mayo Clinic, langkah awal pertolongan pertama pada anak yang dicurigai tulang patah berfokus pada imobilisasi dan meredakan rasa sakit.

Berikut tindakan sigap pertolongan pertama:

  • Jangan pernah mencoba meluruskan atau memposisikan ulang tulang yang patah secara mandiri karena berisiko merusak pembuluh darah dan saraf di sekitarnya.

  • Balut es batu menggunakan kain bersih atau handuk halus, lalu tempelkan perlahan pada area yang bengkak untuk mengurangi nyeri.

  • Buat penyangga sederhana dari papan tebal atau gulungan koran yang diletakkan di bawah dan di atas area cedera, lalu ikat dengan kain secara tidak terlalu kencang.

  • Jika terdapat luka terbuka pada tulang patah, tekan lembut area sekitar luka menggunakan kain kasa steril atau kain bersih.

Penanganan Medis di Rumah Sakit

Pexels/Tima Miroshnichenko

Penanganan tulang patah pada anak harus dilakukan secara cermat oleh dokter spesialis ortopedi untuk memastikan struktur tulang anak pulih dengan baik tanpa mengganggu lempeng pertumbuhannya.

Secara umum, penanganan medis yang dilakukan dokter terbagi menjadi dua metode utama:

  • Pemasangan Gips: Jika kondisi tulang patah tergolong ringan. Pemasangan gips bertujuan untuk menjaga posisi tulang tetap stabil dan tidak bergerak selama proses penyembuhan alami berlangsung.

  • Tindakan Operasi: Jika patahan tulang anak tergolong kompleks, dokter akan menyarankan tindakan operasi. Hal ini dilakukan untuk menyambungkan dan mengembalikan struktur tulang anak ke posisi semula.

Pemulihan di Rumah agar Tulang Cepat Pulih

Pexels/cottonbro studio

Proses pemulihan tulang patah pada anak membutuhkan perawatan yang tepat di rumah agar jaringan tulang menyambung dengan sempurna dan bebas komplikasi.

Berikut beberapa langkah penting yang perlu Mama terapkan di rumah:

  • Jagalah gips atau pelindung tetap kering

  • Gunakan posisi elevasi untuk meredakan bengkak

  • Berikan makanan tinggi kalsium dan vitamin D

  • Rutin kontrol sesuai jadwal

Proses pemulihan cedera anak memang butuh kesabaran dan ekstra perhatian dari seluruh anggota keluarga, ya, Ma.

Dengan pertolongan pertama yang tepat serta perawatan rumah yang disiplin, tulang anak yang masih dalam masa pertumbuhan akan menyambung kembali dengan cepat.

Nah, apakah Mama pernah punya pengalaman mendampingi anak saat mengalami cedera tulang?

Curated For You

Editorial Team

Related Article