Anak usia 6–9 Tahun memang sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi dunia luar, mulai dari belajar bersepeda hingga berolahraga bersama teman-temannya ya, Ma.
Namun, aktivitas fisik ini terkadang tak lepas dari risiko cedera, termasuk tulang patah ya, Ma.
Ternyata tulang patah pada anak kerap kali tidak terlihat ekstrem dari luar, sehingga sering membuat Mama ragu mengenai kondisi sebenarnya.
Padahal, penanganan fraktur pada anak membutuhkan langkah sigap yang berbasis data medis dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan, lho, Ma.
Penasaran bagaimana cara menangani cedera ini dengan aman?
Sudah Popmama.com rangkum panduan lengkapnya dari pertolongan pertama hingga perawatan di rumah. Disimak ya, Ma!
