Pemberian Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki, Ini Faktanya!

- HPV juga dapat menginfeksi laki-laki dan berkaitan dengan kanker penis, anus, orofaring, serta kutil kelamin; vaksinasi memberi perlindungan langsung terhadap risiko penyakit tersebut.
- WHO mendorong cakupan vaksin HPV lebih luas karena vaksinasi laki-laki dapat menurunkan infeksi dan penularan HPV, kutil kelamin, serta mendukung pengurangan kanker terkait HPV.
- Kemenkes menargetkan vaksin HPV melalui BIAS untuk siswa kelas 5 SD sekitar usia 11 tahun, sementara IDAI merekomendasikannya sejak usia 9 tahun, idealnya sebelum paparan virus.
Selama ini vaksin Human Papillomavirus (HPV) lebih sering dikenal sebagai imunisasi untuk anak perempuan karena kaitannya dengan pencegahan kanker serviks. Padahal, HPV juga dapat menginfeksi laki-laki dan menyebabkan sejumlah penyakit serius.
Karena itu, pemberian vaksin HPV kini mulai diperluas dengan pendekatan yang lebih inklusif. Lantas, mengapa anak laki-laki juga perlu mendapatkan vaksin HPV?
Table of Content
1. HPV tidak hanya sebabkan kanker serviks

Unsplash/Mufid Majnun HPV merupakan virus yang sangat umum. Sebagian besar infeksi dapat hilang dengan sendirinya, tetapi infeksi yang menetap, terutama akibat tipe HPV berisiko tinggi seperti HPV 16 dan 18, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Pada laki-laki, HPV dapat berkaitan dengan kanker penis, kanker anus, kanker orofaring yang meliputi area pangkal lidah, amandel dan tenggorokan, serta kutil kelamin.
Jadi, perlindungan terhadap HPV tidak hanya penting bagi anak perempuan. Anak laki-laki juga dapat memperoleh manfaat langsung dari vaksinasi untuk menurunkan risiko infeksi dan penyakit yang berkaitan dengan HPV.
2. Vaksin HPV pada laki-laki juga membantu kurangi penularan

commons.wikimedia.org/Aveaoz Perluasan vaksinasi HPV kepada laki-laki bukan tanpa alasan. Organisasi kesehatan dunia atau WHO kini mendorong cakupan vaksin HPV yang lebih luas karena laki-laki juga dapat terinfeksi dan berperan dalam penularan HPV.
Vaksinasi pada laki-laki diharapkan dapat menurunkan infeksi HPV dan kutil kelamin serta berkontribusi mengurangi kanker yang berkaitan dengan HPV. Dalam jangka panjang, semakin luas perlindungan terhadap HPV di masyarakat, semakin besar pula potensi untuk membantu mengurangi penularan dan mendukung eliminasi kanker serviks.
3. Pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki menurut Kemenkes dan IDAI

Unsplash/@diana_pole Di Indonesia sendiri ada beberapa informasi mengenai pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki ini. Hal ini karena terdapat rekomendasi berdasarkan program pemerintah dan rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).
Dalam program imunisasi sekolah, Kemenkes menargetkan pemberian vaksin HPV pada anak kelas 5 SD atau sekitar usia 11 tahun melalui BIAS (Bulan Imunikasi Anak Sekolah). Sementara itu, IDAI merekomendasikan vaksin HPV dapat dimulai sejak usia 9 tahun, dengan rentang usia 9–14 tahun menjadi periode yang baik untuk mendapatkan perlindungan sebelum kemungkinan terpapar HPV.
Jadi, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau fasilitas kesehatan untuk mengetahui jadwal yang sesuai bagi si Kecil, sekaligus mengecek pelaksanaan program imunisasi di sekolah.
4. Kenapa vaksin diberikan sejak usia sekolah?

Dok. IDN Times/Istimewa Vaksin HPV idealnya diberikan sebelum seseorang terpapar virus HPV. Salah satu alasannya, respons imun terhadap vaksin cenderung baik ketika diberikan pada usia anak dan remaja awal.
Pemberian vaksin di usia sekolah juga membuat program imunisasi lebih mudah menjangkau anak-anak dalam jumlah besar. Karena itu, vaksin HPV menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit sejak dini, bukan menunggu sampai seseorang dewasa.
Mama juga tidak perlu menganggap pemberian vaksin HPV sebagai tanda bahwa anak sudah melakukan aktivitas seksual. Justru, vaksin diberikan lebih awal untuk membangun perlindungan sebelum paparan virus terjadi.
5. Hari imunisasi sekolah jadi momentum lindungi kesehatan anak

Pexels/FRANK MERIÑO Pemberian imunisasi di lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan anak. Melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), anak-anak dapat memperoleh imunisasi sesuai sasaran dan kebijakan program yang berlaku.
Momentum ini juga bisa dimanfaatkan Mama untuk lebih aktif mencari tahu mengenai imunisasi yang dibutuhkan anak, termasuk vaksin HPV. Selain mengikuti program sekolah, orangtua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai usia, jadwal, serta kebutuhan vaksinasi anak.
Dengan semakin luasnya perlindungan terhadap HPV, vaksinasi sejak usia sekolah diharapkan dapat membantu mencegah penyakit terkait HPV sekaligus memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi anak laki-laki maupun perempuan.
Itulah tadi informasi mengenai pemberian vaksin HPV ke anak laki-laki yang berkaitan dengan bulan imunisasi di sekolah berdasarkan progam Kemenkes. Semoga membantu mama-mama yang bingung dengan pemberian vaksin HPV ke anak laki-laki ini!





















