Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

10 Puisi Natal untuk Anak SD

10 Puisi Natal untuk Anak SD
Pexels/Julia Larson
Share Article

Natal adalah momen yang selalu dinanti oleh anak-anak dan keluarga di seluruh dunia. 

Bagi anak-anak SD, perayaan Natal menjadi waktu yang penuh keceriaan, kehangatan, dan kasih sayang. 

Selain dekorasi pohon Natal dan berbagi hadiah, salah satu cara menyemarakkan suasana adalah melalui puisi

Puisi Natal tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti cinta, damai, dan berbagi. 

Dengan kata-kata sederhana namun penuh makna, anak-anak dapat mengekspresikan sukacita mereka akan kelahiran Yesus. 

Berikut Popmama.com merangkum 10 puisi Natal untuk anak SD yang bisa dibacakan di sekolah atau di rumah untuk merayakan keindahan Natal bersama keluarga.

  1. 1. Hari Paling Bahagia

    Pexels/Elina Fairytale
    Pexels/Elina Fairytale

    Oleh: Jessica Kalvaria

     

    Pendar lampu kecil-kecil tampak beradu jadi satu

    Bertautan erat berlomba memancarkan cahaya

    Pohon Natal yang sama dengan tahun-tahun lalu

    Mengingatkan sang Juru Selamat telah tiba

    Bersama sukacita yang lebih mendalam

    Pada sebuah kisah gembira, aku tenggelam

    Kepada Anak Manusia yang pernah mendiam

    Ditunjukkan oleh bintang malam

    Yesus, akhirnya Kau datang jua

    Kabar lahir-Mu membawa bahagia di dunia

    Katanya, kelahiran-Mu sangat sederhana

    Tetapi membawa sukacita luar biasa

    Bagi yang mau percaya, Dia datang untuk-Mu

    Untuk setiap dosamu dan dosaku

    Datanglah pada-Nya, jangan hanya duduk terpaku

    Yesus lahir untuk menerimamu

    Natal adalah hari paling bahagia di dunia

    Gema sukacita pasti mengudara

    Hidupkan sukacita di setiap lampu kecil yang menyala

    Sambutlah Dia!

  2. 2. Kabar Terang

    Pexels/Brett Sayles
    Pexels/Brett Sayles

    Oleh: Hadi

     

    Halo Dunia, aku bawa kabar untukmu.

    Karna ku lihat, kamu menunggu jemu.

    Sepertinya kamu sedang menanti.

    Namun tak kunjung temu.

    Sekarang yg kamu harapkan itu datang.

    Dia datang dalam kemuliaan.

    Dia ada dalam pandangan.

    Kamu bisa merasakan kehadiran-Nya.

    Kamu tak lagi dalam kegelapan.

    Ada terang yg menuntunmu di depan.

    Dan sekarang kamu punya harapan.

    Kamu tahu arah dan tujuan.

    Kamu ada Teman, bahkan kamu punya Tuhan!

    Ya Dia Yesus, Sang Immanuel. Juru Selamat kita. Yang memberi kehidupan.

    Dia datang ke dunia. Dalam cinta dan anugerah-Nya.

    Gloria Gloria Gloria! Muliakanlah Tuhan!

  3. 3. Bayi Sukacita

    Pixabay/NoName_13
    Pixabay/NoName_13

    Oleh: William Blake

     

    Aku tidak punya nama

    Aku baru berusia dua hari. –

    Aku harus memanggilmu siapa?

    Aku bahagia

    Sukacita adalah namaku, –

    Sukacita yang manis dilimpahkan padamu!

    Sukacita cantik!

    Sukacita manis yang baru berusia dua tahun,

    Sukacita manis aku memanggilmu;

    Kau tersenyum.

    Aku bernyanyi sementara

    Sukacita manis dilimpahkan kepadamu.

  4. 4. Sesudah Dua Dasawarsa

    Freepik
    Freepik

    Oleh: Jean Amanda S. Loupatty

     

    Kado Natalku ialah cinta kasih Allah

    Karunia

    Pengampunan

    Pendamaian

    Keselamatan

    Akankah Natalku menjadi redup?

    Natalku penuh sukacita

    akan kelahiran Mesias

    Akankah Natalku menjadi hampa?

    Natalku bersekutu dengan Tuhan

    menjadi ranting-ranting-Nya

    Akankah hidupku tak berkelimpahan?

    Natalku terus bertumbuh

    berbuah dan memberkati

    Dekat

    Jauh

    Bersama

    Berpisah

    Natal memang tak lagi sama

    tanpamu

    Namun cinta kasih Allah

    selalu sama dan berlimpah

    setiap saat

  5. 5. Pujilah Nama-Nya Selalu

    Freepik
    Freepik

    Saat malam tiba

    Ada terang bintang bersinar yang sangat indah

    Tidak seperti bintang biasa …

    Bintang itu memberikan tanda bahwa Sang Juru Selamat sudah hadir di bumi ini

    Untukku, kamu, dan kita semua

    Yang percaya pada Kristus… Sang Juru Selamat

    Kita patut berbangga dan bersukacita

    Karena kedatangan-Nya membawa anugerah bagi setiap orang yang mau menerima-Nya

    Nyanyikan pujian, penyembahan untuk kemuliaan Kristus

    Nyanyikan senantiasa dengan penuh ucapan syukur

    Pujilah nama-Nya selalu…

  6. 6. Kelahiran, Kematian, Kebangkitan

    Pixabay/Queven
    Pixabay/Queven

    Bukan karena kita taat

    Kristus menyelamatkan kita

    Bukan karena kita meninggalkan hal-hal buruk

    Kristus berbelas kasih kepada kita

    Kristus lahir,

    Kristus hidup sama seperti kita

    Kristus mati di kayu salib

    Karena Kristus begitu taat kepada Allah Bapa

    Ketaatan Kristus pada Allah

    melayakkan kita datang kepada-Nya

    Kita didamaikan oleh-Nya

    Kita diterima Allah hanya karena Dia

    Bersyukur,

    Kristus lahir di dunia ini sebagai Juru Selamat kita

    Bersyukur,

    Allah begitu besar kasih-Nya kepada kita

    Bersyukur,

    Kristus taat kepada Allah Bapa

    Melalui kelahiran Kristus, kematian, dan kebangkitan-Nya

    Marilah kita terus taat melakukan kehendak-Nya

  7. 7. Sukacita dalam Nyanyian

    Freepik
    Freepik

    Para gembala bernyanyi

    Memuliakan Allah yang telah memberikan terang

    Terang bagi hidup manusia

    Terang bagi jalan-jalan kita

    Terang itu mengantar kita pada seorang bayi mungil

    Terang itu akhirnya terlihat nyata di depan kita

    Bayi mungil itu ... Yesus

    Yesus yang terlahir dari perawan Maria

    Penuh kekudusan, penuh kesederhanaan

    Bersorak-sorai haleluya

    Memuji nama Allah di tempat yang mahatinggi

    Sebab damai sejahtera telah Ia turunkan

    Dan sukacita melimpah telah kita rasakan

  8. 8. Natal

    Freepik
    Freepik

    Oleh: Theresia

     

    Malam kudus sunyi senyap

    Dunia terlelap

    Hanya dua berjaga terus

    Ayah bunda mesra dan kudus

    Anak tidur tenang

    Anak tidur tenang

    Lagu ini pasti sudah tidak asing di telinga kita?

    Ya, lagu yang menjadi pertanda bahwa Natal telah tiba.

    Lagu, kerlap kerlip lampu kecil, dan pohon Natal menjadi pertanda Sang Juru Selamat telah tiba.

    Di momen ini, senyum yang sumringah pasti akan terpancar dari wajah kita.

    Tawa bahagia menjadi nada yang terdengar sampai ke sudut kota.

    Warna emas, hijau, dan merah menjadi simbol dari semua hiasan di berbagai tempat.

    Tapi apakah itu yang disebut dengan Natal?

    Tentunya tidak!

    Natal adalah tentang kelahiran Kristus!

    Kita harus menyanyikan nyanyian baru bagi-Nya.

    Mengabarkan keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.

    Menceritakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.

    Sebab Tuhan maha besar dan terpuji sangat telah datang ke dunia ini.

    Haleluya!

    Sambutlah Dia Kristus yang telah lahir.

    Bersoraklah sambil memuji dan menyembah-Nya.

    Selamat Hari Natal!

  9. 9. Yesus Ada di Hati Kita

    Pixabay/KarinaCarvalho
    Pixabay/KarinaCarvalho

    Oleh: Shmily

     

    Bahagia itu ...

    Bisa bersyukur dan menikmati kasih Tuhan

    Bahagia itu ...

    Bisa melihat saudara-saudari kita bersatu dalam kasih

    Bahagia itu ...

    Bisa hidup di dalam kasih Tuhan dan menceritakannya

    Bahagia itu ...

    Bisa berbagi kasih Tuhan kepada sesama

    Bahagia itu ...

    Bisa memaknai Natal dengan benar dan terus merindukan Yesus tinggal di dalam hati kita

    Sudahkah Anda merasa bahagia?

  10. 10. Harapan

    Unsplash/Naassom Azevedo
    Unsplash/Naassom Azevedo

    Harapan bukanlah strategi

    Tanpa rencana, harapan tidak lebih dari sebuah ide

    Allah memiliki rencana

    untuk Anda

    Untuk memberikan Anda harapan

    Untuk masa depan yang lebih baik

    dan hidup yang lebih indah

    bersama-Nya

    Sebab Aku mengetahui rencana-

    rencana yang Aku miliki bagi kamu,

    kata TUHAN,

    rencana-rencana untuk kesejahteraan

    dan bukan untuk kemalanganmu,

    untuk memberimu

    masa depan dan

    PENGHARAPAN.

    Nah, itu tadi 10 puisi Natal untuk anak SD, semoga bisa jadi inspirasi untuk menyambut hari Natal kamu, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More