Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Terlanjur Membentak Anak, Lakukan 3 Langkah Ini untuk Memperbaiki
Freepik/peoplecreations

Pernahkah Mama membentak anak dalam momen lelah atau emosi meledak, lalu langsung dihujani rasa bersalah setelahnya?

Tenang, Mama nggak sendirian, kok, yang terpenting bukanlah kesempurnaan, tapi bagaimana Mama memperbaikinya setelahnya.

Ilmu saraf modern menunjukkan bahwa otak anak memiliki sifat plastis, artinya ia bisa pulih dan belajar ulang dari pengalaman baru yang positif.

Satu bentakan yang orangtua lontarkan ke anak tak akan menghancurkan bonding, selama ini tidak dijadikan pola berulang tanpa perbaikan ya, Ma.

Untuk memperbaikinya, berikut Popmama.com rangkumkan langkah yang bisa Mama lakukan ketika terlanjut membentak anak.

1. Mama harus tenang dulu sebelum menghampiri anak

Freepik

Membentak anak biasanya terjadi ketika kita sedang dalam kondisi lelah atau emosi. Bukan begitu, Ma?

Jadi, langkah pertama yang paling krusial adalah memastikan Mama sudah benar-benar tenang. Tarik napas, turunkan suara, dan jangan memulai percakapan saat kepala masih panas.

Ini penting dilakukan karena anak tidak akan bisa menenangkan diri bersama orang dewasa yang masih tegang. Prinsip ini disebut co-regulation oleh Siegel & Bryson, di mana anak meniru ketenangan Mama, bukan omelan Mama.

2. Jelaskan kejadian dengan singkat dan jujur, bukan ceramah

Freepik/peoplecreations

Setelah tenang, dekati anak dan jelaskan apa yang terjadi tanpa menyalahkannya. Mama cukup mengkatakan, "Tadi Mama bentak kamu, maaf ya. Harusnya bisa bicara itu baik-baik. Kamu kaget ya?"

Menurut Emotion Coaching dari Gottman, kalimat sederhana ini adalah kalimat ajaib yang punya banyak manfaat, Ma.

Dengan perkataan yang singkat dan jujur ini, Mama berarti mengakui perilaku salah karena sudah membentak, kemudian memvalidasi perasaan anak, dan mengembalikan rasa aman.

Kalau sudah tenang seperti ini, lanjutkan bicara baik-baik pada anak ya, Ma, pastikan untuk menghindari ceramah panjang yang justru membuat anak defensif.

3. Hadir untuk anak, bukan malah menjauh

Freepik

Setelah menjelaskan, jangan pergi meninggalkan anak sendirian dengan perasaan sedihnya, Ma. Mama cukup duduk sebentar, tawarkan pelukan jika anak sudah siap, lalu lanjutkan aktivitas normal bersama.

Yang membuat anak pulih dari bentakan itu bukan janji manis, tapi fakta bahwa Mama tetap hadir secara fisik dan emosional.

Dengan begitu, anak pun akan belajar bertanggung jawab dalam menangani masalah, bahwa konflik bisa selesai tanpa harus ditinggal sendirian.

Membentak memang bukan kebiasaan baik, tapi menjadi orangtua bukan tentang tidak pernah salah, melainkan tentang berani memperbaiki.

Setiap kali Mama kembali hadir dengan tenang, jujur, dan penuh pelukan, Mama sedang membangun ulang rasa aman yang jauh lebih kuat dari satu bentakan sebelumnya.

Selamat mencoba, Ma!

Editorial Team