Banyak anak-anak yang bersikap manipulatif untuk kebahagiaannya dan kebaikannya sendiri. Apakah anak mama salah satunya?
Salah satu sikap manipulatif yang sering dilakukan oleh anak yaitu memeras emosi orangtuanya dengan mengeluarkan kata-kata "Mama tidak sayang aku!" "Mama lebih sayang Adik/Kakak" dan kalimat lainnya yang membuat Mama merasa sedih dan tidak tega dengannya. Jika sudah seperti itu, Mama pasti akan memberikan apa yang anak inginkan.
Selain itu, anak bisa juga menunjukkan sikap manipulatif dengan cara bernegosiasi. Contoh, "Ma, bolehkah aku bermain dengan teman-teman saat ini? Jika boleh, semua tugasku akan aku kerjakan nanti malam. Janji deh!". Tapi nyatanya pada malam hari ia malah tertidur dan melupakan janjinya.
Mungkin Mama akan berpikir sikap manipulatif tersebut membuat anak menjadi kreatif untuk menentukan berbagai cara supaya keinginannya tercapai. Hal tersebut pun didukung dengan jiwa pantang menyerah. Selain itu, sikap tersebut pun mengajarkan anak untuk mengelola emosinya.
Memang ada beberapa sisi baik dari sikap tersebut. Tidak apa-apa juga jika dilakukan sekali. Namun kalau terlalu sering akan menjadi gaya hidup yang buruk untuknya. Sebab, sikap manipulatif juga mengajarkan anak untuk berbohong dan memaksakan kehendak dengan cara yang tidak baik. Maka dari itu, alangkah baiknya hentikan sikap manipulatif pada anak.
Namun, tak jarang anak akan mengamuk jika dilarang. Hal tersebut membuat Mama kasihan. Parahnya lagi, keadaan tersebut dapat memicu stres jika terus berulang.
Lantas, bagaimana cara terbaik untuk Mama maupaun anak-anak menghadapi sikap manipulasi? Berikut Popmama.com telah merangkum tips untuk Mama yang terjebak dalam siklus manipulasi. Simak yuk, Ma!
