Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Waspada Gula dalam Roti Tawar, Ini Tips Sehat Makan Roti untuk Anak dan Keluarga

roti tawar
Freepik/stockking
Intinya sih...
  • Roti tawar mengandung gula dengan kadar yang tinggi
  • Roti tawar bukan makanan terlarang, tapi perlu disajikan dengan bijak
  • Kreasi roti tawar yang lebih bernutrisi dengan tambahan protein, serat, dan lemak baik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak sedikit orang menganggap roti tawar sebagai pilihan sarapan yang praktis dan sehat untuk anak. Mama pasti juga pernah beranggapan demikian, kan?

Warnanya yang polos dan rasanya yang netral sering dianggap lebih baik daripada roti dengan isi keju, selai cokelat atau stroberi. Padahal, tahukah Mama bahwa sepotong roti tawar ternyata mengandung gula, bahkan kadarnya bisa lebih tinggi dari nasi putih, lho!

Hal ini yang sering kali disalahpahami, sehingga roti tawar diberikan sebagai menu tunggal tanpa pendamping yang bernutrisi. Sebenarnya, bagaimana cara bijak menyajikannya untuk keluarga?

Melansir dari berbagai informasi, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.

1. Roti tawar bukan berarti bebas gula

roti tawar
Freepik/azerbaijan_stockers

Anggapan bahwa roti tawar bebas gula adalah kesalahpahaman yang umum. Natasya Limano, seorang influencer dan health coach yang fokus pada kesehatan pencernaan, mengungkapkan bahwa setiap satu lembar roti tawar mengandung gula yang cukup tinggi.

"Per-slice roti tawar biasanya mengandung 1,5 - 3 gram gula. Lebih banyak dari nasi putih yang kamu takuti," ujarnya menjelaskan.

Dalam unggahan tersebut, ia ingin memberikan pemhaman kepada banyak orang bahwa tak ada salahnya mengonsumsi roti tawar, tapi perhatikan jumlahnya agar tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Gula dalam roti tawar sendiri umumnya berasal dari proses pembuatannya, yang bertujuan untuk memberi rasa, membantu pengembangan ragi, dan memberikan warna kecokelatan saat dipanggang.

Meski terkesan kecil, gula ini bisa terakumulasi, apalagi jika anak makan 2-3 lembar sekaligus sekali makan. Jadi, perlu lebih bijak dalam memberikan makanan satu ini ya, Ma.

2. Bukan makanan terlarang dan bukan juga superfood

roti tawar
Freepik

Mengutip dari Kementerian Kesehatan RI, setiap orang juga penting untuk membatasi asupan gula tambahan harian untuk menghindari lonjakan gula tinggi, termasuk yang berasal dari makanan tak terduga seperti roti.

Lantas, meski punya kandungan gula yang dinilai lebih tinggi dari nasi, apakah roti tawar jadi musuh? Jawabannya tentu tidak, Ma. Roti tawar bukan makanan terlarang, namun juga bukan superfood.

Natasya menegaskan dalam caption unggahannya bahwa kuncinya adalah pemahaman agar sumber karbohidrat polos dari roti tawar perlu dilengkapi agar lebih bernutrisi.

Daripada fokus melarang total konsumsi roti tawar, coba dengan pendekatan yang lebih bijak dalam mengatur cara menyajikannya yuk, Ma.

Jika dianggap sebagai karbohidrat yang polos, Mama bisa membuatnya menjadi hidangan yang lebih seimbang dan mengenyangkan bagi anak dengan menambahkan zat gizi lain.

3. Kreasi roti tawar yang lebih bernutrisi

roti tawar
Freepik

Untuk mengkreasikan roti tawar agar tidak hanya sebagai karbohidrat polos, Mama bisa menambahkan beberapa nutrisi lainnya seperti protein dari telur rebus atau orak-arik, keju slice, daging.

Dengan adanya protein tambahan, ini bisa membantu memperlambat pencernaan karbohidrat, sehingga gula darah tidak melonjak drastis dan energi anak lebih awet.

Jangan lupakan serat dan lemak baik juga ya, Ma. Tambahkan irisan alpukat, sayuran seperti selada dan tomat, atau mentimun, serta selai kacang tanpa gula tambahan.

Kombinasi ini selain bisa menambah vitamin dan mineral, tapi juga meningkatkan rasa kenyang dan mendukung kesehatan pencernaan anak sebagaimana pesan yang disampaikan Natasya Limano.

4. Tips praktis menyajikan roti tawar

Meskipun mengandung gula, bukan berarti roti tawar dilarang untuk dimakan, ya. Mama bisa menjadikan roti sebagai bagian dari piring makan, bukan satu-satunya isi.

Seperti prinsip "Isi Piringku" yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI, Mama bisa mengkreasikan roti tawar dengan sejumlah nutrisi lain yang disukai anak.

Pemilihan jenis roti tawar juga bisa jadi opsi, Ma. Coba ganti roti tawar biasa dengan roti tawar gandum utuh (whole wheat) yang umumnya memiliki serat lebih tinggi untuk membantu mengatur penyerapan gula.

Jika Mama gemar berkreasi di dapur, jadikan roti tawar sebagai topping menarik untuk makanan keluarga. Misalnya membuat pizza roti dengan dengan saus tomat, keju, dan topping sayur, atau sandwich dengan isian telur dan bayam.

Terakhir, sajikan cukup satu atau dua lembar roti yang telah dilengkapi dengan nutrisi tambahan, daripada sekadar memberikan anak roti tawar polos dalam jumlah banyak.

Intinya, roti tawar tetap boleh ada di meja makan kok, Ma. Asalkan disajikan dengan bijak dan mengkombinasikannya jadi lebih bergizi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

7 Rekomendasi Film Netflix Edukatif Anak, Orangtua Wajib Tahu

22 Jan 2026, 14:21 WIBBig Kid