Julia, seorang balita yang namanya disamarkan sebagaimana kisah dibagikan oleh dr. Iki, atau yang akrab disapa @dokbuckets, di media sosial miliknya.
Adalah seorang anak perempuan berusia 2 tahun, yang ditemukan tak sadarkan diri di kamarnya dan meninggal dunia meskipun sudah mendapatkan pertolongan. Mamanya sempat beralasan bahwa Julia sering jatuh karena perkembangan motoriknya yang sedikit terlambat.
Namun, cerita "sering jatuh" ini tidak sejalan dengan apa yang ditemukan oleh tim medis. Alih-alih luka biasa karena jatuh, dokter forensik justru menemukan banyak luka dengan berbagai bentuk dan warna di hampir seluruh tubuh Julia.
Ada luka baru, luka yang mulai sembuh, dan luka yang sudah lama . Kombinasi inilah yang kemudian membuat para ahli menduga kuat bahwa Julia adalah korban dari Battered Child Syndrome, atau sindrom anak yang dianiaya dan merujuk pada kekerasan fisik berulang pada anak.
Kasus ini bukan sekadar cerita seram yang dibagikan dr. Iki untuk menakuti, tapi juga menjadi pengingat penting bagi kita semua. Terutama bagi orangtua, untuk lebih peka dan waspada terhadap tanda-tanda kekerasan pada anak yang seringkali tidak terlihat jelas di permukaan.
Nah, agar bisa lebih aware terhadap perkembangan si Kecil, berikut Popmama.com rangkumkan penjelasan lebih dalam kasus Julia dan apa itu Battered Child Syndrome.
