Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Dampak Silent Treatment pada Anak Balita, Jangan Dibiarkan Ma!

Dampak Silent Treatment pada Anak Balita, Jangan Dibiarkan Ma!
Magnific/krakenimages.com
Share Article

Pernah nggak, Mama merasa begitu lelah lalu memilih diam ketika si Kecil rewel atau minta perhatian? Atau sengaja nggak merespon karena ingin mengajarkan ia kemandirian?

Hati-hati, Ma, ternyata kebiasaan "ngediemin" anak ini bukan sekadar strategi mendidik biasa. Menurut sains, perasaan sakit saat dicuekin itu nyata, bahkan terlihat di dalam otak.

Sejumlah studi terdahulu sudah membuktikan bahwa anak usia 0-5 tahun yang sering diabaikan bisa mengalami hambatan perkembangan sistem saraf sosialnya.

Artinya, efeknya bukan cuma bikin anak menangis sebentar, tapi bisa mengganggu kemampuan mereka mengatur emosi dan percaya diri hingga dewasa.

Biar Mama tak mengulangi kebiasaan mendiamkan anak, berikut Popmama.com rangkumkan rangkumkan dari berbagai sumber mengenai dampak silent treatment pada anak yang perlu dipahami.

1. Otak anak bisa berubah fisik

deteksi dini adhd
Magnific/jcomp

Mungkin Mama berpikir, "Ah, anakku masih bayi, dia belum paham kalau aku cuekin." Faktanya, justru di usia 0-3 tahun otak anak sedang dalam masa pertumbuhan paling pesat, Ma.

Studi terdahulu dari Brain and Mind (2002) dan Biomedicines (2025) menunjukkan bahwa pengabaian pada fase ini dapat mengganggu konektivitas antara amigdala (pusat emosi), prefrontal cortex (pusat kontrol diri), dan sistem limbik.

Akibatnya, jalur komunikasi antar bagian otak yang mengatur rasa aman dan respons sosial menjadi tak optimal.

Anak yang sering mendapat silent treatment berisiko tumbuh menjadi pribadi yang sulit memercayai orang lain, mudah cemas, dan kesulitan menenangkan dirinya sendiri saat stres.

Jadi, diamnya Mama bukan membuatnya 'mengerti', tapi justru meregangkan fondasi otak emosionalnya.

2. Hal yang sama juga dirasakan orang dewasa

rutinitas anak
Magnific/prostooleh

Mendiamkan seseorang itu ternyata bisa berdampak besar bagi mereka, Ma. Selain anak-anak, kita yang sudah dewasa pun tak luput dari perasaan ini.

Tenang, itu bukan perasaan berlebihan kok, Ma. Studi Cog Aff Beh Neurosci (2025) membuktikan bahwa pada orang dewasa, personal rejection atau dicuekin secara sosial memicu kondisi mental dan emosi negatif yang kuat.

Ketika merasa seperti ini, otak memproses pengabaian sosial mirip seperti saat merasakan sakit fisik.

Nah, jika kita yang dewasa saja yang otaknya sudah matang merasakan 'sakit' karena dicuekin, bagaimana dengan anak kecil yang belum punya mekanisme koping?

Anak akan merasakan versi yang lebih mentah dan membingungkan. Karena ia belum bisa bilang, "Aku butuh waktu sendiri," anak hanya akan merasakan perasaan terbuang dan panik internal.

3. Silent treatment berkepanjangan bisa jadi bom waktu kesehatan mental

anak murung
Magnific/jcomp

Jika mendiamkan anak sudah menjadi pola yang biasa dilakukan, misalnya setiap ia rewel atau membuat kesalahan, maka tubuh anak akan melepaskan hormon kortisol secara berlebihan.

Dalam jangka panjang, kelebihan kortisol ini akan menyerang hipokampus (pusat memori) dan prefrontal cortex (pusat pengambilan keputusan).

Gampangnya gini, Ma. Kalau kita terlalu lama membiarkan kebiasaan ini, bukan cuma hati anak saja yang akan merasa lelah, tapi juga membuat otaknya terus berada dalam mode siaga.

Anak jadi lebih susah konsentrasi, lebih mudah meledak-ledak emosinya, dan sulit berpikir jernih saat dewasa. Jangan sampai mendiamkan untuk mengajari anak justru menjadi bentuk penyiksaan emosional yang tak terlihat.

Mendiamkan anak bukanlah strategi disiplin yang bijak, terutama di usia emas perkembangannya. Alih-alih mengajarkan kemandirian, silent treatment justru melukai koneksi saraf di otak anak.

Mama bisa mulai dengan mengajak anak bicara dan jelaskan perasaan Mama dengan kata-kata, karena pelukan dan komunikasi jauh lebih menyembuhkan daripada keheningan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More

7 Penyebab Batuk Pilek Anak Sulit Sembuh

13 Jun 2026, 12:15 WIBKid