Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Pentingnya Protein dalam Menu Makanan untuk Anak, Jangan Andalkan Kaldu!

5 min read
Pentingnya Protein dalam Menu Makanan untuk Anak, Jangan Andalkan Kaldu!
Pexels/Vanessa Loring
  • Protein utuh sangat penting bagi batita usia 1–3 tahun untuk pertumbuhan fisik, perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan energi aktivitas harian.

  • Kaldu rumahan dapat menambah rasa, hidrasi, dan selera makan, tetapi kandungan proteinnya kecil sehingga tidak bisa menggantikan sumber protein utama.

  • Menu batita perlu memadukan protein segar seperti daging, ikan, telur, tahu, tempe, atau yogurt dengan sayur dan karbohidrat berserat. Lalu kaldu digunakan sebagai pelengkap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belakangan ini, dunia parenting sedang diramaikan oleh tren perkalduan, ya, Ma. Mulai dari bone broth yang dimasak berjam-jam hingga aneka kaldu rumahan yang diklaim bikin anak makin lahap.

​Menggunakan kaldu memang ampuh menambah cita rasa gurih alami dan nutrisi makanan si Kecil. Namun, di balik popularitasnya, ada satu kekeliruan yang sering terjadi, nih.

Mama menganggap air kaldu saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan protein anak. Padahal, kaldu bukanlah superfood penyuplai protein utama.

Lalu seberapa penting peran protein bagi batita dan bagaimana cara menyajikannya tanpa bergantung pada kaldu? Berikut sudah Popmama.com rangkum pentingnya protein dalam menu makanan untuk anak.

  1. Mengapa Protein sangat Penting untuk Anak Usia 1–3 Tahun?

    Protein penting untuk tumbuh kembang anak batita
    Pexels/Yan Krukau

    Memasuki usia 1–3 tahun (batita), anak berada dalam fase emas pertumbuhan. Yang ditandai dengan aktivitas fisik makin aktif serta pesatnya perkembangan otak.

    Di balik tren memasak kaldu rumahan yang marak di media sosial. Penting bagi orangtua untuk memahami bahwa komponen utama yang paling dibutuhkan anak pada fase ini sebenarnya adalah protein utuh.

    Protein merupakan asam amino yang berfungsi sebagai bahan bangunan utama untuk membentuk dan memperbaiki sel, otot, organ, hingga jaringan tubuh anak.

    Berikut beberapa peran vital protein bagi tumbuh kembang anak mama di rumah:

    • Mendukung pertumbuhan fisik dan otot: Asupan protein yang cukup memastikan berat badan dan tinggi badan anak bertambah secara optimal sesuai kurva plastisitas pertumbuhannya.
    • Menstimulasi perkembangan otak dan kognitif: Asam amino penting untuk pembentukan jaringan saraf otak. Hal ini mendukung fungsi kognitif, daya ingat, serta kemampuan belajar anak.
    • Memperkuat sistem kekebalan tubuh: Anak yang tercukupi kebutuhan proteinnya memiliki daya tahan tubuh lebih kuat, sehingga tidak mudah terserang penyakit.
    • Menyediakan energi untuk aktivitas harian: Protein juga dapat diubah menjadi sumber energi cadangan agar anak tetap bersemangat sepanjang hari.

    Mengingat perannya yang begitu luas, pemberian protein harus dilakukan secara konsisten dan tepat. Jadi jangan sekadar mengandalkan sari atau kaldu masakan saja.

  2. Kaldu Boleh untuk MPASI, Tapi Bukan Sumber Protein Utama

    Kaldu ayam yang gurih dan lezat
    Pexels/Change C.C

    Maraknya racikan kaldu rumahan memang membuat sajian MPASI untuk anak usia 1–3 tahun terasa lebih lezat dan beraroma.

    Banyak orangtua merasa tenang ketika anak lahap menyantap nasi yang disiram kuah kaldu kaya rasa. Namun, di sinilah kerap terjadi salah kaprah.

    Secara medis dan gizi, kaldu bukanlah superfood penyuplai protein utama.

    Kaldu memang bagus untuk meningkatkan nafsu makan si Kecil serta menambah cita rasa gurih alami tanpa perlu banyak penyedap buatan.

    Tetapi kandungan protein yang terlarut dalam air kaldu murni sangatlah kecil. Kadar protein yang dibutuhkan untuk membangun organ anak tidak akan terpenuhi hanya dari meminum atau menyiramkan air kaldu di makanan anak.

    Jika Mama hanya mengandalkan air kaldu dan tidak memasukkan asupan protein utuh. Anak berisiko kekurangan asupan protein harian yang vital bagi pertumbuhannya.

    Oleh karenanya, prinsip utama Mama adalah jadikan kaldu sebagai pelengkap masakan atau penambah selera makan, bukan menggantikan bahan protein utuhnya dalam makanan

  3. Pilihan Sumber Protein Paling Sehat untuk Batita

    Telur salah satu protein hewani yang bagus untuk tumbuh kembang anak
    Magnific/jcomp

    Saat memikirkan menu protein untuk si Anak, tak sedikit orangtua tertarik pada makanan olahan praktis seperti sosis hingga chicken nugget.

    Sebenarnya, sumber protein terbaik untuk menunjang tumbuh kembangnya adalah bahan makanan segar yang minim proses olahan.

    Bahan makanan alami yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu jauh lebih aman, kaya nutrisi, dan menyehatkan bagi tubuh anak dibanding makanan olahan pabrik.

    Berikut adalah opsi sumber protein terbaik yang direkomendasikan untuk anak usia 1–3 tahun:

    • Daging tanpa lemak: Sumber protein hewani ini sangat kaya zat besi untuk mencegah anemia dan mendukung energi anak.
    • Makanan laut: Ikan segar selain tinggi protein, juga kaya akan asam lemak omega-3 yang sangat bagus untuk perkembangan otak.
    • Protein nabati dan olahannya: Tahu, tempe, serta berbagai jenis kacang-kacangan yang dimasak hingga lembut. Ini adalah sumber serat dan protein yang baik untuk pencernaan.
    • Telur dan olahan susu: Telur serta plain yogurt tanpa pemanis buatan. Telur adalah salah satu sumber protein paling praktis dengan profil asam amino yang lengkap.

    Mengenalkan variasi sumber protein segar ini sejak dini akan membentuk kebiasaan makan sehat pada anak hingga ia dewasa nanti.

  4. Panduan Menyajikan Makanan Seimbang untuk Anak

    Menyajikan makanan yang seimbang untuk anak
    Pexels/Kampus Production

    Setelah memahami pentingnya protein utuh dan keterbatasan protein dalam kaldu. Ini waktunya Mama menerapkan strategi menyajikan makanan harian untuk anak usia 1–3 tahun.

    Supaya anak mama mendapatkan nutrisi yang optimal tanpa kehilangan selera makan. Coba terapkan 4 aturan praktis dari konten edukasi mengenai nutrisi yang diunggah Natasya Limano melalui akun Instagramnya @natasyalimano berikut:

    • Selalu masukkan protein utuh ke dalam piring: Jangan hanya menyiramkan kuah kaldu pada nasi atau sayur. Pastikan selalu ada bahan protein nyata di setiap porsi makan anak, seperti daging sapi cincang.
    • Gunakan kaldu rumahan sebagai penambah cita rasa: Mama bisa stok kaldu ayam atau sapi rumahan. Gunakan kaldu ini sebagai kuah sup agar masakan lebih beraroma, gurih alami, dan menambah nilai gizi pelengkap.
    • Lengkapi dengan sayur dan karbohidrat berserat: Imbangi asupan protein dengan serat dan vitamin dari sayuran dan karbohidrat.
    • Manfaatkan bumbu aromatik alami: Tambahkan bumbu alami untuk melezatkan aroma makanan secara alami tanpa perlu bergantung pada penyedap buatan.

    Dengan memadukan protein utuh, gurihnya kaldu, serat sayuran, serta aroma alami, makanan si Anak tak hanya lezat di lidah tetapi juga kaya nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

    Itulah pentingnya protein dalam menu makanan untuk anak. Kaldu rumahan memang sahabat terbaik di dapur untuk menambah kelezatan makanan anak. Namun, pastikan kuah gurih tersebut selalu ditemani potongan protein utuh yang memadai di piring makannya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More