Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Pentingnya Sensory Play untuk Tumbuh Kembang Balita

7 Pentingnya Sensory Play untuk Tumbuh Kembang Balita
Pinterest.com/vilmairis
  • Sensory play menstimulasi indera balita usia 0–5 tahun, fase ketika otak berkembang dan anak belajar lewat pengalaman nyata yang dapat dieksplorasi.
  • Bermain dengan tekstur membantu perkembangan kognitif, motorik halus dan kasar, fokus, kemampuan memecahkan masalah, serta kesadaran tubuh anak.
  • Sensory play juga dapat menyalurkan emosi, menenangkan anak, dan memperkaya kosakata melalui pengenalan tekstur seperti lengket, halus, kering, dan basah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sensory play yang disebut sebagai kegiatan bermain bertujuan untuk menstimulasi sistem indera pada anak. Anak usia 0-5 tahun berada di fase golden age, mengapa disebut demikian adalah karena otak anak sedang dalam masa pertumbuhan. 

Piaget sebagai salah satu tokoh pencetus teori perkembangan anak juga menyebutkan bahwa anak akan belajar melalui pengalaman nyata yang dapat dieksplorisasi. Jika anak sedang berada di fase tersebut, orangtua sebaiknya memberikan anak sensory play untuk membantu memaksimalkan pertumbuhannya.  

Tapi sebenarnya apa saja sih dampak sensory play pada anak? Berikut Popmama.com sajikan 7 pentingnya sensory play untuk tumbuh kembang balita.

  1. 1. Membantu perkembangan kognitif

    Membantu perkembangan saraf otak
    Pinterest.com/scom20

    Sensory play yang berupa kegiatan bermain dengan tekstur dapat membantu anak untuk merasakan dan berpikir akan sesuatu yang ia pegang. Perbedaan tekstur tersebut membantu anak mengenali apa yang dirasakannya sehingga berdampak bagi jaringan pada sel-sel otak anak.

    Ketika anak secara aktif mengeksplorasi tekstur baru, koneksi antar-neuron di otaknya pun akan terbentuk dengan lebih kuat dan kompleks, Ma.

  2. 2. Melatih motorik

    Melatih motorik halus dan motorik kasar
    Pinterest.com/hm

    Kegiatan yang meliputi memegang, meremas, bahkan menopang dapat membantu melatih motorik halus dan kasar untuk anak. Selain merasakan tekstur, anak akan melatih pergerakan tangannya sebagai bentuk koordinasi otot kecilnya.

    Latihan koordinasi ini sangat berguna sebagai fondasi penting saat si Kecil belajar memegang pensil atau menggunakan alat makan sendiri nanti.

  3. 3. Meningkatkan daya fokus

    Meningkatkan daya fokus
    Pinterest.com/kukoomontessori

    Anak balita umumnya dapat terdistraksi ketika mendengar suara lain. Kegiatan sensory play dapat membantu anak meningkatkan daya fokusnya.

    Dikarenakan ketika anak sedang bermain dengan tekstur, otaknya secara otomatis belajar untuk memilah informasi yang didengarnya. Hasilnya, si Kecil jadi makin terbiasa memusatkan perhatian pada satu aktivitas tanpa mudah terganggu lingkungan sekitar.

  4. 4. Melatih kemampuan problem solving

    Melatih kemampuan problem solving
    Pinterest.com/mercedessurezbo

    Kemampuan memecahkan masalah dapat diajarkan kepada anak melalui sensory play. Karena ketika sedang bermain, anak umumnya akan melakukan eksplorasi. Misalnya ketika sedang bermain pasir di pantai, anak akan membuat istana melalui cetakan yang sudah ada.

    Namun apabila hancur, anak akan mencari cara baru untuk membangunnya kembali. Proses berpikir kreatif seperti ini sangat bagus untuk mengasah kemandirian serta daya pikir kritisnya sejak dini, Ma.

  5. 5. Menjadi sarana regulasi emosi

    Menjadi sarana regulasi emosi
    tbgstudio__

    Salah satu fungsi sensory play adalah menyalurkan perasaan anak. Misalnya ketika ia bosan, resah, dan bahagia, anak akan memiliki perasaan tenang. Jadi, bermain tekstur bisa menjadi media calming down yang sangat ampuh saat si Kecil mulai merasa kewalahan dengan emosinya.

    Penelitian yang ditulis oleh Kurniati, R., & Arif, V. R. (2026) menyebutkan efektivitas stimulasi sensory play selama 30 menit dapat membantu anak lebih tenang dibandingkan efektivitas digital.

    Temuan utama penelitian ini menyoroti perbedaan signifikan dalam durasi dan kualitas ketenangan bayi setelah 30 menit intervensi. Data menunjukkan bahwa bayi yang distimulasi secara fisik memiliki tingkat "ketenangan aktif" yang lebih bertahanlama dibandingkan bayi yang hanya menonton layar.

  6. 6. Menambah kosakata

    Menambah kosakata
    Pinterest.com/jamesdavid4922

    Tekstur yang berbeda-beda dari sensory play pasti dapat dirasakan oleh anak. Tekstur lengket, halus, kering, basah, dan sebagainya dapat membantu anak mengenali perbedaan dan menambah kosakata baru.

    Sambil mendampingi si Kecil bermain, Mama bisa sekalian mengenalkan kata-kata sifat baru untuk memperkaya kemampuan berbahasanya.

  7. 7. Menguatkan kesadaran tubuh

    Menguatkan kesadaran tubuh
    Pinterest.com/levantuaniiuuu

    Kegiatan bermain tentunya membutuhkan tenaga. Melalui sensory play anak akan fokus berpikir pada tenaga yang ia keluarkan untuk menggenggam mainannya tersebut. Aktivitas ini secara alami melatih sistem indera si Kecil agar ia makin paham seberapa besar tekanan tangan yang perlu dikeluarkan saat menyentuh benda di sekitarnya.

    Itu dia 7 pentingnya sensory play untuk tumbuh kembang balita. Gimana Mama, sudah tahu cara membantu tumbuh kembang anak? Tentunya masih banyak lagi manfaat dari sensory play untuk anak balita, Mama bisa eksplorasi manfaat lainnya.

    Untuk membuat kegiatan sensory play juga tidak memerlukan bahan atau barang yang mahal kok! Mama bisa mencoba dari bahan-bahan yang ada di rumah, tapi pastikan bahannya aman bagi anak yah. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More