Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

4 Jenis Influenza dan Gejalanya yang Perlu Diketahui Orangtua

4 Jenis Influenza dan Gejalanya yang Perlu Diketahui Orangtua
Freepik
Intinya sih...
  • Influenza A merupakan virus yang sering menyebabkan wabah penyakit dalam skala besar
  • Influenza B hanya ditemukan pada manusia dan dapat memicu epidemi musiman
  • Influenza C umumnya menyebabkan infeksi ringan pada saluran pernapasan
  • Influenza D lebih banyak ditemukan pada hewan, belum terbukti menular dari hewan ke manusia
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Influenza atau flu masih menjadi salah satu penyakit yang sering dialami anak. Penularannya dapat terjadi dengan mudah melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara, sehingga penyakit ini kerap menyebar dengan cepat di lingkungan sekitar.

Meski sering dianggap sebagai penyakit ringan, influenza sebenarnya disebabkan oleh virus influenza dari keluarga Orthomyxoviridae yang memiliki beberapa jenis. Setiap jenis influenza dapat menimbulkan gejala dan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap pengidapnya.

Secara umum, terdapat empat jenis influenza yang dikenal, yaitu influenza A, B, C, dan D. Dengan memahami perbedaan masing-masing jenis influenza, orangtua diharapkan dapat lebih waspada dan mengambil langkah penanganan yang tepat saat anak mulai menunjukkan gejala.

Nah, berikut Popmama.com rangkum empat jenis influenza dan gejalanya yang perlu diketahui orangtua. Yuk, disimak!

Influenza A

Anak perempuan sedang flu
Freepik

Influenza A merupakan jenis virus influenza yang paling sering menyebabkan wabah penyakit dalam skala besar. Virus ini dapat menyerang manusia maupun hewan, sehingga memiliki potensi penyebaran yang lebih luas dibandingkan jenis influenza lainnya.

Salah satu alasan influenza A tergolong berbahaya adalah kemampuannya untuk bermutasi dengan cepat. Perubahan ini memungkinkan munculnya strain baru yang belum dikenali oleh sistem imun tubuh, sehingga risiko penularan dan tingkat keparahannya bisa lebih tinggi.

Saat terinfeksi influenza A, anak dapat mengalami sejumlah gejala berikut:

  • Demam, terkadang disertai menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Tubuh terasa lelah dan lemas
  • Batuk dan sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau berair

Gejala influenza A umumnya lebih berat dibandingkan jenis influenza lainnya. Pada kondisi tertentu, terutama pada kelompok rentan, infeksi ini dapat memicu komplikasi seperti pneumonia jika tidak ditangani dengan baik.

Influenza B

Anak laki-laki sedang flu
Freepik

Berbeda dengan influenza A, virus influenza B hanya ditemukan pada manusia. Meski tidak menyebabkan pandemi global, jenis influenza ini tetap dapat memicu epidemi musiman dan kerap menyebar di lingkungan dengan aktivitas tinggi, seperti sekolah atau tempat berkumpul lainnya.

Gejala influenza B umumnya mirip dengan influenza A, tetapi cenderung lebih ringan. Meski begitu, orangtua tetap perlu waspada karena kondisi ini dapat mengganggu aktivitas anak jika tidak ditangani dengan tepat.

Beberapa gejala influenza B yang dapat muncul, antara lain:

  • Demam
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan

Secara umum, penanganan influenza B bertujuan untuk meredakan gejala dan membantu proses pemulihan. Jika keluhan tidak membaik atau justru bertambah parah, orangtua disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Influenza C

Anak perempuan sedang sakit dan dirawat oleh Mama
Freepik

Influenza C merupakan jenis virus influenza yang umumnya menyebabkan infeksi ringan pada saluran pernapasan. Dibandingkan influenza A dan B, jenis ini jarang menimbulkan penyakit dengan tingkat keparahan tinggi maupun wabah dalam skala besar.

Gejala influenza C biasanya mirip dengan flu biasa, seperti pilek ringan atau batuk. Karena itu, banyak orang tidak menyadari pernah terinfeksi virus ini. Pada orang dengan kondisi tubuh yang sehat, gejala influenza C umumnya akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Meski tergolong ringan, influenza C tetap perlu diperhatikan. Pada bayi, anak, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, infeksi ini berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Influenza D

Anak laki-laki sedang sakit
Freepik

Influenza D merupakan jenis virus influenza yang relatif baru dan lebih banyak ditemukan pada hewan, seperti sapi dan babi. Hingga saat ini, virus influenza D belum terbukti menular dari hewan ke manusia.

Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2011 dan diketahui memiliki inang utama pada hewan ternak. Oleh karena itu, dampak influenza D lebih banyak berkaitan dengan dunia peternakan dibandingkan kesehatan manusia.

Meski demikian, para peneliti masih terus mempelajari karakteristik virus ini. Beberapa ahli memprediksi bahwa pola penularannya dapat menyerupai virus influenza pada umumnya, meskipun hingga kini belum ditemukan bukti penularan pada manusia.

Itulah pembahasan mengenai empat jenis influenza dan gejalanya yang perlu diketahui orangtua. Dengan mengenali perbedaan setiap jenis influenza, orangtua diharapkan dapat lebih waspada serta mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan anak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More

Anak Rewel dan Menolak Tidur? Ketahui Fakta Tanda Anak Kelelahan

19 Jan 2026, 13:39 WIBKid