Masa-masa pertumbuhan si Kecil pasti selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh Mama dan Papa setiap harinya.
Mulai dari kata pertamanya, senyuman pertamanya, hingga usaha mereka untuk mulai merangkak.
Namun, di balik rasa antusias tersebut, tidak jarang terselip rasa cemas di hati Mama dan Papa ketika melihat anak seusianya sudah bisa melakukan hal-hal baru, sementara si Kecil tampak memerlukan waktu yang sedikit lebih lama.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, dr. Citra, SpA, IBCLC, Mkes dalam Instagramnya @citra_amelinda mengingatkan para orangtua agar tidak langsung membandingkan tumbuh kembang anak dengan anak lainnya.
Sebagai orangtua, wajar sekali jika Mama merasa was-was atau overthinking saat memantau setiap tahapan kemampuan dan perilaku anak di rumah.
Menurut pandangan medis yang diperkuat oleh penjelasan dr. Citra, SpA, IBCLC, Mkes, sekitar 5-10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan atau yang biasa disebut dengan developmental delay.
Maksud dari kondisi tersebut adalah anak memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai satu atau lebih fase penting dalam hidupnya.
Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk mengetahui batasan antara "setiap anak punya waktunya sendiri" dengan tanda-tanda keterlambatan yang memerlukan penanganan medis segera.
Agar Mama dan Papa tidak salah langkah dalam mendampingi tumbuh kembang si Kecil, yuk lebih waspada anak developmental delay, kenali tanda-tandanya sejak dini di Popmama.com!
