Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Lighthouse Parenting? Kenali Manfaatnya untuk Anak
Pexels/Pavel Danilyuk
  • Lighthouse parenting menempatkan orangtua sebagai pembimbing yang memberi arahan dan perlindungan seperlunya, tanpa mengambil alih tantangan yang dihadapi anak agar mereka belajar mandiri dan tangguh.

  • Pendekatan ini membantu anak mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan memecahkan masalah, serta ketahanan mental, sambil menjaga hubungan hangat antara orangtua dan anak.

  • Dalam praktiknya, orangtua memberi batasan jelas namun tetap memberi ruang bagi anak untuk belajar dari pengalaman, memahami tanggung jawab, dan menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses tumbuh.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap orangtua tentu ingin melindungi anak dari berbagai kesulitan. Namun, di sisi lain, anak juga perlu belajar menghadapi tantangan agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh. Bayangkan saat anak sedang belajar bersepeda.

Mama mungkin akan menemani di sampingnya, mengawasi dari dekat, dan siap membantu jika ia terjatuh. Namun, Mama tidak bisa terus memegang sepeda tersebut selamanya. Pada akhirnya, anak perlu mengayuh sendiri agar dapat belajar menjaga keseimbangan dan percaya pada kemampuannya.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan lighthouse parenting? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya.

1. Apa itu lighthouse parenting?

Pexels/Ketut Subiyanto

Lighthouse parenting adalah gaya pengasuhan yang menempatkan orangtua sebagai sosok pembimbing, bukan pengendali.

Dalam praktiknya, Mama dan Papa tetap hadir untuk memberikan arahan, melindungi anak dari risiko yang benar-benar berbahaya, serta menjadi tempat ketika anak membutuhkan bantuan. Namun, orangtua tidak mengambil alih setiap tantangan yang dihadapi anak.

Konsep ini diperkenalkan oleh dokter anak sekaligus pakar perkembangan remaja, dr. Kenneth Ginsburg.

Menurutnya, anak justru membutuhkan kesempatan untuk menghadapi masalah sesuai usianya agar mampu mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan, dan ketahanan diri (resilience).

Artinya, tugas orangtua bukan memastikan jalan hidup anak selalu mulus tanpa hambatan.

Justru, orangtua membantu membekali anak dengan keterampilan yang mereka perlukan untuk melewati setiap tantangan tersebut.

2. Mengapa orangtua mulai menerapkan lighthouse parenting?.

Pexels/Gustavo Fring

Tidak sedikit orangtua yang merasa harus selalu hadir dalam setiap aspek kehidupan anak. Mulai dari menyelesaikan konflik dengan teman, mengingatkan setiap tugas sekolah, hingga mengambil keputusan yang sebenarnya sudah mampu dilakukan anak sendiri.

Padahal, keinginan untuk terus melindungi anak terkadang justru membuat mereka kehilangan kesempatan untuk belajar bertanggung jawab.

Ketika semua masalah selalu diselesaikan oleh orangtua, anak bisa tumbuh dengan rasa takut mengambil keputusan atau mudah menyerah saat menghadapi kesulitan.

Karena itulah, lighthouse parenting dianggap sebagai pendekatan yang lebih seimbang.

Orangtua tetap menjadi sosok yang memberikan rasa aman, tetapi juga percaya pada kemampuan anak untuk belajar melalui pengalaman. Dengan begitu, anak mengetahui bahwa mereka tidak sendirian, tetapi juga tidak selalu bergantung pada bantuan orangtua

3. Perbedannya dengan helicopter parenting

Pexels/Seljan Salimova

Sekilas, lighthouse parenting dan helicopter parenting sama-sama menunjukkan besarnya perhatian orangtua terhadap anak. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Pada helicopter parenting, orangtua cenderung terus mengitari kehidupan anak. Mereka berusaha menghindarkan anak dari rasa kecewa, menyelesaikan masalah sebelum anak menghadapinya, bahkan terkadang ikut campur dalam keputusan-keputusan kecil yang sebenarnya bisa diambil sendiri oleh anak.

Sementara itu, lighthouse parenting justru mengajarkan orangtua untuk memberikan ruang.

Mama dan Papa tetap mengawasi dari kejauhan, tetapi tidak langsung turun tangan setiap kali anak mengalami kesulitan.

Orangtua hanya akan membantu ketika situasi memang membutuhkan pendampingan atau ketika keselamatan anak benar-benar terancam. Pendekatan ini membantu anak memahami bahwa kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan bagian dari proses belajar.

4. Manfaat lighthouse parenting bagi anak

Pexels/Gustavo Fring

Ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan anak ketika orangtua menerapkan pendekatan lighthouse parenting secara konsisten.

  • mereka belajar mempercayai kemampuan yang dimiliki,

  • kemampuan memecahkan masalah ikut berkembang,

  • anak memiliki ketahanan mental atau resilience yang lebih baik.

Selain itu, hubungan antara orangtua dan anak juga cenderung lebih hangat.

Anak tidak melihat orangtuanya sebagai sosok yang selalu menghakimi atau mengatur, melainkan sebagai tempat yang aman untuk bercerita dan meminta bantuan kapan pun dibutuhkan.

5. Cara menerapkan lighthouse parenting

Pexels/Pavel Danilyuk

Menerapkan lighthouse parenting bukan berarti membiarkan anak melakukan apa saja tanpa aturan. Mama tetap perlu memberikan batasan yang jelas sekaligus kesempatan bagi anak untuk belajar mandiri.

Misalnya, ketika anak mengalami konflik kecil dengan temannya, Mama bisa mengajak anak berdiskusi tentang apa yang terjadi dan menanyakan solusi apa yang menurutnya paling baik.

Dengan begitu, anak belajar berpikir kritis sebelum Mama memberikan masukan.

Contoh lainnya adalah ketika anak lupa membawa perlengkapan sekolah. Selama situasinya masih aman, Mama tidak harus selalu langsung mengantarkannya. Pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran agar anak lebih bertanggung jawab dalam mempersiapkan kebutuhannya sendiri di kemudian hari.

Hal terpenting dalam lighthouse parenting adalah menunjukkan kepada anak bahwa orangtua selalu siap membantu, tetapi tidak akan mengambil alih semua tantangan yang menjadi bagian dari proses tumbuh kembang mereka.

Sebagai orangtua, wajar jika Mama ingin melindungi anak dari rasa kecewa atau kegagalan.

Namun, pengalaman-pengalaman tersebut justru menjadi bekal penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan mampu menghadapi kehidupan.

Melalui lighthouse parenting, Mama dan Papa dapat tetap menjadi sosok yang selalu hadir, sekaligus membantu anak belajar menghadapi kehidupan dengan lebih percaya diri.

Editorial Team

Related Article