Balita 4 Tahun Tewas dalam Kebakaran di Surabaya, Sang Mama Ungkap Duka Mendalam

- Kebakaran di Jalan Petemon Timur, Surabaya menewaskan balita 4 tahun bernama Kyaranissa Kamila Susetyo, sementara sang kakak berhasil selamat dengan memecahkan kaca jendela.
- Ibunda korban, Dhea Choirunissa, mengungkapkan kesedihan mendalam lewat unggahan Instagram berisi pesan haru dan doa untuk putrinya yang meninggal dalam peristiwa tragis tersebut.
- Unggahan duka Mama Dhea viral dan mendapat ratusan komentar dukungan dari netizen yang turut mendoakan serta menyemangati dirinya dan sang kakak yang masih berduka.
Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Petemon Timur, Kecamatan Sawahan, Surabaya pada Senin (22/6/2026) lalu.
Peristiwa tragis ini merenggut nyawa seorang balita perempuan berusia 4 tahun, diketahui bernama Kyaranissa Kamila Susetyo.
Gadis kecil yang akrab disapa Kyara ini ditemukan tewas dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.20 WIB tersebut. Sementara kakaknya, Aldery Ahmad Susetyo (11), berhasil menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca jendela.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Laksita Rini menjelaskan sebanyak 10 unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api, tapi naas nasib gadis kecil itu tak berhasil diselamatkan.
Dhea Choirunissa Sekar Arum, Mama dari korban kebakaran ini pun membagikan duka mendalam setelah kehilangan putri tercinta yang viral mengundang beragam komentar haru dari netizen.
Untuk mengetahui kronologi dan ungkapan duka mendalam sang Mama, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.
1. Kakak korban sempat meminta adiknya lompat untuk menyelamatkan diri

Dalam pemberitaan yang viral di media sosial, terungkap kronologi menyayat hati saat kebakaran berlangsung. Kedua kakak beradik anak dari Mama Dhea itu berada di dalam rumah ketika api mulai membesar di lantai 2.
Sang kakak, Aldery, disebut sudah berusaha menyelamatkan adiknya dengan meminta Kyaranissa untuk melompat dari jendela. Ia bahkan berjanji akan menangkap adiknya jika adik berani melompat.
Namun, Kyaranissa yang masih berusia 4 tahun dilanda ketakutan yang luar biasa. Ia tidak berani melompat meskipun kakaknya sudah berusaha membujuknya.
Keduanya pun terpisahkan dalam kepanikan saat api semakin membesar. Aldery akhirnya menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca jendela dan melompat keluar.
Sementara Kyaranissa yang masih terjebak di dalam akhirnya tewas terbakar pada kebakaran 22 Juni 2026 lalu, tapi jasadnya ditemukan utuh tanpa tersentuh api.
2. Pesan sang Mama yang masih dilanda duka

Melalui akun Instagram pribadinya @dheachoirunissa, sang Mama mengutarakan kesedihan yang mendalam atas kepergian putri tercintanya.
Dalam unggahan berisi kumpulan foto, ia menulis pesan singkat yang menggambarkan kehilangan terbesarnya.
"Adek anak yang luar biasa hebat. Love you, Kyara. 13 November 2020 - 22 Juni 2026," tulis Mama Dhea dengan penuh haru.
Dalam unggahan lainnya, sang Mama kembali mengenang momen saat putri kecilnya bermain. Ia menuliskan pesan manis menyentuh yang menggambarkan duka mendalam yang ia rasakan.
"Assalamualaikum nak, apa kabar adek disana sayang? Tempat bermain dan perusutannya lebih indah ya? Ada yupi dan ice cream cokelat ya sayang? Ada kentang goreng kesukaan adek? Ada sepeda warna pink juga?" tulisnya lirih.
Mama Dhea juga mengungkapkan perasaannya yang hancur, sedih, depresi, kecewa, dan marah pada diri sendiri. Namun, ia menyadari bahwa Allah lebih sayang kepada putrinya hingga jasadnya tetap utuh tidak tersentuh api.
"MasyaAllah maha baik Allah. Begitu besarnya rasa cinta Allah sama adek," tambahnya. Ia bertekad untuk menjaga dan merawat kakak Kyaranissa, Aldery, dengan sepenuh jiwa.
3. Doa dan dukungan mengalir untuk Mama Dhea

Unggahan viral tersebut mengundang banyak respon dari netizen yang turut merasakan duka mendalam. Ratusan komentar berisi doa dan dukungan membanjiri akun Instagram Mama Dhea.
Seorang mama berkomentar dengan penuh empati, "Ma... Dibatas pilihan kita ada takdir Allah, berasa bgt paling pilu pasti adalah 'rasa bersalah', andai saja... Andai saja.... Tp ma, menerima ketetapan Allah jauh lbh menenangkan hatimu dan satu2nya pilihan terbaik... Love you mom, semoga kakak juga lekas pulih hatinya."
Komentar lain datang dari netizen yang menyemangati sang Mama, "Walaupun aku gk kenal kalian..tp aku cm mau blng buat mama yang kuat ya..jangan lupa makan, kalau mama sakit siapa yg menguatkan mas Al.. buat ade ara yg cantik surga ditempatmu nak."
Yang paling mengharukan, seorang Mama lain yang bernasib serupa turut berkomentar, "Dek ketemu sama anakku ya, Ghuma. Pasti skrg lagi main bareng, anakku pasti happy ketemu temen baru. Anakku juga lahir 2020, meninggal 2026. Kak, kita kuat ya. Nanti ketemu lagi disana sama anak2."
Dibalik semua duka yang ia tampilkan, netizen turut menyoroti kondisi Mama Dhea yang diketahui selama ini menjalani peran sebagai single mom.
Kini setelah kepergian si Kecil Kyara, Mama Dhea hanya tinggal bersama putra semata wayangnya, Aldery, yang masih harus memulihkan diri dari momen menyakitkan saat berpisah dengan adik tercintanya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini. Selamat jalan, Kyaranissa, semoga damai di sisi-Nya.





















