Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Alergi Anak Makin Meningkat? Ini Penjelasan dan Tips dari Dokter Anak

Alergi Anak Makin Meningkat? Ini Penjelasan dan Tips dari Dokter Anak
Magnefic/mdjaff
Intinya Sih
  • dr. Yuni Astria menjelaskan peningkatan alergi anak dipicu perubahan gaya hidup modern yang mengurangi paparan mikroba alami, sehingga sistem imun jadi lebih sensitif terhadap alergen.
  • Gaya hidup masa kini seperti persalinan C-section, penggunaan antibiotik berlebih, dan pola makan kurang seimbang menurunkan keragaman bakteri baik di usus anak.
  • Polusi udara dan perubahan iklim memperparah risiko alergi, sementara pencegahan bisa dilakukan lewat ASI eksklusif, konsumsi probiotik-prebiotik, serta kebiasaan sehat sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Alergi saat ini seolah menjadi hal yang umum, ya. Muai dari ruam, bersin-bersin, sampai eksim, sepertinya semakin banyak anak yang mengalaminya.

Pertanyaan besar pun muncul, "Apa yang salah dengan gaya hidup modern kita, ya?"

Menyikapi semakin meningkatkan alergi pada anak, dr. Yuni Astria, SpA, seorang dokter spesialis anak membagikan pandangannya melalui akun Instagram pribadinya.

Menurut dr. Yuni, kunci utamanya terletak pada perubahan gaya hidup yang signifikan dibandingkan beberapa dekade lalu. Salah satu konsep yang berkembang adalah 'Microbiome Hypothesis' sebagai penyempurnaan dari 'Hygiene Hypothesis'.

Intinya, sistem imun anak membutuhkan latihan dan kenalan dengan berbagai mikroba sejak dini agar bisa bekerja dengan baik dan tidak mudah bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya, alias alergen.

Nah, biar Mama nggak bingung lagi ketika menghadapi si Kecil yang alergi, berikut Popmama.com rangkumkan penjelasan dr. Yuni mengenai apa saja penyebab alergi dan bagaimana langkah bijak yang bisa dilakukan.

1. Anak perlu bermain di alam

anak dan mama berkebun
Magnific/rawpixles.com

Mungkin selama ini Mama berpikir lingkungan yang super bersih adalah kunci anak sehat. Alhasil, tanpa sadar banyak orangtua yang mungkin terlalu protektif agar anaknya tidak bermain di dunia luar.

Padahal faktanya sedikit berbeda, lho. Dalam penjelasan dr. Yuni dalam unggahannya, paparan mikroba yang wajar dan beragam di awal kehidupan justru sangat penting untuk mematangkan sistem imun si Kecil.

Lingkungan yang terlalu steril membuat sistem imun jadi lebih galak dan salah sasaran, sehingga gampang bereaksi terhadap debu, serbuk sari, atau makanan tertentu.

Nah, inilah yang disebut sebagai Hygiene Hypothesis yang kini berkembang menjadi Microbiome Hypothesis.

Anak-anak perlu berinteraksi dengan lingkungan dan alam secara aman karena paparan mikroba yang beragam itu membantu perkembangan sistem imun dan toleransi terhadap alergen.

Jadi, biarkan si Kecil main tanah, rumput, atau pasir di taman ya, Ma. Setelah itu, cukup cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

2. Gaya hidup modern mengubah bakteri baik di usus

anak memasak
Magnific/pvproductions

Perlu diingat bahwa usus adalah pusat benteng kekebalan tubuh, Ma. Nah, haya hidup masa kini ternyata telah mengubah keragaman bakteri baik di pencernaan anak.

Beberapa faktor yang sangat berpengaruh adalah meningkatnya angka persalinan C-section, di mana anak melewatkan paparan bakteri baik dari jalan lahir.

Selain itu, penggunaan antibiotik yang kurang rasional pada tahun-tahun pertama kehidupan juga ikut mengurangi kolonisasi bakteri baik di usus.

Faktor lainnya adalah pola makan yang kurang mendukung pertumbuhan bakteri baik. Semua ini saling berkaitan dan memengaruhi perkembangan mikrobioma usus, yang pada akhirnya berdampak pada pematangan sistem imun dan metabolik anak.

Jadi, menjaga kesehatan usus si Kecil adalah investasi jangka panjang untuk tumbuh kembangnya, Ma, termasuk mencegah timbulnya alergi.

3. Polisi udara dan perubahan iklim memicu peradangan

anak pemalu bersama Mamanya
Magnific/prostooleh

Selain faktor internal, dr. Yuni juga menjelaskan bahwa faktor eksternal seperti perubahan iklim dan polusi udara juga berkontribusi besar terhadap lonjakan kasus alergi, Ma.

Meningkatnya polusi udara, khususnya partikel halus dari asap kendaraan atau pembakaran, secara langsung memicu stres oksidatif dan peradangan pada saluran pernapasan anak yang masih berkembang.

Nah, kondisi seperti inilah yang turut berkontribusi pada meningkatnya kasus asma dan rhinitis alergi pada anak.

4. Ini yang bisa dilakukan orangtua

dokter memeriksa kondisi pasien anak
Magnific/freepik

Melihat banyaknya faktor pemicu, tentu Mama bertanya-tanya, apa yang bisa dilakukan untuk melindungi si Kecil?

Dalam unggahannya,dr. Yuni memberikan beberapa tips penting salah satu yang penting adalah memaksimalkan pemberian ASI eksklusif, sebagai prebiotik alami yang spesifik menumbuhkan bakteri pelindung alergi di usus bayi.

Nah, yang nggak kalah penting adalah bijak menggunakan antibiotik. Ingat, demam dan batuk pilek umumnya disebabkan oleh virus dan tidak membutuhkan antibiotik, kecuali terindikasi adanya infeksi bakteri.

Jadi, jangan sembarangan memberi antibiotik ketika anak sakit ya, Ma. Karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus anak dalam waktu yang cukup lama.

5. Perkenalkan probiotik dan prebiotik

anak makan
Pexels/Jep Gambardella

Selain itu, Mama juga bisa mulai mengenalkan probiotik dan prebiotik dalam menu si Kecil, yang bertugas memperkuat dinding usus dan membantu mencegah alergi.

Contoh makanan kaya probiotik adalah yoghurt, kimchi, tempe, dan keju. Sementara prebiotik banyak ditemukan di pisang, brokoli, apel, kacang-kacangan, dan bawang putih.

Jangan lupa juga untuk berikan MPASI rumahan dengan menu bervariatif, bisa dengan menu keluarga yang disesuaikan teksturnya sesuai usia.

Yang perlu diingat, dr. Yuni juga menambahkan bahwa meskipun serat itu baik, jangan berikan porsi sayur berlebihan pada bayi dan batita karena justru berisiko memicu konstipasi. Fokuskan pada keseimbangan gizi, terutama protein hewani dan mikronutrien lainnya.

Dengan memahami penyebab dan menerapkan langkah-langkah pencegahan dari dokter anak, Mama bisa membantu si Kecil tumbuh dengan sistem imun yang lebih kuat dan siap menghadapi lingkungan sekitarnya.

Kuncinya adalah keseimbangan, bukan menghindari semuanya, tapi membekali anak dengan kebiasaan sehat sejak dini. Semoga informasinya bermanfaat untuk bantu optimalkan tumbuh kembang si Kecil, ya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More