Membangunkan anak untuk sahur sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Alih-alih bangun dengan tenang, tidak sedikit anak yang justru menangis, marah, atau kembali tertidur karena masih mengantuk berat.
Situasi ini wajar terjadi, terutama ketika sahur dilakukan pada dini hari saat tubuh anak belum sepenuhnya siap untuk terjaga. Secara ilmiah, sekitar pukul 03.00 dini hari merupakan fase deep sleep atau tidur nyenyak pada siklus tidur anak.
Jika mereka dibangunkan secara tiba-tiba, otak dapat mengalami sleep inertia, yaitu kondisi transisi bangun yang membuat anak merasa pusing, mual, bingung, hingga emosinya menjadi tidak stabil.
Tak heran, reaksi rewel atau marah sering muncul saat sahur.
Nah, kali ini Popmama.com siap membahas cara membangunkan anak sahur agar tidak rewel.
