Time-out bisa jadi salah satu cara mendisiplinkan anak ketika mereka melanggar aturan yang berlaku. Cara mendisiplinkan ini bekerja dengan baik pada sebagian orangtua.
Sebab, saat melakukan time-out anak-anak akan merenungi kesalahan yang ia perbuat. Dengan demikian, anak tidak akan mengulang kesalahan yang sama di kemudian hari.
Selain itu, time-out pun bisa menjadi alarm untuk anak-anak sebelum mereka melanggar peraturan yang telah diterapkan lainnya.
Setiap set waktu time-out berbeda-beda. Biasanya anak akan mendapatkan waktu time-out satu menit per tahunnya. Contohnya, anak mama berumur 5 tahun, maka ia akan mendapat waktu time-out selama 5 menit.
Mama juga dapat meminta anak-anak berhitung sambil melakukan time-out. Namun, bisa juga dengan memasang timer di dekatnya.
Saat Mama ingin menghukum anak dengan time-out, mintalah dengan cara setenang mungkin namun tetap tegas. Ingat ya Ma, jangan sampai berteriak atau membentaknya. Ini malah akan merusak momen time-out bagi anak.
Jika ada yang ingin disampaikan, pegang bahu anak. Bicarakan secara berhadapan dengan suara pelan. Biaca saling menatap akan lebih efektif agar anak bisa memahaminya. Jelaskan apa yang Mama inginkan sebelum anak memulai fase time-out.
Mama dapat memintanya dengan cara, "Kamu lakukan time-out dulu sekarang dan kembali saat waktu sudah selesai. Kita bicarakan kembali pelanggaran yang telah kamu buat setelah kamu merenunginya."
Tak hanya untuk anak-anak, time-out pun merupakan cara mendisiplinkan yang baik untuk para remaja.
Itulah cara mendisiplikan anak tanpa orangtua merasa emosi. Usahakan untuk tidak menyisakan kenangan buruk pada anak ya, Ma.