Kemampuan berbahasa merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah. Melalui bahasa, anak belajar menyampaikan keinginan, mengekspresikan emosi, serta membangun hubungan sosial. Namun, beberapa anak mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikirannya meskipun mereka memahami apa yang orang lain katakan. Kondisi ini dikenal sebagai expressive language disorder.
Dilansir dari laman understood.org, language disorder adalah gangguan komunikasi yang membuat seseorang kesulitan menggunakan atau memahami bahasa lisan. Kondisi ini bukan berkaitan dengan gangguan pendengaran atau kecerdasan. Anak dengan language disorder memiliki tingkat kecerdasan yang sama, tetapi mengalami tantangan dalam keterampilan bahasa.
Secara umum, terdapat tiga jenis language disorder, yaitu:
expressive language disorder (kesulitan mengekspresikan bahasa),
receptive language disorder (kesulitan memahami bahasa),
mixed receptive-expressive language disorder (kesulitan memahami sekaligus mengekspresikan bahasa).
Pada expressive language disorder, anak biasanya memahami apa yang dikatakan orang lain, tetapi kesulitan menyampaikan pikirannya sendiri.
Berikut 5 ciri-ciri expressive language disorder pada anak usia prasekolah yang sudah Popmama.com rangkum.
