- 125–167 kkal,
- protein sekitar 21 gram,
- lemak 3–9 gram,
- kalsium 66–136 mg,
- fosfor sekitar 69 mg,
- mikronutrien penting seperti asam lemak omega-3, vitamin B12, dan vitamin D.
15 Ikan Laut Lokal yang Bernutrisi Tinggi, Cocok Jadi Menu Harian!

Ada 15 jenis ikan laut lokal Indonesia yang kaya protein, omega-3, vitamin, dan mineral penting untuk mendukung tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan keluarga.
Ikan-ikan seperti kembung, kakap, tenggiri, hingga tongkol disebut memiliki kandungan gizi tinggi yang membantu perkembangan otak, pembentukan otot, serta menjaga daya tahan tubuh.
Selain bernutrisi lengkap dan mudah ditemukan di pasar lokal, ikan-ikan ini juga lebih terjangkau dibanding ikan impor sehingga cocok dijadikan menu sehat harian keluarga.
Sebagai orang tua, Mama tentu ingin memberikan asupan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.
Salah satu pilihan yang tidak boleh dilewatkan adalah ikan. Selain menjadi sumber protein berkualitas tinggi, ikan juga kaya akan omega-3, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Menariknya, Indonesia memiliki banyak jenis ikan lokal yang kandungan gizinya tidak kalah dengan ikan impor.
Melalui unggahan di akun Instagram @dr.herlin.ramadhanti, ia membagikan rekomendasi berbagai ikan laut yang sering menjadi pilihan untuk menu keluarga.
Menurutnya, ikan-ikan lokal tersebut kaya akan nutrisi dan dapat menjadi sumber protein hewani yang baik untuk dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Tak hanya mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket, sebagian besar ikan lokal juga memiliki harga yang lebih terjangkau.
Nah, jika Mama sedang mencari inspirasi menu sehat untuk keluarga, berikut Popmama.com telah merangkum ikan laut lokal padat nutrisi yang bisa menjadi pilihan.
1. Ikan kembung banjar

Ikan kembung menjadi salah satu ikan lokal yang dikenal memiliki kandungan gizi lengkap.
Selain mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket dengan harga yang relatif terjangkau, ikan ini juga menyimpan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan anak selama masa pertumbuhan.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan kembung mengandung energi sekitar:
Tak sedikit yang menyebut ikan kembung sebagai salmon versi lokal karena kandungan omega-3, terutama DHA dan EPA, yang cukup tinggi.
Asam lemak esensial ini berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan sistem saraf anak, membantu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, hingga kemampuan belajar.
Sementara vitamin B12 berfungsi membantu pembentukan sel darah merah sehingga dapat mengurangi risiko anemia pada anak.
Di sisi lain, vitamin D, kalsium, dan fosfor bekerja sama menjaga kesehatan tulang dan gigi serta membantu penyerapan kalsium secara optimal.
Selain kaya nutrisi, ikan kembung juga mengandung selenium yang berfungsi sebagai antioksidan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
2. Ikan kakap (merah atau putih)

Jika Mama sedang mencari ikan dengan kandungan protein tinggi tetapi rendah lemak, ikan kakap bisa menjadi pilihan yang tepat.
Ikan laut ini dikenal memiliki daging berwarna putih, tekstur yang lembut, serta rasa yang gurih tanpa aroma amis yang terlalu kuat.
Karakteristik tersebut membuat ikan kakap lebih mudah diterima oleh anak-anak, terutama bagi mereka yang masih memilih-milih makanan.
Dalam setiap 100 gram ikan kakap terdapat sekitar:
- 100 kkal energi,
- 20–21 gram protein,
- 1–2 gram lemak,
- fosfor sekitar 198 mg,
- kalium sekitar 417 mg,
- vitamin B12.
Kandungan lemaknya yang relatif rendah menjadikan ikan kakap sebagai sumber protein hewani yang baik bagi anak, sekaligus cocok menjadi bagian dari pola makan keluarga yang lebih sehat.
Protein berkualitas tinggi pada ikan kakap berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk membentuk massa otot, memperbaiki jaringan yang rusak, serta menghasilkan enzim dan hormon yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.
Asupan protein yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh agar anak tidak mudah sakit.
Selain protein, ikan kakap juga kaya akan fosfor yang bekerja sama dengan kalsium untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi.
3. Ikan tenggiri

Selain sering diolah menjadi pempek, bakso ikan, otak-otak, atau siomay, ikan tenggiri juga memiliki nilai gizi yang tinggi.
Ikan laut ini dikenal memiliki daging yang tebal, lembut, dan minim duri sehingga lebih praktis diolah menjadi berbagai menu yang disukai anak.
Tak heran jika tenggiri menjadi salah satu pilihan ikan yang sering hadir di meja makan keluarga.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan tenggiri mengandung sekitar:
- 21 gram protein,
- 3–5 gram lemak,
- asam lemak omega-3,
- vitamin D,
- vitamin B12.
Kombinasi nutrisi tersebut membuat ikan tenggiri menjadi sumber protein hewani yang baik untuk mendukung pertumbuhan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi harian anak.
Kandungan omega-3, terutama DHA dan EPA, berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan kesehatan mata anak.
Nutrisi ini membantu pembentukan sel-sel otak, meningkatkan kemampuan berpikir, konsentrasi, serta daya ingat.
Omega-3 juga berkontribusi dalam menjaga fungsi penglihatan sehingga mendukung proses belajar dan aktivitas anak sehari-hari.
Vitamin D yang terkandung di dalamnya membantu penyerapan kalsium dan fosfor secara optimal sehingga tulang dan gigi anak tumbuh lebih kuat.
Tak kalah penting, vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah serta menjaga kesehatan sistem saraf agar fungsi tubuh dapat bekerja dengan baik.
4. Ikan Barakuda

Meski belum sepopuler ikan laut lainnya, ikan barakuda memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah bermanfaat.
Ikan yang hidup di perairan tropis ini dikenal memiliki daging berwarna putih, tekstur yang padat, serta cita rasa yang gurih.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan barakuda mengandung sekitar:
- 20 gram protein,
- lemak dalam jumlah relatif rendah,
- vitamin B12,
- fosfor.
Protein berkualitas tinggi pada ikan barakuda dibutuhkan tubuh untuk membentuk massa otot, memperbaiki jaringan yang rusak, serta menghasilkan berbagai enzim dan hormon yang mendukung fungsi tubuh.
Asupan protein yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga anak dapat lebih aktif menjalani aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah dan membantu menjaga kesehatan sistem saraf.
Nutrisi ini juga penting untuk mendukung perkembangan otak dan mencegah anemia akibat kekurangan vitamin B12.
Di sisi lain, kandungan fosfor bekerja bersama kalsium untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi, serta mendukung berbagai proses metabolisme yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Meski bergizi, Mama juga perlu memperhatikan ukuran ikan barakuda yang dikonsumsi.
Barakuda berukuran besar berpotensi mengandung merkuri lebih tinggi karena berada di puncak rantai makanan laut.
5. Ikan selar tetengkek

Ikan selar tetengkek, yang di beberapa daerah juga dikenal sebagai ikan selikur atau ikan singkur, merupakan salah satu ikan laut yang mudah dijumpai di perairan Indonesia.
Selain harganya relatif terjangkau, ikan ini memiliki daging yang gurih dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari digoreng, dipanggang, hingga dimasak berkuah.
Kandungan gizinya pun menjadikan ikan selar tetengkek sebagai salah satu pilihan ikan yang baik untuk menu keluarga.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan selar tetengkek mengandung:
- sekitar 20 gram protein,
- asam lemak omega-3,
- kalsium,
- fosfor.
Kombinasi nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan otak anak.
Protein berkualitas tinggi pada ikan selar tetengkek dibutuhkan untuk membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, mendukung pertumbuhan massa otot, serta membantu produksi enzim dan hormon yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.
Asupan protein yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh agar anak tetap aktif menjalani kegiatan sehari-hari.
Agar manfaat gizinya tetap optimal, Mama dapat mengolah ikan selar tetengkek dengan cara dikukus, dipanggang, atau dimasak menjadi sup.
6. Ikan kerapu

Kerapu dikenal memiliki daging yang tebal, lembut, dan bercita rasa gurih sehingga menjadi salah satu ikan laut favorit untuk berbagai olahan.
Selain rasanya yang lezat, ikan kerapu juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Kandungan lemaknya yang relatif rendah menjadikannya pilihan tepat bagi keluarga yang ingin menyajikan menu tinggi protein namun tetap sehat.
Dalam setiap 100 gram ikan kerapu terkandung sekitar:
- 19–20 gram protein,
- vitamin B12,
- fosfor, serta lemak dalam jumlah yang relatif rendah.
Kombinasi nutrisi tersebut membantu memenuhi kebutuhan protein harian anak sekaligus mendukung berbagai fungsi penting dalam tubuh.
Protein pada ikan kerapu berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk massa otot, serta mendukung proses pertumbuhan.
Sementara itu, vitamin B12 membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf.
Kandungan fosfor bekerja bersama kalsium untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi, sekaligus mendukung proses metabolisme yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Tubuh ikan kerapu dilapisi lendir yang membuat permukaannya licin, terlebih jika ikan masih hidup atau baru ditangkap.
Untuk mempermudah proses pembersihan, Mama dapat menggunakan sarung tangan atau penjepit ikan agar lebih mudah memegangnya.
7. Ikan kuwe

Selain memiliki cita rasa yang lezat, ikan kuwe juga menyimpan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan.
Ikan laut ini dikenal memiliki daging yang tebal, lembut, dan tidak mudah hancur saat dimasak.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan kuwe mengandung sekitar:
- 21 gram protein,
- vitamin B12,
- fosfor,
- selenium.
Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan ikan kuwe sebagai salah satu sumber protein hewani yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Protein berkualitas tinggi pada ikan kuwe berperan dalam membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, mendukung pertumbuhan massa otot, serta membantu produksi enzim dan hormon yang dibutuhkan oleh tubuh.
Asupan protein yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga anak dapat beraktivitas dengan lebih optimal setiap hari.
Tak hanya itu, kandungan selenium pada ikan kuwe berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh.
Sementara itu, vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi sistem saraf agar tetap bekerja dengan baik.
Fosfor yang terkandung di dalamnya juga membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi serta mendukung proses metabolisme tubuh selama masa pertumbuhan.
8. Ikan tongkol

Tongkol merupakan salah satu ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau, dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat.
Mulai dari tongkol balado, tongkol suwir, hingga pepes tongkol, ikan ini menjadi menu andalan di banyak keluarga.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan tongkol mengandung sekitar:
- 23–24 gram protein,
- asam lemak omega-3,
- zat besi,
- serta lemak dalam jumlah yang relatif rendah.
Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan tongkol sebagai salah satu sumber protein hewani yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak.
Kandungan protein yang tinggi berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk massa otot, serta mendukung pertumbuhan tinggi badan.
Tak hanya itu, ikan tongkol juga mengandung zat besi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Asupan zat besi yang cukup dapat membantu menurunkan risiko anemia yang dapat menyebabkan anak mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat saat belajar maupun bermain.
Sementara itu, kandungan asam lemak omega-3 membantu mendukung perkembangan otak, menjaga fungsi kognitif, serta berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan mata.
9. Ikan teri

Meski berukuran kecil, ikan teri memiliki kandungan gizi yang sangat melimpah.
Ikan yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia ini sering diolah menjadi lauk pendamping, campuran sayur, atau camilan renyah.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan teri mengandung sekitar:
- 29 gram protein,
- kalsium,
- fosfor,
- zat besi dalam jumlah yang cukup tinggi.
Karena umumnya dikonsumsi bersama tulangnya, ikan teri menjadi salah satu sumber kalsium alami yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi anak.
Kandungan fosfor di dalamnya juga bekerja sama dengan kalsium untuk menjaga kepadatan tulang serta mendukung berbagai proses metabolisme dalam tubuh.
Tak hanya itu, protein berkualitas tinggi pada ikan teri berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk massa otot, serta membantu produksi enzim dan hormon yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Meski kaya nutrisi, Mama sebaiknya memperhatikan cara mengolah ikan teri.
Beberapa produk ikan teri asin mengandung natrium yang cukup tinggi karena melalui proses penggaraman.
Untuk anak, pilihlah ikan teri segar atau teri dengan kadar garam yang lebih rendah, lalu olah dengan cara ditumis bersama sayuran, dimasak menjadi sup, atau dijadikan campuran nasi agar gizinya tetap seimbang dan tidak berlebihan dalam asupan garam.
10. Ikan bawal

Bawal menjadi salah satu ikan favorit keluarga karena memiliki daging yang lembut, gurih, serta duri yang relatif sedikit sehingga lebih mudah dikonsumsi anak.
Ikan ini juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan, seperti ikan bakar, pepes, sup, atau dikukus.
Dalam setiap 100 gram ikan bawal terkandung sekitar:
- 20 gram protein,
- asam lemak omega-3,
- vitamin D.
Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan ikan bawal sebagai salah satu sumber protein hewani yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Protein pada ikan bawal berperan penting dalam membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, mendukung pertumbuhan massa otot, serta membantu produksi enzim dan hormon yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Asupan protein yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga anak dapat tetap aktif menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.
Kandungan asam lemak omega-3, terutama DHA dan EPA, berperan dalam mendukung perkembangan otak, meningkatkan kemampuan belajar, serta membantu menjaga kesehatan mata dan jantung.
Sementara itu, vitamin D membantu penyerapan kalsium dan fosfor secara optimal sehingga tulang dan gigi anak dapat tumbuh lebih kuat.
Nutrisi ini juga berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh agar anak tidak mudah terserang penyakit.
11. Ikan cakalang

Selain dikenal sebagai bahan utama berbagai masakan Nusantara, cakalang juga merupakan salah satu ikan laut yang kaya akan protein dan lemak sehat.
Ikan ini banyak diolah menjadi cakalang suwir, cakalang asap, hingga aneka hidangan berkuah yang menjadi favorit keluarga.
Selain cita rasanya yang gurih, ikan cakalang memiliki kandungan gizi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan cakalang mengandung sekitar:
- 24 gram protein,
- asam lemak omega-3,
- vitamin D,
- selenium.
Protein berkualitas tinggi pada ikan cakalang berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk massa otot, serta membantu produksi enzim, hormon, dan antibodi yang dibutuhkan tubuh.
Asupan protein yang cukup juga mendukung pertumbuhan tinggi badan dan membantu menjaga daya tahan tubuh agar anak tetap aktif menjalani aktivitas sehari-hari.
Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan fosfor sehingga tulang dan gigi anak tumbuh lebih kuat. Di sisi lain, selenium berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh.
Jika memilih cakalang asap atau olahan siap santap, sebaiknya perhatikan kandungan garamnya dan sajikan secukupnya, terutama untuk anak.
12. Ikan baronang

Baronang merupakan salah satu ikan laut yang cukup populer di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Ikan ini dikenal memiliki daging berwarna putih, tekstur yang lembut, serta cita rasa gurih sehingga cocok diolah menjadi berbagai hidangan, seperti ikan bakar, pepes, sup, atau dimasak kuah kuning.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan baronang mengandung sekitar:
- 19 gram protein,
- fosfor,
- vitamin B12.
Protein pada ikan baronang berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, mendukung pertumbuhan massa otot, serta membantu pembentukan enzim, hormon, dan antibodi yang dibutuhkan tubuh.
Asupan protein yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga anak dapat tumbuh sehat dan aktif menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain itu, kandungan fosfor bekerja bersama kalsium untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi serta mendukung proses pembentukan tulang selama masa pertumbuhan.
Sementara itu, vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah, membantu mencegah anemia, serta menjaga fungsi sistem saraf agar dapat bekerja secara optimal.
Nutrisi ini juga mendukung perkembangan otak dan kemampuan konsentrasi anak.
Pilih ikan yang masih segar dengan mata jernih, insang berwarna merah cerah, dan daging yang kenyal agar kandungan nutrisinya tetap optimal.
13. Ikan ekor kuning

Ikan ekor kuning menjadi salah satu pilihan lauk yang kaya nutrisi dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket.
Selain lezat, ikan ekor kuning juga mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan ekor kuning mengandung sekitar:
- 21 gram protein,
- asam lemak omega-3,
- fosfor, dan
- vitamin D.
Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan ikan ekor kuning sebagai salah satu sumber protein hewani yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak sekaligus menjaga kesehatan tubuhnya.
Protein berkualitas tinggi pada ikan ekor kuning berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, mendukung pertumbuhan massa otot, serta membantu pembentukan enzim, hormon, dan antibodi yang dibutuhkan tubuh.
Asupan protein yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga anak dapat beraktivitas dengan lebih optimal setiap hari.
Vitamin D yang terkandung di dalamnya membantu penyerapan kalsium dan fosfor secara optimal sehingga tulang dan gigi anak dapat tumbuh lebih kuat.
Fosfor juga berperan dalam menjaga kepadatan tulang serta mendukung proses metabolisme yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Selain mempertahankan kandungan nutrisinya, metode memasak tersebut juga menghasilkan tekstur daging yang tetap lembut sehingga lebih mudah dikunyah dan disukai anak.
Dengan kandungan protein, omega-3, serta vitamin dan mineral yang lengkap, ikan ekor kuning dapat menjadi salah satu pilihan menu sehat untuk keluarga.
14. Ikan pari

Ikan pari memiliki tekstur daging yang khas, padat, dan lembut setelah dimasak sehingga banyak diolah menjadi berbagai hidangan, seperti ikan bakar, gulai, hingga masakan berkuah.
Selain cita rasanya yang lezat, ikan laut ini juga mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan pari mengandung sekitar:
- 20 gram protein,
- vitamin B12,
- fosfor,
- selenium.
Kombinasi nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, menjaga kesehatan tulang, dan membantu berbagai fungsi tubuh selama masa perkembangan anak.
Protein berkualitas tinggi pada ikan pari dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, membentuk massa otot, serta membantu produksi enzim, hormon, dan antibodi.
Sementara itu, vitamin B12 membantu pembentukan sel darah merah serta menjaga kesehatan sistem saraf agar berfungsi dengan baik.
Kandungan fosfor bekerja sama dengan kalsium untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi, sekaligus mendukung proses metabolisme tubuh.
Selenium berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
Pastikan ikan dibersihkan dengan baik sebelum dimasak untuk mengurangi aroma khasnya.
15. Ikan parang-parang

Parang-parang merupakan salah satu ikan laut yang memiliki kandungan protein tinggi dan menjadi sumber gizi yang baik untuk keluarga.
Meski belum sepopuler tongkol atau kembung, ikan ini cukup banyak ditemukan di perairan Indonesia dan memiliki daging yang padat, gurih, serta mudah diolah menjadi berbagai hidangan, seperti ikan bakar, pepes, maupun masakan berkuah.
Dalam setiap 100 gramnya, ikan parang-parang mengandung sekitar:
- 20 gram protein,
- asam lemak omega-3,
- fosfor,
- selenium.
Kombinasi nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Protein berkualitas tinggi pada ikan parang-parang membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, mendukung pertumbuhan massa otot, serta berperan dalam pembentukan enzim, hormon, dan antibodi.
Fosfor bekerja bersama kalsium untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi selama masa pertumbuhan.
Selenium yang terkandung di dalam ikan parang-parang juga berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh.
Selain mempertahankan kandungan nutrisinya, cara memasak tersebut juga menghasilkan hidangan yang lebih sehat dengan penggunaan minyak yang lebih sedikit.
Ternyata, Indonesia memiliki beragam ikan lokal yang tak kalah bergizi dibandingkan ikan impor.
Jadi, tidak ada salahnya mulai memperbanyak variasi ikan lokal di meja makan agar Si Kecil mendapatkan manfaat nutrisi yang optimal.
Dari sekian banyak pilihan di atas, ikan lokal mana yang paling sering Mama sajikan di rumah?
















