"Jadi kalau anaknya usia 6-9 tahun itu sekitar 1.400-1.600 kalori, kemudian 10-15 tahun itu sekitar 1.500-2.400 kalori, jadi berbeda. Jadi harusnya porsi antara anak SD sama SMP berbeda, jadi jangan sama," jelas Ahli Gizi & Pendiri Gizi Nusantara, Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D.
Kunci Nutrisi agar si Kecil Tetap Fokus dan Energik Sepanjang Hari

- Para ahli menekankan pentingnya menyesuaikan kebutuhan kalori anak berdasarkan usia dan aktivitas agar energi terserap optimal tanpa risiko kekurangan atau kelebihan gizi.
- Anak aktif membutuhkan nutrisi seimbang dengan protein, vitamin, mineral, serta zat besi dan vitamin B kompleks untuk menjaga fokus dan mendukung pertumbuhan otak serta fisik.
- Orang tua diajak membiasakan membaca label gizi produk dan memastikan anak rutin beraktivitas fisik 45–60 menit per hari demi energi stabil dan konsentrasi maksimal.
Melihat si Kecil tumbuh aktif dan memiliki segudang aktivitas, mulai dari sekolah hingga hobi olahraga seperti tenis atau berenang, tentu membuat Mama bangga. Namun, di balik semangat mereka yang seolah tak ada habisnya, ada tanggung jawab besar bagi kita untuk memastikan asupan energi yang mereka terima benar-benar berkualitas, bukan sekadar kenyang.
Dalam acara Undangan Liputan MILO Tiga Keunggulan: Moms Community & Media Gathering, para ahli dan orang tua berbagi pandangan mengenai pentingnya menyeimbangkan energi si Kecil dengan nutrisi yang tepat. Diskusi ini menyoroti bahwa kebutuhan energi anak sangat dinamis dan bergantung pada usia serta tingkat aktivitas fisiknya, sehingga strategi nutrisi yang salah bisa membuat anak cepat lelah dan sulit berkonsentrasi.
Tentu saja, kita semua ingin memberikan yang terbaik agar si Kecil bisa meraih prestasi dengan energi "tanpa batas." Harapan besar kita adalah anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang aktif, sehat, dan fokus melalui dukungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka setiap harinya.
Nah, untuk membantu Mama memahami lebih dalam bagaimana cara menyeimbangkan energi dan nutrisi yang tepat bagi si Kecil, berikut Popmama.com telah merangkum poin-poin penting yang dirangkum dari diskusi tersebut.
Table of Content
1. Pahami perbedaan kebutuhan kalori berdasarkan usia

Banyak orang tua sering menyamakan porsi makan anak SD dengan anak SMP, padahal keduanya memiliki kebutuhan kalori yang sangat berbeda. Mengabaikan porsi yang tepat berisiko membuat anak mengalami kekurangan gizi atau justru kelebihan kalori yang tidak efisien.
Penting bagi Mama untuk lebih teliti dalam menghitung asupan harian si Kecil. Dengan memberikan porsi yang disesuaikan dengan usia dan aktivitasnya, energi yang diserap tubuh anak akan lebih optimal untuk mendukung kegiatan mereka, tanpa memberikan beban berlebih bagi pencernaannya.
2. Fokus pada kualitas nutrisi, bukan hanya karbohidrat

Pola makan keluarga di Indonesia seringkali masih terlalu fokus pada karbohidrat. Padahal, untuk anak yang sangat aktif, tubuh mereka membutuhkan protein, vitamin, dan mineral untuk memperbaiki jaringan tubuh dan meningkatkan fokus otak.
"Jadi dari hasil penelitian juga terlihat bahwa sekitar 40%-an anak Indonesia sarapannya itu tidak memenuhi standar minumum energinya. Kemudian juga kualitas gizinya juga rendah juga, karena banyak karbonnya gitu. Jadi makanya perlu ada tambahan gitu, untuk menyempurnakan untuk asupan protein dan vitamin dan mineralnya," ungkap Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D.
Mama bisa menyiasatinya dengan memastikan setiap waktu makan mengandung protein yang cukup, seperti telur, ayam, atau susu. Dengan menyeimbangkan komposisi makro nutrisi, anak tidak hanya mendapatkan energi untuk bergerak, tetapi juga nutrisi esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan otak dan fisik yang optimal.
3. Jadikan "cek label" sebagai kebiasaan sebelum memberi produk

Bagi Mama yang sibuk, produk kemasan praktis sering menjadi penyelamat untuk menambah asupan energi anak. Namun, kuncinya bukan menghindari produk tersebut, melainkan menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu membaca label informasi nilai gizi.
"Jadi my advice to the parents, to the mothers, to everyone in this room is before consuming any product, check the label. Dan kita punya kampanye untuk ini disebut 'Cek Cek Label-nya'," ungkap Tasya Kamila, Ibu Muda, Aktris & Penyanyi.
Dengan terbiasa mengecek label, Mama dapat memastikan bahwa produk tersebut mengandung kebaikan susu sapi asli, vitamin B, zat besi, dan malt yang memang dibutuhkan anak. Hal ini membantu Mama memilih produk yang berkualitas untuk mendukung energi si Kecil agar ia bisa tetap aktif dan fokus setiap saat.
4. Kombinasi zat besi dan vitamin B untuk fokus belajar

Agar anak tetap fokus dan aktif, nutrisi yang masuk ke tubuh harus dikonversi dengan baik menjadi energi. Kombinasi spesifik antara vitamin B kompleks dan zat besi menjadi kunci agar oksigen tersalurkan dengan baik ke otak.
"Setelah kita consume energi dari makanan, perlu dimetabolisme dan dirubah jadi energi. Perlu vitamin B, terutama vitamin B kompleks. Supaya kita lebih aktif, karena dirubah jadi energi. Next, kita juga butuh zat besi. Untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, terutama ke otak, apa yang kita butuhkan? Kita butuh zat besi tentunya," jelas Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D.
Mama bisa memastikan anak mendapatkan nutrisi ini dari asupan sehari-hari atau minuman pelengkap yang diperkaya. Dengan perpaduan nutrisi tersebut, si Kecil akan memiliki energi yang stabil, sehingga ia bisa lebih fokus saat mengikuti pelajaran di kelas maupun saat berolahraga.
5. Jangan lupakan pentingnya aktivitas fisik rutin

Nutrisi yang baik harus dibarengi dengan aktivitas fisik yang memadai. Banyak orang tua terkadang terlalu fokus pada akademik, padahal fisik yang aktif justru mendukung kemampuan kognitif anak.
"Ternyata kalau physical activity-nya kurang, sulit untuk dia menulis atau untuk dia fokus. Makanya saat Arasya SD, gurunya bilang, 'harus banyak physical activity', banyak aktivitas di luar," ujar Tasya Kamila.
Mama disarankan untuk memberikan kesempatan bagi si Kecil untuk berolahraga minimal 45-60 menit dalam sehari. Aktivitas fisik ini bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, termasuk tingkat kecerdasan dan fokusnya di masa depan.
Memastikan anak tumbuh sehat, aktif, dan fokus memang memerlukan ketelitian, mulai dari memperhatikan porsi makan hingga memilih nutrisi tambahan yang tepat. Dengan dukungan nutrisi yang seimbang dan pola hidup aktif, si Kecil tentu akan lebih siap menghadapi tantangan hariannya dengan energi yang prima.
Nah, Mama, sudahkah si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung segudang aktivitasnya hari ini?


















