Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Screen Time Berkualitas untuk Anak dari Pandangan Psikolog dan Creator Animasi
Dok. Popmama.com
  • Dalam talkshow bersama IDN KIDS di Pesta Anak Bahagia 2026, Ghianina Armand dan Bayu Sulistyo memberikan materi screen time berkualitas.

  • Tidak selamanya buruk, pemberian screen time berkualitas bisa disesuaikan dengan umur anak.

  • Langkah pertama untuk mengetahui tontonan baik yaitu memastikan materi animasi tersebut tidak memicu efek overstimulating.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di dalam perkembangan gadget dan media sosial yang begitu pesat, saat ini terdapat banyak anak yang sudah mulai menggunakan handphone sebagai sarana pembelajaran, berkreasi, hingga keterampilan baru. Namun Mama perlu tahu tanpa peran orangtua sebagai pendamping anak, gadget bisa memengaruhi perkembangan sosial dah kesehatan fisik anak, lho. 

Mungkin saat ini, Mama masih bingung cara terbaik untuk membatasi waktu screen time agar tidak memengaruhi perkembangan anak. Nah, dalam talkshow bersama Ghianina Armand sebagai psikolog anak dan remaja sekaligus co-founder OURI Mind Care & Support serta creator Uwa and Friends, Bayu Sulistyo akan menjawabnya.

Sebagai pemahaman Mama dalam membangun kebiasaan digital di rumah, kedua narasumber hebat ini akan hadir dalam IDN KIDS di Pesta Anak Bahagia 2026 by Popmama.com yang bertempat di Gandaria City pada Sabtu, 25 Juli 2026. 

Nah, berikut Popmama.com telah rangkum pentingnya peran orang tua dalam menjaga screen time anak di rumah dan tontonan yang harus disesuaikan, disimak ya!

1. Waktu yang tepat memberikan screen time pada anak

Dok. Popmama.com

Topik mengenai screen time sering memicu kekhawatiran tersendiri di kalangan orangtua dalam era digital yang semakin berkembang pesat. Dalam sesi talkshow bersama Ghianina Armand sebagai psikolog anak dan remaja di Pesta Anak Bahagia 2026 by Popmama.com, ditekankan bahwa screen time tidak selalu berdampak buruk. Sebenarnya, kunci utamanya adalah memastikan kesiapan usia dalam menerima informasi visual serta menetapkan tujuan yang jelas. 

“Harus pastikan anak itu sudah di usia yang benar-benar memang siap. Dalam arti kata adalah kemampuan dia untuk menerima informasi itu sudah sesuai dengan perkembangannya,” ungkapnya.

Selain itu, hindari menjadikan gadget sebagai alat distraksi instan agar anak diam saat makan atau ketika sedang merasa bosan. Sebagai gantinya, manfaatkan secara bijak untuk sumber stimulasi baru yang mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak. 

Mama harus pastikan durasi menonton dibatasi secara ketat dan tidak berlebihan sepanjang hari, maksimal satu jam saja. Dengan manajemen waktu yang tepat, pemberian screen time dapat menjadi sarana edukasi bermanfaat bagi kecerdasan si kecil. 

2. Pentingnya peran orangtua saat memilih tontonan edukatif

Dok. Popmama.com

kehadiran orang tua secara aktif saat anak menikmati screen time merupakan hal yang sangat krusial dan tidak boleh diabaikan, monitoring serta pendampingan langsung tentu bisa membantu memastikan bahwa seluruh materi tontonan telah sesuai dengan umurnya. 

Kak Ghianina menjelaskan, pemilihan tontonan yang bersifat edukatif juga menjadi elemen kunci agar waktu di depan layar memberikan dampak positif bagi si kecil, Mama perlu menyeleksi program atau video yang dirancang khusus untuk menstimulasi daya pikir serta kemampuan berpikir anak secara optimal. Hindari konten sembarangan yang tidak memiliki unsur pembelajaran agar anak tidak menyerap informasi yang kurang baik.

Monitoring dari orangtua itu menjadi hal yang sangat-sangat penting juga. Jadi, banyak sih faktor-faktornya untuk memastikan bahwa kegiatan menonton screen time menjadi beneficial untuk anak,” sambungnya.

3. Cara mengetahui konten animasi yang sesuai dengan perkembangan anak

Dok. Popmama.com

Anak umumnya sangat menyukai tayangan berbentuk animasi karena sesuai dengan imajinasi mereka yang kaya dan kreatif, namun Mama tetap harus waspada dan selektif karena konten animasi yang kaya visual memerlukan pengawasan ketat. Langkah pertama untuk mengetahuinya yaitu memastikan materi animasi tersebut tidak memicu efek overstimulating.

“Mama harus memastikan bahwa konten itu juga sesuai ya dengan nilai-nilai yang kita mau sampaikan ke anak. Secara bentuk, visual, animasinya, kalau bisa tuh yang tidak membuat anak menjadi overstimulating,” ujar Ghianina. 

Pastikan seluruh elemen tersebut bergerak secara proporsional dan tidak terlalu cepat agar otak anak mampu memproses informasi, animasi yang baik dirancang ramah anak tanpa memberikan stimulasi berlebihan sehingga berisiko membuat si kecil merasa pusing.

4. Solusi kreatif dari menonton pasif jadi pembuat konten animasi

Dok. Popmama.com

Di era digital saat ini gadget tidak hanya berfungsi sebagai sarana tontonan pasif bagi anak, tetapi bisa dimanfaatkan secara lebih produktif.

Sebagai creator Uwa and Friends, Bayu Sulistyo juga menambahkan kalau kebiasaan ini bisa diubah melalui kelas khusus animasi yang bisa diikuti sejak usia 5 tahun.

“Kita bisa kasih konsep basicnya dulu, ketika udah paham mereka bisa melanjutkan di tahap yang lebih advanced lagi,” ujar Bayu. 

Pendekatan kreatif ini membuktikan bahwa screen time dapat diarahkan pada kegiatan positif yang mengasah kreativitas dan keterampilan teknologi anak.

Dengan memfasilitasi anak untuk aktif berkarya, orangtua dapat mengurangi kebiasaan anak menghabiskan waktu hanya untuk menonton video selama berjam-jam.

5. Memilih tayangan edukatif dan rekomendasi konten yang aman

Dok. Popmama.com

Bagi orangtua yang bekerja, screen time sering kali menjadi alternatif praktis saat mendampingi anak di rumah. Untuk mengatasi hal tersebut, penting memilih tontonan berkualitas seperti konten dari Uwa and Friends yang melibatkan psikolog dalam perancangannya. 

Tim pembuat konten memastikan setiap tayangan, baik lagu anak maupun dongeng pengantar tidur memiliki nilai edukasi moral yang baik. Penggunaan kosakata sederhana serta pemilihan warna visual yang tidak terlalu mencolok juga diterapkan agar anak terhindar dari overstimulating. 

Untuk orangtua yang sudah mulai percaya diri, untuk memberikan screen time. Mama bisa mulai dari beberapa episode khusus atas rekomendasi Kak Bayu, sehingga anak bukan hanya menonton tapi juga belajar. 

“Kalau Uwa and Friends, saat ini ada spin-off khusus lagu anak, satu lagi khusus untuk dongeng dan pengantar tidur. Kalau anak-anak yang masih kecil-kecil, mau belajar bahasa sambil ditonton, bisa di dengarkan dua-duanya sih,” sambungnya. 

Itulah beberapa informasi yang disampaikan lewat sesi talkshow IDN KIDS, bersama narasumber hebat dalam acara Pesta Anak Bahagia 2026 by Popmama.com.

Yuk, mulai sadari pentingnya pemberian screen time pada anak dengan terus #TumbuhBersamaPopmama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article