“Usia 1 tahun itu adalah fase golden age, di mana masih termasuk 1000 hari pertama kehidupan anak. Di momen ini, otak anak masih berkembang pesat, bahkan 80 persen otak itu berkembang di usia ini,” kata Dokter Spesialis Anak, dr. Leonirma Tengguna, M.Sc., Sp.A., CIMI, saat acara ‘Press Conference MILKOW ActiGrow’ di CIBIS Park, Kamis (3/9/2026).
Tips Membantu Otak dan Kognitif Anak 1 Tahun agar Berkembang Optimal

- Usia satu tahun termasuk fase 1.000 hari pertama kehidupan, saat perkembangan otak berlangsung pesat; orangtua perlu memastikan asupan makanan beragam dan seimbang.
- Anak usia 1–3 tahun memerlukan zat gizi makro, seperti protein, lemak, karbohidrat, serta mikro berupa vitamin dan mineral untuk pertumbuhan, kecerdasan, pencernaan, dan daya tahan tubuh.
- Kolin dari hati sapi, hati ayam, dan kuning telur perlu diperhatikan, bersama stimulasi melalui interaksi, bermain, membaca, bernyanyi, serta lingkungan yang bersih.
Memasuki usia satu tahun, anak mulai menunjukkan banyak perkembangan baru, mulai dari kemampuan berkomunikasi, bergerak, hingga mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.
Pemenuhan gizi sejak dini merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia, kebutuhan energi dan zat gizi anak berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin.
Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui tips membantu otak dan kognitif anak satu tahun agar berkembang optimal berdasarkan penjelasan Dokter Anak yang telah Popmama.com siapkan.
Table of Content
1. Pastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dengan baik

Popmama.com/Sania Chandra Usia satu tahun masih menjadi bagian dari periode penting dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Pada masa ini, perkembangan otak si Kecil berlangsung dengan sangat cepat, sehingga kebutuhan nutrisi perlu diperhatikan agar proses tumbuh kembangnya dapat berlangsung secara optimal.
Mengingat perkembangan otak berlangsung pesat pada fase tersebut, pemenuhan kebutuhan gizi menjadi salah satu fondasi yang perlu diperhatikan orangtua.
Asupan yang diberikan pun sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis zat gizi, tetapi berasal dari makanan yang beragam dan seimbang.
2. Lengkapi asupan dengan zat gizi makro dan mikro

Popmama.com/Sania Chandra Anak usia satu sampai tiga tahun membutuhkan berbagai jenis zat gizi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.
Nutrisi tersebut mencakup zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral, serta zat gizi makro berupa protein, lemak, dan karbohidrat. Kedua kelompok zat gizi tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung berbagai aspek kesehatan dan perkembangan anak.
“Pada usia balita, kebutuhan nutrisi perlu dipenuhi dari zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral, serta zat gizi makro seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Keduanya saling melengkapi untuk mendukung potensi kecerdasan, tumbuh kembang, daya tahan tubuh, dan kesehatan pencernaan,” ujar dr. Leonirma.
“Salah satu zat gizi makro yang penting adalah protein, khususnya protein hewani, yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Susu pertumbuhan dapat menjadi salah satu sumber protein hewani yang melengkapi asupan nutrisi harian si Kecil,” tambahnya.
3. Jangan hanya mengandalkan satu jenis nutrisi

Popmama.com/Sania Chandra Dalam mendukung perkembangan anak, tidak ada satu nutrisi yang dapat bekerja sendiri. Tubuh membutuhkan kombinasi berbagai zat gizi agar fungsi pertumbuhan dan perkembangan dapat berjalan secara optimal.
Hal tersebut juga berlaku dalam mendukung perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak. Oleh sebab itu, orangtua perlu memperhatikan kecukupan zat gizi makro sekaligus mikro dalam menu harian si Kecil.
“Pada dasarnya tidak ada satu nutrisi tunggal yang bisa bekerja sendiri, dia butuh berbagai nutrisi lainnya. Kita perlu memenuhi zat gizi makro dan mikro anak,” jelas dr. Leonirma.
4. Perhatikan asupan kolin dan berikan stimulasi untuk anak

Popmama.com/Sania Chandra Selain zat gizi yang sudah umum dikenal, kolin juga menjadi salah satu nutrisi yang penting untuk diperhatikan dalam mendukung perkembangan otak anak. Namun, masih banyak orangtua yang tidak tahu betapa pentingnya kolin.
“Dari banyaknya kandungan yang penting, jarang banget dibahas soal kolin. Padahal kolin penting sekali buat otak anak. Selain nutrisi, anak juga perlu stimulasi, karena anak yang sehat dan cerdas itu perlu paparan interaksi. Anak pun perlu tinggal di lingkungan bersih untuk tumbuh kembang yang optimal,” ujar dr. Leonirma.
Kolin sendiri termasuk dalam kelompok keluarga vitamin B dan dapat diperoleh dari sejumlah sumber makanan, terutama protein hewani. Beberapa di antaranya adalah hati sapi, hati ayam, serta kuning telur.
“Kolin adalah kelompok keluarga vitamin B. Kolin bisa didapat dari sumber protein hewani seperti hati sapi, ayam, dan kuning telur. Kolin fungsinya ibarat kayak daging mentah yang harus dimasak, ada asetilkolin yang berfungsi sebagai transmitter ke otak. Kolin makin bagus kalau bersatu dengan vitamin lainnya,” lanjutnya.
Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, stimulasi melalui interaksi sehari-hari juga tidak kalah penting. Orangtua dapat mengajak anak berbicara, bermain, membaca buku, bernyanyi, maupun melakukan aktivitas sederhana bersama untuk memberikan stimulasi yang sesuai dengan usianya.
5. Ardina Rasti juga menghadapi fase anak picky eater

Popmama.com/Sania Chandra Memastikan anak mendapatkan makanan yang beragam setiap hari memang tidak selalu mudah. Memasuki usia balita, anak dapat mulai menunjukkan preferensi terhadap makanan tertentu atau bahkan menolak makanan yang sebelumnya mau dikonsumsi.
Hal tersebut juga menjadi perhatian Ardina Rasti yang juga merupakan seorang mama dua anak. Menurutnya, orangtua terkadang menghadapi tantangan ketika anak hanya ingin mengonsumsi makanan tertentu.
“Sebagai ibu, ada kalanya anak pilih-pilih makanan atau hanya mau mengonsumsi makanan tertentu, sehingga tidak selalu mudah memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi setiap hari,” cerita Ardina.
Demi mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak Indonesia, WINGS Nutrition resmi meluncurkan MILKOW ActiGrow ditujukan untuk anak usia 1–3 tahun. Susu satu ini mengandung kombinasi nutrisi dalam NutriTotal Formula.
“Berangkat dari kebutuhan keluarga Indonesia untuk memenuhi nutrisi anak di masa tumbuh kembang, susu pertumbuhan MILKOW ActiGrow hadir untuk anak usia 1-3 tahun dengan kombinasi nutrisi lengkap NutriTotal Formula, untuk membantu memenuhi empat komponen penting pertumbuhan anak, yaitu kemampuan belajar, kesehatan pencernaan, tumbuh kembang optimal, dan daya tahan tubuh,” ujar Head of Marketing WINGS Nutrition, Preeti Chopra Bhatnagar.
Demikian informasi mengenai tips membantu otak dan kognitif anak satu tahun agar berkembang optimal. Dengan memberikan asupan bergizi seimbang, seperti minum susu, orangtua dapat membantu mendukung perkembangan otak dan kognitif si Kecil.





















