Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Tanda White Matter Tak Berkembang pada Anak, Benarkah karena Gadget?
Freepik
  • Paparan gadget berlebihan dikaitkan dengan perkembangan white matter yang kurang optimal pada anak, bagian otak penting untuk berpikir, fokus, dan pengaturan emosi.
  • Tanda-tanda white matter tidak berkembang meliputi sulit fokus, kesulitan memecahkan masalah, kurang interaksi sosial, serta emosi yang sulit dikendalikan.
  • Perkembangan white matter dapat ditingkatkan melalui aktivitas langsung seperti bermain aktif, membaca buku, eksplorasi alam, dan interaksi hangat antara anak dan orangtua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Penggunaan gadget belakangan ini menjadi hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari anak. Di balik kemudahan akses informasi dan hiburan yang terasa instan, muncul kekhawatiran mengenai dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan otak anak.

Sejumlah studi berbasis MRI, menunjukkan bahwa anak dengan paparan Screen Time berlebih cenderung memiliki perkembangan white matter yang tidak optimal. Suatu bagian otak yang berfungsi sebagai penghubung penting dalam berpikir dan pengatur emosi si Kecil.

Untuk memahami informasi ini secara mendalam, berikut ini Popmama.com telah merangkum tanda bahaya White matter tak berkembang pada anak. Disimak, ya!

1. Apa itu White Matter?

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Secara sederhana, White matter adalah jaringan di otak yang berfungsi sebagai “jalan penghubung” antar bagian otak. Jaringan ini tersusun dari serabut saraf yang dilapisi mielin, suatu lapisan pelindung yang membantu mempercepat pengiriman sinyal antar sel saraf.

Pada anak, White matter memiliki peran penting dalam berbagai fungsi kognitif, seperti kemampuan berpikir, memori, hingga tingkat fokus tertentu pada anak. Ketika koneksi ini berkembang dengan baik, anak cenderung akan lebih mudah memahami informasi, merespons situasi, serta mengontrol emosi dengan lebih baik.

Sebaliknya, jika perkembangan jaringan ini terhambat, komunikasi antarbagian otak menjadi kurang optimal sehingga dapat memengaruhi proses belajar dan perilaku anak, Ma.

2. Anak menjadi sulit fokus

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Anak yang mengalami hambatan perkembangan ini dinilai sering sering terlihat kesulitan mempertahankan perhatian Ma. Mereka mudah terdistraksi, cepat berpindah aktivitas, dan sulit menyelesaikan tugas hingga tuntas.

Bahkan, untuk kegiatan sederhana seperti merespons cerita atau bermain bersama teman sebaya. Dalam studi neuropsikologi, konektivitas ini sangat berkaitan dengan kemampuan atensi. Jika jalur komunikasi antarbagian otak tidak kuat, otak kesulitan mempertahankan fokus dalam waktu lama. Hal ini membuat anak cenderung mencari stimulasi yang lebih cepat dan instan.

3. Kesulitan untuk memecahkan masalah

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Dalam kehidupan sehari-hari, tanda yang umumnya terlihat adalah anak terlihat binggung saat menghadapi situasi sederhana yang membutuhkan pemecahan masalah Ma. Mereka cenderung cepat menyerah, mudah frustrasi, atau langsung mencari bantuan tanpa mencoba memahami situasi terlebih dahulu.

Pola ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa kemampuan berpikir atau problem solving belum berkembang optimal. Secara neurologis, kemampuan ini melibatkan kerja sama berbagai area otak, termasuk bagian yang mengatur memori kerja tubuh.

White matter berperan sebagai jalur penghubung antararea tersebut. Jika konektivitas ini belum matang, proses integrasi informasi menjadi kurang efisien, sehingga anak kesulitan mengolah masalah dan menemukan solusi secara mandiri.

4. Kurang tertarik berinteraksi dengan orang lain

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Tanda lain yang umumnya terlihat adalah anak kurang tertarik bermain secara aktif dan berinterkasi dengan lingkungan sekitar. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu dengan gadget alih-alih bermain dengan orang lain. Padahal, perkembangan White matter tentunya sangat dipengaruhi oleh pengalaman langsung pada anak Ma.

Lingkungan yang kaya stimulasi, seperti aktivitas fisik, interaksi sosial, dan eksplorasi, terbukti membantu memperkuat koneksi otak anak. Konsep Serve and Return Interaction dari Center on The Developing Child, Harvard University, menekankan bahwa interaksi timbal balik antara anak dan orangtua seperti saling merespons, berbicara, dan bermain bersama, merupakan fondasi penting dalam membangun struktur otak anak yang sehat.

5. Emosi sulit dikendalikan

Freepik

Anak yang mudah tantrum atau mengalami ledakan emosi berlebihan juga bisa menunjukkan tanda gangguan dalam perkembangan konektivitas otak Ma. Hal ini terlihat ketika mereka cenderung sulit menenangkan diri ketika marah, kecewa, atau frustrasi.

White matter membantu menghubungkan bagian otak emosional dengan bagian yang bertugas mengontrol respons. Jika koneksi ini belum matang, anak akan lebih impulsif dan kesulitan dalam mengatur emosinya.

Selain itu, overstimulasi dari layar dapat membuat sistem saraf anak menjadi jauh lebih sensitif. Akibatnya, anak menjadi lebih mudah kewalahan secara emosional, terutama ketika harus menghadapi situasi di dunia nyata yang tidak secepat dan semudah yang mereka lihat di layer gawai mereka.

6. Tips mengembangkan White Matter pada anak

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Tak perlu khawatir Ma, tentunya hal ini dapat diatasi dengan penanganan yang tepat. Riset dari Center on the Developing Child, Harvard University, menunjukkan bahwa koneksi otak anak berkembang pesat melalui pengalaman sehari-hari yang kaya akan interaksi.

Mama dapat mulai dengan mengarahkan anak pada aktivitas yang melibatkan pengalaman langsung, seperti bermain aktif, eksplorasi alam, atau permainan imajinatif. Selain mengasyikkan, beberapa kebiasaan sederhana juga terbukti membantu perkembangan white matter, seperti membaca buku secara rutin, serta membangun hubungan emosional yang hangat dengan orangtua.

Itulah Ma, beberapa tanda White matter tidak berkembang optimal pada anak yang perlu diperhatikan. Dengan pendampingan yang tepat, perkembangan otak anak dapat tetap optimal di masa depan.

Jadi, apakah tanda ini pada anak mama?

Editorial Team