Kasus kekerasan atau pengasuhan yang tidak layak di tempat penitipan anak atau daycare kembali meninggalkan luka mendalam serta kekhawatiran besar bagi para orangtua.
Baru-baru ini, sebuah unggahan yang viral di media sosial membagikan dokumentasi memilukan mengenai perilaku anak-anak yang diduga menjadi korban di Daycare Little Aresha, Jogja.
Perilaku ini sontak mencuri perhatian publik karena anak-anak tersebut terlihat menirukan tindakan pengikatan yang tidak biasa saat sedang bermain di rumah.
Bagaimana tidak, anak-anak usia balita yang seharusnya menikmati masa tumbuh kembang dengan penuh rasa aman dan bahagia, justru merekam memori traumatis tersebut ke dalam alam bawah sadar mereka.
Bahkan, beberapa orangtua mendapati buah hati mereka mempraktikkan cara mengikat mainan hingga anggota tubuh menggunakan benda-benda di sekitar rumah seperti tisu basah atau tali.
Kondisi psikologis anak pasca mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan di lingkungan luar rumah memerlukan perhatian, kepekaan, serta pengawasan ekstra dari Mama dan Papa.
Simak awal mula kasus, trauma anak korban daycare tiru aksi ikat mainan, hingga langkah-langkah terapi yang tepat untuk memulihkan mental si Kecil di Popmama.com.
