Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral Tingkah Lucu Kakak dan Adik saat Bertengkar, Siapa yang Duluan?

Viral Tingkah Lucu Kakak dan Adik saat Bertengkar, Siapa yang Duluan?
Instagram.com/rifkyrifaldi20
Intinya Sih
  • Seorang Papa viral di Instagram karena menghadapi pertengkaran anak-anaknya dengan cara unik, yaitu memberikan sarung tinju alih-alih memarahi atau menghukum mereka.

  • Metode sarung tinju ini membantu anak menyalurkan emosi secara aman, mengubah energi negatif menjadi aktivitas fisik yang teratur dan tidak membahayakan.

  • Pendekatan tersebut juga menanamkan nilai sportivitas, kesadaran akan konsekuensi konflik, serta melatih anak mengontrol ego dan emosi tanpa kekerasan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Respons spontan Mama saat melihat anak-anak saling cakar atau menyisakan bekas luka di wajah adalah langsung meledak marah, menceramahi, dan memaksa salah satu untuk mengalah. 

Namun, sebuah pendekatan yang sangat unik dan mengundang gelak tawa baru-baru ini dibagikan oleh seorang Papa melalui akun Instagram pribadinya, yaitu @rifkyrifaldi20. 

Alih-alih menginterogasi kedua anaknya yang sedang berwajah penuh bekas luka dengan pertanyaan klise tentang siapa yang memulai duluan, Papa ini justru mengambil langkah antimainstream dengan memberikan sepasang sarung tinju kepada mereka.

Berikut Popmama.com bedah perspektif menarik di balik metode sarung tinju dari akun @rifkyrifaldi20 saat menghadapi anak bertengkar!

Table of Content

1. Saling lempar tuduhan yang berakhir dengan sarung tinju

1. Saling lempar tuduhan yang berakhir dengan sarung tinju

Tingkah lucu adik dan kakak ketika bertengkar dan saling menyalahi
Instagram.com/rifkyrifaldi20

Kisah unik ini bermula ketika Papa Rifky membagikan sebuah rekaman video yang memperlihatkan tingkah luar biasa lucu dari kedua anaknya sesaat setelah mereka terlibat pertengkaran fisik. 

Kondisi kedua anak tersebut tampak sangat meyakinkan dengan adanya bekas luka cakar yang terlihat jelas di beberapa bagian muka mereka masing-masing akibat perselisihan yang baru saja terjadi. 

Ketika sang Papa mulai menginterogasi dan menanyakan siapa yang duluan memulai keributan, kakak dan adik ini secara kompak langsung saling lempar kesalahan tanpa ada yang mau mengalah. 

Lucunya, sang Papa sama sekali tidak marah atau menghukum mereka, melainkan langsung membawakan dan memberikan sarung tinju asli kepada kedua anaknya agar perselisihan tersebut diselesaikan dengan cara yang berbeda.

2. Mengubah hal agresif menjadi ruang aman

Sang Papa menengahi kedua anaknya yang sedang bertengkar menggunakan sarung tinju
Instagram.com/rifkyrifaldi20

Pertengkaran anak-anak sering kali didorong oleh tumpukan energi yang meluap-luap dan ketidakmampuan mereka dalam menyalurkan rasa frustrasi melalui kata-kata. 

Dengan memberikan sarung tinju sungguhan kepada kakak dan adik tersebut, sang Papa sebenarnya sedang memfasilitasi anak untuk melepas emosi untuk anak-anaknya. 

Menggunakan sarung tinju membuat benturan fisik yang awalnya bersifat merusak dan penuh amarah berubah menjadi sebuah aktivitas fisik yang teratur serta tidak lagi membahayakan area wajah mereka. 

Energi negatif yang tadinya berpotensi menimbulkan luka baru secara perlahan tersalurkan lewat gerakan olahraga yang melelahkan namun sekaligus menyenangkan bagi anak.

3. Mengajarkan nilai sportivitas dan batasan aturan yang jelas

Sang Papa menengahi kedua anaknya yang sedang bertengkar menggunakan sarung tinju
Instagram.com/rifkyrifaldi20

Pemberian sarung tinju secara tidak langsung mengubah persepsi anak dari yang tadinya melakukan "perkelahian yang curang" menjadi sebuah "pertandingan yang memiliki aturan." 

Anak-anak diajarkan bahwa mengekspresikan kekesalan fisik harus dilakukan di dalam cara yang adil, menggunakan pelindung yang tepat, dan tidak boleh menyerang saat sedang tidak siap. 

Nilai edukasi terselubung ini efektif untuk menanamkan pemahaman pada anak bahwa kekuatan fisik harus selalu dikendalikan oleh aturan.

4. Mengajarkan konsep konsekuensi dari sebuah konflik

Sang Papa menengahi kedua anaknya yang sedang bertengkar menggunakan sarung tinju
Instagram.com/rifkyrifaldi20

Melalui metode pemberian sarung tinju ini, sang Papa sebenarnya sedang memberikan pelajaran mengenai konsekuensi logis bahwa bertengkar adalah aktivitas yang sangat melelahkan dan sama sekali tidak mendatangkan keuntungan.

Ketika anak-anak harus mengenakan sarung tangan yang berat dan mulai melakukan gerakan fisik, mereka akan segera menyadari bahwa meluapkan amarah lewat otot menuntut energi yang sangat besar.

Konsekuensi ini sengaja diberikan agar anak-anak mengerti bahwa ego yang tidak dikontrol hanya akan merugikan diri mereka sendiri.

Di kemudian hari, ingatan tentang betapa melelahkannya menanggung konsekuensi setelah berantem ini akan membuat kakak dan adik berpikir ulang dan lebih memilih menyelesaikan masalah lewat obrolan tenang.

5. Melatih regulasi emosi dan menurunkan ego

Sang Papa menengahi kedua anaknya yang sedang bertengkar menggunakan sarung tinju
Instagram.com/rifkyrifaldi20

Momen pertengkaran yang terjadi di antara kakak dan adik sebenarnya bisa menjadi sebuah sarana pelepasan emosi dengan cara yang tepat oleh orangtua di rumah.

Saat kemarahan anak sedang berada di puncak, mereka cenderung mengalami ledakan emosi yang hebat akibat dominasi hormon stres di dalam otak yang membuat mereka ingin berteriak atau meluapkan kekesalan secara fisik.

Ketika seluruh energi negatif dan amarah tersebut sudah dikeluarkan secara tuntas melalui konfrontasi langsung yang terkendali, ego tinggi diri anak-anak akan perlahan menurun seiring dengan meredanya ketegangan fisik mereka.

Penurunan ego inilah yang nantinya akan mempermudah kakak dan adik untuk melupakan dendam lama, saling memaafkan, dan kembali bermain bersama.

6. Mengurangi sensasi mencari perhatian lewat konflik

Sang Papa menengahi kedua anaknya yang sedang bertengkar menggunakan sarung tinju
Instagram.com/rifkyrifaldi20

Banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa salah satu pemicu utama mengapa kakak dan adik sering kali sengaja bertengkar adalah untuk menarik perhatian penuh dari Mama dan Papa. 

Ketika Mama dan Papa merespons konflik tersebut dengan amarah yang besar atau hukuman yang berat, anak secara tidak sadar menganggap bahwa membuat keributan adalah cara instan untuk membuat orangtua fokus pada mereka. 

Pendekatan santai yang ditunjukkan oleh sang Papa di video tersebut berhasil membalikkan keadaan dengan cara tidak memberikan "panggung amarah" yang diharapkan anak. 

Karena respons yang didapatkan justru berupa tantangan olahraga sarung tinju yang melelahkan, anak akan berpikir ulang untuk memulai pertengkaran di hari berikutnya.

Intinya, Ma, tidak semua kenakalan anak harus dihadapi dengan urat tegang dan suara yang meninggi di dalam rumah.

Sesekali, menurunkan ego Mama dan mengubah situasi konflik menjadi sebuah permainan interaktif yang jenaka justru bisa memberikan pelajaran moral yang jauh lebih membekas di hati anak. 

Apakah Mama tertarik untuk mencoba “metode sarung tinju” yang unik ini saat anak-anak mulai berwajah cemberut di rumah?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More