Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Dermatitis Seboroik? Ini Penjelasannya

Apa Itu Dermatitis Seboroik? Ini Penjelasannya
Freepik/Freepik
Intinya Sih

  • Dermatitis seboroik adalah peradangan kulit akibat produksi minyak berlebih, sering muncul di kulit kepala dan wajah

  • Penyebabnya termasuk reaksi kulit terhadap jamur Malassezia, stres, kelelahan, perubahan hormon, dan cuaca dingin

  • Gejalanya meliputi bercak kemerahan dengan sisik putih atau kekuningan, ketombe tebal yang sulit diatasi, dan rasa gatal

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mama, pernahkah mengalami kulit kepala gatal disertai serpihan putih yang sulit hilang, atau area wajah yang tampak kemerahan dan bersisik? 

Kondisi ini kerap dianggap sebagai masalah kulit biasa, padahal bisa menjadi tanda dermatitis seboroik

Meski tidak menular, dermatitis seboroik dapat menimbulkan rasa tidak nyaman serta memengaruhi kepercayaan diri jika tidak ditangani dengan tepat.

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan dermatitis seboroik yang penting untuk Mama ketahui. Yuk simak berikut ini. 

Table of Content

Pengertian Dermatitis Seboroik

Pengertian Dermatitis Seboroik

Apa Itu Dermatitis Seboroik? Ini Penjelasannya
Freepik/Freepik

Dermatitis seboroik merupakan kondisi peradangan kulit yang biasanya muncul di area tubuh dengan produksi minyak berlebih.

Selain itu, kulit kepala menjadi lokasi yang paling sering terdampak, namun kondisi ini juga dapat muncul di wajah, seperti alis, sisi hidung, belakang telinga, hingga dada bagian atas.

Melansir dari Healthline, dermatitis seboroik merupakan eksim kronis yang umumnya muncul di kulit kepala. Sehingga pada sebagian Mama, dermatitis seboroik bersifat kronis dan dapat muncul kembali setelah sempat mereda.

Penyebab Dermatitis Seboroik

Apa Itu Dermatitis Seboroik? Ini Penjelasannya
Freepik/Freepik

Penyebab dermatitis seboroik sering dikaitkan dengan reaksi kulit terhadap jamur alami bernama Malassezia yang hidup di permukaan kulit kepala.

Beberapa faktor lain juga dapat memicu atau memperparah gejalanya, seperti stres, kelelahan, perubahan hormon, sistem imun yang melemah, hingga cuaca dingin dan kering. 

Oleh karena itu, pemilihan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dapat berdampak pada kondisi ini.

Gejala Dermatitis Seboroik

Apa Itu Dermatitis Seboroik? Ini Penjelasannya
Freepik/Freepik

Gejala dermatitis seboroik umumnya ditandai dengan munculnya bercak kemerahan disertai sisik putih atau kekuningan. Kemudian, kondisi ini sering menyerupai ketombe tebal yang sulit diatasi dengan shampo biasa. 

Mengutip dari Healthline, gejala dermatitis seboroik meliputi lapisan kulit yang bersisik, seperti ketombe, kulit berminyak, warna kulit yang berubah, dan rasa gatal, terutama di area yang banyak kelenjar minyak seperti kulit kepala, wajah, dan dada bagian atas.

Selain itu, Mama juga bisa merasakan rasa gatal, perih, atau kulit terasa lebih berminyak di area yang terdampak.

Cara Mengatasi Dermatitis Seboroik

Apa Itu Dermatitis Seboroik? Ini Penjelasannya
Freepik/Freepik

Penanganan dermatitis seboroik bertujuan untuk meredakan peradangan dan mengontrol gejalanya. Beberapa langkah yang umumnya dilakukan antara lain:

  • Menggunakan sampo khusus sesuai kebutuhan: untuk membantu mengurangi sisik dan rasa gatal pada kulit kepala.
  • Mengaplikasikan krim atau salep: dapat dioleskan pada area wajah atau tubuh sesuai rekomendasi dokter untuk meredakan peradangan.
  • Menjaga kebersihan kulit: dilakukan secara rutin tanpa menggosok area yang bermasalah secara berlebihan.
  • Mengelola stres dengan baik: untuk mencegah gejala yang lebih parah. 
  • Memilih produk perawatan kulit sesuai dengan jenis kulit: untuk membantu mencegah gejala lain.

Inilah penjelasan tentang dermatitis seboroik, meski sering dianggap sepele namun perlu ditangani dengan benar.  

Mulai dari mengenali gejala sejak dini dan melakukan perawatan yang tepat, kondisi ini dapat dikendalikan agar tidak parah, sehingga Mama tetap merasa nyaman dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Life

See More