Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Ketombe Bisa Menular dari Helm yang Digunakan?

Benarkah Ketombe Bisa Menular dari Helm yang Digunakan?
Dok. Lavojoy
Intinya Sih
  • Ketombe bukan hanya soal kebersihan, tapi dipengaruhi kondisi kulit kepala, produksi minyak, dan keseimbangan mikroorganisme yang bisa terganggu oleh cuaca lembap serta aktivitas tinggi.
  • Ketombe tidak menular lewat helm, namun helm kotor atau lembap dapat memicu pertumbuhan jamur karena membuat rambut berminyak dan menciptakan lingkungan ideal bagi ketombe berkembang.
  • Menjaga kebersihan helm dan memilih perawatan scalp yang tepat seperti produk dengan Selenium Sulfide penting untuk mencegah ketombe serta menjaga kesehatan kulit kepala di iklim tropis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Aktivitas harian yang padat, mulai dari commuting, olahraga, hingga penggunaan helm atau hijab di tengah cuaca panas dan lembap, sering kali membuat masalah ketombe jadi semakin umum dialami. 

Bukan hanya mengganggu penampilan, ketombe juga bisa menurunkan rasa percaya diri karena serpihan putih yang terlihat jelas, terutama saat mengenakan pakaian berwarna gelap. 

“Survei membuktikan sebanyak 50% masyarakat di dunia pernah mengalami ketombe. Ketombe itu penyebabnya akibat jamur, dan jamur itu ada di kepala kita. Adanya ketombe tentu memengaruhi rasa percaya diri kita,” kata dr. Devina Ciayadi selaku Dokter Estetika saat acara ‘Lavojoy Flakes Off My Crown Launch Event’ di kawasan Setiabudi, Rabu (15/4/2026). 

Lantas, benarkah ketombe bisa menular dari helm yang digunakan? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan. 

Table of Content

1. Ketombe bukan sekadar masalah kebersihan

1. Ketombe bukan sekadar masalah kebersihan

Lavojoy 3.jpg
Dok. Lavojoy

Banyak orang mengira ketombe muncul karena kurang menjaga kebersihan rambut. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ketombe sebenarnya berkaitan erat dengan kondisi kulit kepala, terutama produksi minyak dan keseimbangan mikroorganisme di area tersebut. 

“Scalp health adalah fondasi rambut yang sehat, karena kulit kepala yang tidak sehat dapat mempengaruhi kenyamanan, tampilan rambut, dan rasa percaya diri seseorang. Ketombe perlu dipahami secara menyeluruh, mulai dari kondisi kulit kepala hingga gaya hidup,” ujar dr. Devina Ciayadi. 

Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, faktor eksternal seperti cuaca lembap, aktivitas tinggi, penggunaan helm, hingga keringat berlebih juga dapat memperparah kondisi kulit kepala. 

Itulah mengapa ketombe tidak hanya dipicu oleh kebersihan, tetapi juga oleh ketidakseimbangan kondisi scalp secara keseluruhan. 

“Pada dasarnya, ketombe bisa terjadi bukan karena orang tersebut jorok. Sebab, orang yang rajin keramas juga bisa terkena ketombe karena masalah utama ketombe itu ada pada minyak,” kata dr. Devina Ciayadi. 

2. Apakah ketombe bisa menular lewat helm? 

Lavojoy 1.jpg
Popmama.com/Sania Chandra

Banyak yang mempertanyakan apakah ketombe bisa menular lewat helm? Apalagi, banyak masyarakat Indonesia yang kesehariannya menggunakan ojek online dan berbagi helm dengan penumpang lainnya. 

“Ketombe tidak bisa menular, karena ketombe itu berasal dari berbagai komponen. Yang membuat ketombe jadi menular dari helm itu akibat rambut lembap dan berminyak bukan ketombenya,” ujar dr. Devina Ciayadi 

Meski begitu, penggunaan helm yang tidak higienis tetap bisa menjadi pemicu. Helm yang dipakai bergantian cenderung membuat rambut menjadi lebih lembap dan berminyak, sehingga menciptakan kondisi ideal bagi jamur penyebab ketombe untuk berkembang. 

“Jadi, helm yang sering dipakai saat naik ojol itu sifatnya mentrigger adanya ketombe, bukan karena ada ketombe yang menempel di sana. Sebab, umumnya helm yang dipakai itu bisa saja membuat rambut semakin lembap dan berminyak. Jamur suka area yang lembap. Makanya, kalau pakai helm ojol, sebaiknya pakai penutup rambut, jangan langsung terkena rambut,” jelasnya.

3. Helm bisa memperparah kondisi kulit kepala

Lavojoy 4.jpg
Dok. Lavojoy

Penggunaan helm dalam waktu lama, terutama di tengah cuaca panas, dapat membuat kulit kepala menjadi lebih lembap. Kondisi ini terjadi karena sirkulasi udara yang terbatas di dalam helm, ditambah panas dari lingkungan sekitar. 

“Helm itu terkadang membuat kulit kepala lebih lembap, karena suhu yang panas di luar,” ungkap dr. Devina Ciayadi 

Ketika kulit kepala terlalu lembap, produksi minyak bisa meningkat dan memicu pertumbuhan jamur lebih cepat. Inilah yang akhirnya memperparah ketombe, bahkan pada orang yang sebelumnya tidak memiliki masalah serius dengan kulit kepala.

Karena itu, penting untuk menjaga kebersihan helm pribadi dan memastikan rambut dalam kondisi kering sebelum menggunakannya. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu meminimalkan risiko munculnya ketombe.

4. Pentingnya memilih perawatan scalp yang tepat

Lavojoy 5.jpg
Popmama.com/Sania Chandra

Menjawab kebutuhan akan perawatan kulit kepala yang sesuai dengan iklim tropis, Lavojoy menghadirkan rangkaian Flakes Off My Crown Series. Produk ini dirancang untuk membantu mengatasi ketombe sekaligus menjaga kesehatan kulit kepala secara menyeluruh. 

Rangkaian ini hadir dalam inovasi 2-in-1 Shampoo & Conditioner dengan tiga tingkat kandungan Selenium Sulfide antara lain, 0.2% (Mild Dandruff) untuk ketombe ringan, 0.6% (Moderate Dandruff) untuk ketombe sedang & 1% (Intensive Dandruff) untuk ketombe intens

“Melalui peluncuran Flakes Off My Crown hari ini, lavojoy memberikan wadah edukasi agar masyarakat dapat lebih memahami kondisi kulit kepala mereka, memilih perawatan yang tepat, serta membangun rutinitas perawatan yang efektif untuk kesehatan scalp yang optimal dan mengembalikan rasa percaya diri,” ujar Dickson Leo, Brand Director lavojoy Indonesia.

Demikian informasi mengenai benarkah ketombe bisa menular dari helm yang digunakan berdasarkan penjelasan dokter. Pada akhirnya, ketombe memang bukan kondisi yang menular, termasuk dari penggunaan helm bersama. 

Namun, faktor seperti kelembapan, produksi minyak berlebih, hingga kebiasaan sehari-hari tetap bisa menjadi pemicu yang perlu diperhatikan. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Life

See More