Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Cara Agar Kulit Tetap Sehat di Tengah Aktivitas Padat, Cek Yuk!
Popmama.com/Nadya Julyanti
  • Para ahli di BeautyFest Asia 2026 menekankan pentingnya menjaga kebersihan kulit melalui konsep skin audit dan reset clean agar tetap sehat meski beraktivitas padat.
  • dr. Danar Wicaksono mengingatkan bahaya langsung ke kasur setelah beraktivitas, pentingnya durasi kontak sabun sekitar 30 detik, serta menjaga kebersihan perlengkapan mandi seperti handuk.
  • Michica Wijaya dari iNova Pharmaceuticals menegaskan bahwa kebersihan kulit adalah bentuk self-care yang meningkatkan kepercayaan diri dan mendukung gaya hidup mindful bagi perempuan aktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai perempuan modern, menjalani hari dengan jadwal yang super padat seolah sudah jadi makanan sehari-hari. Mulai dari commuting menembus kemacetan, rutinitas olahraga, hingga bertemu banyak orang untuk urusan pekerjaan, mobilitas tinggi memang menuntut kamu untuk selalu tampil prima. Baru-baru ini dalam gelaran BeautyFest Asia 2026, para ahli dan brand Betadine mengupas tuntas bagaimana kita bisa tetap tampil social-ready tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit.

Banyak di antara kita mungkin berpikir bahwa mandi dua kali sehari sudah cukup untuk menjaga kebersihan tubuh. Padahal, di era yang serba aktif ini, definisi “bersih” ternyata sudah berevolusi. Paparan polusi, penggunaan fasilitas publik bersama, hingga keringat yang menempel seharian bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, virus, dan jamur yang tidak terlihat mata.

Lantas, bagaimana cara agar kamu tetap bisa aktif dan social-ready tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit? Para ahli menekankan pentingnya konsep skin audit dan reset kebersihan. Bukan berarti kita harus menjadi paranoid, tetapi kita perlu lebih mindful dalam mengenali kapan kulit membutuhkan perlindungan ekstra.

Memahami kebutuhan kulit sesuai situasi adalah kunci utama agar kamu tetap percaya diri menjalani hari. Yuk, simak poin penting yang sudah Popmama.com rangkum untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit agar kamu selalu siap beraktivitas dengan aman dan nyama.

1. Waspada kebiasaan langsung ke kasur

Popmama.com/Nadya Julyanti

Salah satu kesalahan fatal yang sering tidak disadari oleh banyak orang setelah beraktivitas seharian adalah langsung merebahkan diri di kasur. Padahal, setelah terpapar lingkungan luar, kulit kamu kemungkinan besar membawa bakteri, virus, atau jamur. Jika kamu langsung naik ke kasur, kuman-kuman tersebut akan berpindah ke tempat tidur dan meningkatkan risiko infeksi kulit secara signifikan.

dr. Danar Wicaksono, MSc., SpDVE, memberikan peringatan tegas mengenai kebiasaan ini dalam talkshow-nya bersama Betadine di BeautyFest Asia 2026. Ia menekankan bahwa kebiasaan dari luar rumah yang langsung menempel di area istirahat adalah pintu utama munculnya masalah kulit.

"Kalau misalnya dari luar, langsung naik ke kasur, itu sudah pasti, mungkin pasti infeksi," ujar dr. Danar.

Oleh karena itu, kamu harus mulai mendisiplinkan diri untuk melakukan ritual bersih-bersih sebelum menyentuh tempat tidur. Keringat yang menempel pada tubuh setelah beraktivitas, apalagi jika bercampur dengan paparan lingkungan publik, bisa menciptakan suasana yang sangat ideal bagi kuman untuk berkembang biak jika tidak segera dibersihkan.

2. Lakukan skin audit untuk menentukan langkah

Popmama.com/Nadya Julyanti

Definisi bersih kini bukan hanya soal bebas lengket atau wangi, tapi juga tentang perlindungan dari kuman yang berevolusi. dr. Danar menyarankan kita untuk melakukan skin audit mandiri, yaitu mengenali seberapa besar paparan kuman yang dihadapi dalam satu hari. Jika hari kamu dipenuhi dengan aktivitas di luar ruangan, menggunakan transportasi umum, atau berolahraga dengan alat yang dipakai bersama, ini adalah sinyal bahwa kulit memerlukan pembersihan yang lebih powerful.

Ia menjelaskan bahwa ketika kita berada di ruang publik atau menggunakan fasilitas bersama, risiko infeksi jauh lebih tinggi karena kuman bisa bertahan pada permukaan benda tersebut hingga beberapa hari.

"Jadi, setelah dari rumah sakit aku langsung berpikir, oh oke, kalau misalnya ada dari rumah sakit, aku pasti harus membersihkan kulit aku dengan lebih baik, dengan cleanser yang lebih powerful," tutur dr. Danar.

Dengan melakukan skin audit, kamu bisa lebih selektif dalam memilih metode pembersihan. Kamu tidak perlu merasa harus selalu menggunakan antiseptik setiap saat, melainkan menggunakannya sebagai bentuk perlindungan tambahan saat situasi memang menuntutnya.

"Pastikan mindful kapan saatnya kita harus membersihkan diri dengan lebih proper," tambah dr. Danar

3. Perhatikan "kontak time" saat membersihkan kulit

Popmama.com/Nadya Julyanti

Kesalahan umum lainnya adalah mandi "secepat kilat" yang hanya berfokus pada area lipatan tubuh. Padahal, efektivitas sebuah pembersih kulit sangat bergantung pada berapa lama produk tersebut menempel dan bekerja di atas kulit. Jika kamu merasa baru saja terpapar kuman lebih banyak dari biasanya, memberikan waktu jeda saat membilas adalah kunci utama agar kuman benar-benar terangkat.

dr. Danar menjelaskan bahwa banyak orang terjebak dalam kesalahan cara mandi yang membuat produk pembersih menjadi tidak maksimal.

"Suatu sabun itu akan memberikan efek yang maksimal untuk menghilangkan bakteri, itu harus setelah kontak beberapa detik," jelas dr. Danar.

Jadi, jangan terburu-buru saat sedang membersihkan diri, terutama setelah beraktivitas berat. Berikan waktu sejenak agar kandungan aktif dalam sabun bisa bekerja membasmi kuman yang menempel. Kedisiplinan dalam menerapkan durasi mandi ini adalah investasi kesehatan kulit jangka panjang yang sering terabaikan.

4. Tidak perlu "dimarinasi" terlalu lama

Popmama.com/Nadya Julyanti

Mungkin ada mitos yang beredar bahwa semakin lama kita mendiamkan sabun antiseptik di kulit, hasilnya akan semakin bersih. Padahal, hal tersebut tidak perlu dilakukan dan justru bisa menyebabkan kulit menjadi tidak nyaman. Untuk hasil yang efektif, cukup gunakan selama 30 detik saja, karena durasi ini sudah terbukti cukup di laboratorium untuk melawan bakteri dan kuman.

Menanggapi kebiasaan berlebihan ini, dr. Danar menegaskan bahwa kita tidak perlu mendiamkan sabun terlalu lama atau melakukan "marinasi" pada kulit.

"Cukup kalian biarkan 30 detik saja, karena dari hasil perlindungan di laboratorium, itu semua bakteri, virus, kuman sudah hilang semuanya, jadi enggak perlu sampai 10 menit dimarinasi," tegas dr. Danar.

Konsep ini mengajarkan kita untuk lebih mindful dan tidak berlebihan dalam perawatan kebersihan. Segala sesuatu yang berlebihan, termasuk penggunaan antiseptik secara durasi yang melampaui batas, tentu tidak memberikan manfaat tambahan. Cukup 30 detik, kamu sudah mendapatkan perlindungan maksimal untuk tetap social-ready.

5. Kebersihan adalah kunci kepercayaan diri

Popmama.com/Nadya Julyanti

Bagi perempuan aktif, merasa bersih adalah fondasi utama rasa percaya diri. Michica Wijaya, Brand Manager Feminine Hygiene and Skin Care iNova Pharmaceuticals Indonesia, menjelaskan bahwa menjaga kebersihan kulit adalah bentuk self-care yang mendukung penampilan. Saat kulit merasa sehat dan bersih, level kepercayaan diri pun otomatis meningkat dan membuat kamu siap bertemu siapapun sepanjang hari.

Michica menekankan bahwa kampanye ini bukan sekadar tentang produk, melainkan tentang mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya kebersihan. Dengan memahami kapan harus melakukan reset clean, kamu tidak hanya menjaga kesehatan, tapi juga mendukung kenyamanan saat berinteraksi sosial.

"Hygiene itu bukan hanya versi dari yang terlihat, tapi juga dari perlindungan yang enggak terlihat," ujar Michica.

Sebagai penutup, ia berpesan agar kamu terus menerapkan pola hidup yang mindful dalam hal kebersihan.

"Jadi jangan lupa teman-teman, lebih mindful, reset clean, antiseptik, perlindungan tambahan, bisa dipakai kemudian be social-ready," tutup Michica.

6. Jaga kebersihan perlengkapan mandi

Popmama.com/Nadya Julyanti

Seringkali kita hanya fokus pada membersihkan tubuh, namun melupakan kebersihan perlengkapan yang digunakan. Handuk yang tidak pernah kering total di dalam kamar mandi bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, virus, dan jamur yang justru akan menempel kembali ke tubuh kamu setelah mandi.

dr. Danar mengingatkan bahwa kebersihan alat bantu seperti handuk adalah hal kecil yang sering terlewatkan. Ia menyoroti pentingnya frekuensi mencuci handuk agar tidak menjadi jalur masuknya bakteri ke kulit.

Jadi, mulai sekarang pastikan handuk selalu kering setelah digunakan dan rutin dicuci secara berkala. Ini adalah langkah sederhana untuk memastikan ritual mandi benar-benar efektif menjaga kesehatan kulit, bukan justru menjadi sumber kuman baru bagi tubuh kamu sendiri.

Nah, itu dia beberapa insight penting seputar menjaga kesehatan kulit di tengah mobilitas yang tinggi. Semoga tips ini membantu kamu untuk tetap tampil maksimal dan percaya diri setiap hari! Ingat ya, menjaga kesehatan kulit bukan berarti membatasi aktivitas, melainkan memahami kebutuhan tubuh agar kita tetap sehat dan terlindungi.

Ngomong-ngomong, dari ke-enam tips di atas, kebiasaan mana nih yang selama ini paling sering kamu lewatkan atau justru sering kamu lakukan tanpa sadar?

Editorial Team

Related Article