Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Bensin Pertalite dan Pertamax, Apa Saja?

5 Perbedaan Bensin Pertalite dan Pertamax, Apa Saja?
Wikimedia Commons/Rafka Aditia
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax RON 92, di mana nilai oktan yang lebih tinggi membuat pembakaran mesin lebih stabil serta mengurangi risiko knocking saat berkendara jarak jauh.

  • Pertamax menghasilkan emisi gas buang lebih rendah dibandingkan dengan Pertalite karena pembakarannya lebih sempurna, sehingga dianggap lebih ramah lingkungan untuk penggunaan intensif sehari-hari.

  • Harga Pertalite sekitar Rp10.000 per liter sebagai bahan bakar bersubsidi, sedangkan Pertamax Rp16.250 per liter dengan rekomendasi untuk mesin berkompresi tinggi agar performa tetap optimal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap pagi, rutinitas harian biasanya dimulai dengan mengantar anak sekolah, mampir ke pasar, lalu buru-buru berangkat kerja.

Di tengah rutinitas itu, satu urusan kecil sering bikin bingung, yaitu saat motor atau mobil butuh diisi bensin dan kamu harus memilih antara Pertalite dan Pertamax di layar SPBU.

Banyak yang mengira dua jenis bahan bakar ini cuma beda harga, padahal ada beberapa aspek teknis yang memengaruhi performa sekaligus usia mesin kendaraan keluarga. 

Supaya kamu tidak salah lagi saat mengisi bensin, berikut Popmama.com mengulas 5 perbedaan Pertalite dan Pertamax, melansir dari IDN Times. Yuk, simak sampai habis!

1. Nilai oktan 

Nilai oktan
Wikimedia Commons/Henri Aja

Kalau bicara soal Pertalite dan Pertamax, hal pertama yang membedakan keduanya adalah nilai oktan atau RON (Research Octane Number). Pertalite memiliki nilai oktan RON 90, sementara Pertamax berada di angka RON 92.

Nilai oktan ini menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa ditahan bahan bakar sebelum terbakar dengan sendirinya. Semakin tinggi nilai oktan, semakin lambat proses pembakarannya, sehingga pembakaran di ruang mesin jadi lebih stabil dan tidak mudah ngelitik alias knocking

Buat kendaraan keluarga yang sering dipakai untuk jarak jauh, perbedaan kecil ini ternyata cukup berpengaruh pada kenyamanan berkendara.

Selain itu, sebagian besar produsen kendaraan biasanya sudah mencantumkan nilai RON yang direkomendasikan di buku manual.

Kalau kamu ingin performa mesin tetap prima tanpa kendala berarti, ada baiknya menyesuaikan pilihan bahan bakar dengan angka RON yang tertera tersebut, bukan sekadar mengikuti kebiasaan atau tergiur oleh harga yang lebih murah.

2. Tingkat polusi yang dihasilkan

Tingkat polusi yang dihasilkan
Pexels/Khunkorn Laowisit

Selain soal performa mesin, nilai oktan tadi juga berkaitan erat dengan tingkat polusi yang dikeluarkan kendaraan. Semakin tinggi nilai oktan, proses pembakaran bahan bakar jadi lebih sempurna, sehingga emisi gas buang yang dihasilkan pun lebih rendah.

Artinya, Pertamax yang oktannya lebih tinggi cenderung menghasilkan polusi lebih sedikit dibandingkan dengan Pertalite.

Buat kamu yang peduli soal kualitas udara di sekitar rumah, terutama kalau si kecil punya riwayat masalah pernapasan, informasi ini bisa jadi pertimbangan tambahan sebelum memutuskan bahan bakar apa yang dipakai sehari-hari.

Meski begitu, faktor polusi ini biasanya baru terasa signifikan kalau kendaraan digunakan dengan intensitas tinggi setiap hari, misalnya untuk antar-jemput anak sekolah atau aktivitas keluarga yang padat.

Jadi, memilih bahan bakar dengan oktan yang sesuai bukan cuma soal performa mesin, tapi juga bentuk kepedulian kecil terhadap lingkungan di sekitar rumah.

3. Harga di SPBU

Harga di SPBU
Wikimedia Commons/Firzafp

Nah, ini dia yang biasanya paling dulu dilihat, yaitu harga. Selisih harga yang lumayan jauh membuat banyak keluarga akhirnya memilih Pertalite untuk kendaraan harian.

Tapi, kamu juga perlu ingat kalau harga murah tidak selalu berarti lebih hemat dalam jangka panjang, apalagi kalau ternyata mesin kendaraan butuh oktan lebih tinggi supaya performanya tetap optimal.

4. Warna cairan 

Warna cairan
Wikimedia Commons/Katriel2008

Perbedaan yang paling mudah dikenali sebenarnya ada di warna cairannya. Pertalite berwarna hijau, sedangkan Pertamax berwarna biru.

Warna-warna ini sengaja dibuat berbeda supaya petugas SPBU maupun konsumen bisa langsung membedakan jenis bahan bakar tanpa perlu bertanya dulu.

Meski begitu, perlu digarisbawahi kalau warna ini murni untuk kebutuhan identifikasi di lapangan dan sama sekali tidak memengaruhi kualitas atau performa bahan bakarnya. Jadi, warna hanya berfungsi sebagai pembeda visual, bukan penanda mana yang lebih bagus.

5. Rasio kompresi mesin

Rasio kompresi mesin
Wikimedia Commons/Firzafp

Terakhir, ada perbedaan dari sisi rasio kompresi mesin, yang justru jadi faktor paling penting sebelum Mama menentukan pilihan bahan bakar.

Rasio kompresi adalah perbandingan volume silinder saat piston berada di posisi terendah dan tertinggi; semakin tinggi rasionya, semakin banyak pula udara dan bahan bakar yang terkompresi di ruang bakar.

Pertalite umumnya direkomendasikan untuk kendaraan dengan rasio kompresi 9:1 sampai 10:1, sedangkan Pertamax lebih cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1. 

Kalau mesin kendaraan kamu sebenarnya butuh oktan lebih tinggi tapi terus-menerus diisi Pertalite, risikonya mesin jadi lebih cepat mengalami knocking, bahkan performanya bisa berangsur menurun.

Jadi, sebelum mengisi bensin, jangan lupa untuk selalu memeriksa buku manual kendaraan supaya tahu rasio kompresi mesinnya.

Nah, itulah pembahasan mengenai 5 perbedaan Pertalite dan Pertamax. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More