Memasuki tahun kedua perjalanannya, brand kecantikan lokal From This Island menunjukkan komitmennya dalam mengangkat potensi bahan lokal Indonesia ke level yang lebih modern.
Dua Tahun Berdiri, Brand Kecantikan Maudy Ayunda Fokus Modernisasi Bahan Lokal

- From This Island, brand kecantikan Maudy Ayunda, berkomitmen memodernisasi bahan lokal Indonesia lewat riset ilmiah dan teknologi paten Lumera agar mampu bersaing di pasar global.
- Meski menghadapi tekanan biaya dan persaingan ketat, brand ini tetap menolak menurunkan kualitas formulasi produk demi menjaga standar tinggi dan integritas merek.
- Dengan misi sosial dan lingkungan, From This Island menanam ribuan pohon di Kalimantan serta mendukung pendidikan anak Papua sambil meluncurkan serum kunyit berteknologi tinggi hasil riset lokal.
Hingga saat ini, brand tersebut telah menghadirkan 27 SKU dengan bahan utama yang berasal dari lima pulau besar di Indonesia, yaitu Jawa, Papua, Kalimantan, Sumatera, dan Bali.
Berikut Popmama.com siap membahas informasi lebih lanjut mengenai brand kecantikan Maudy Ayunda fokus modernisasi bahan lokal.
1. Menghidupkan kearifan lokal lewat pendekatan ilmiah untuk produk kecantikan

Maudy Ayunda selaku CEO & Co-Founder menegaskan bahwa kekuatan utama From This Island terletak pada upaya memodernisasi bahan tradisional dengan pendekatan berbasis sains.
Berbeda dari banyak brand skincare lainnya, From This Island memilih untuk membangun rantai pasoknya sendiri sekaligus berinvestasi besar dalam riset dan pengembangan.
Hal ini dilakukan agar bahan-bahan lokal tidak hanya digunakan, tetapi juga mampu bersaing di pasar global dengan kualitas yang terstandarisasi.
"Kami membangun untuk puluhan tahun ke depan, bukan sekadar untuk peluncuran produk yang viral. Salah satu langkah nyata kami adalah mengakuisisi paten teknologi dari Dr. Rudy yang telah melalui proses riset selama 12 tahun sebelum akhirnya siap kami bawa ke pasar, yang kami beri nama Lumera" ungkap Maudy Ayunda saat acara ‘From This Island Intimate Gathering’ di Plaza Indonesia, Selasa (28/4/2026).
Baginya, upaya ini adalah bentuk tanggung jawab nyata agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, melainkan menjadi bagian aktif dari rantai nilai industri kecantikan dunia.
"Karena pada satu titik, ini menjadi sebuah pertanyaan: kalau bukan kita, lalu siapa?" lanjut Maudy Ayunda.
2. Konsisten menjaga kualitas di tengah tekanan bisnis

Brand ini beberapa kali dihadapkan pada tekanan biaya operasional, kenaikan biaya marketplace, hingga persaingan harga yang semakin ketat di industri kecantikan. Situasi tersebut memunculkan dilema internal yang cukup kompleks.
Namun, keputusan yang diambil selalu konsisten, yaitu tidak menurunkan kualitas formulasi produk.
Pasalnya, sebuah brand tidak ditentukan oleh apa yang diterima, melainkan oleh keputusan sulit yang berani ditolak, bahkan ketika hal tersebut berdampak pada keuntungan.
“Kami secara konsisten menolak untuk menurunkan standar kualitas formulasi, meskipun margin bisa lebih sehat jika kami melakukannya. Sebuah brand tidak didefinisikan oleh apa yang ia iyakan, tapi oleh apa yang berani ia tolak bahkan ketika berkata ‘tidak’ itu mahal harganya,” tegas Patricia Davina selaku CBO & Co-Founder From This Island.
3. Kandungan produk skincare berasal dari kekayaan alam Indonesia

Sebagai brand kecantikan yang mengandalkan kekayaan alam Indonesia, From This Island juga membawa misi sosial dalam setiap langkah pertumbuhannya.
Maudy menyampaikan prinsip ‘Proximity Creates Responsibility’, yang berarti semakin dekat dengan sumber daya alam, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Semakin dekat, semakin bertanggung jawab," ujar Maudy Ayunda.
4. Bertumbuh bersama misi sosial dan lingkungan

Sebagai bentuk tanggung jawabnya, From This Island melalui program For The Forest telah berhasil menanam 460 pohon di Kalimantan Barat (2024) dan 1.000 pohon di Sei Gohong, Kalimantan Tengah (2026).
Tidak hanya itu, brand ini juga aktif mendukung pendidikan anak-anak di Sentani, Papua, serta memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Sumatera yang terdampak banjir. Langkah ini menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan dampak sosial yang positif.
5. Menjadikan kunyit sebagai kandungan utama produk serum

Salah satu bahan baku lokal yang digunakan dalam varian produk skincare brand ini adalah kunyit dari Pulau Jawa. Mereka resmi meluncurkan serum bertajuk Turmeric Advanced Power C Serum yang berfungsi tidak hanya mencerahkan kulit, tetapi juga meneruskan kearifan yang telah dijaga bumi Indonesia selama berabad-abad.
Berbeda dengan produk pencerah biasa, Turmeric Advanced Power C Serum dirancang untuk pengguna yang membutuhkan hasil lebih intens terhadap masalah hiperpigmentasi dan penuaan dini.
Produk ini menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi laboratorium, di antara lain:
10% THD Ascorbate (THDC): Turunan vitamin C yang sangat stabil dan mampu menembus lapisan kulit lebih dalam tanpa menyebabkan iritasi.
Tetrahidrokurkumin: Komponen aktif dari kunyit yang secara klinis terbukti memiliki efikasi setara dengan hidrokinon dalam menghambat melanin, namun aman digunakan.
Efikasi Teruji: Hasil uji klinis menunjukkan 9 dari 10 orang mengalami kulit lebih cerah, penurunan tingkat kemerahan, serta penurunan garis halus (wrinkle) sebesar 27,4% dalam 28 hari pemakaian.
“Kami menghabiskan waktu yang cukup lama untuk riset, karena kami ingin membuktikan bahwa bahan lokal bisa menjadi produk high-performance jika didukung sains yang tepat,” ujar Maudy Ayunda.
Demikian informasi mengenai brand kecantikan Maudy Ayunda fokus modernisasi bahan lokal. Bagaimana menurut pendapat Mama?


















