Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Kulit Berjerawat
Magnific.com
  • Kulit berjerawat perlu menghindari bahan yang berisiko mengiritasi, menyumbat pori, atau mengganggu skin barrier, terutama saat jerawat sedang meradang.
  • Pewangi buatan, minyak kelapa, natrium klorida, serta alkohol denat berkonsentrasi tinggi dapat memicu kemerahan, komedo, kekeringan, atau sensitivitas pada sebagian pemilik kulit berjerawat.
  • SLS dalam pembersih dapat mengeringkan kulit; pilih formula lembut dan pantau respons kulit. Jika jerawat berlanjut atau meradang, konsultasikan ke dokter kulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kulit berjerawat membutuhkan perawatan yang tepat agar kondisi jerawat tidak semakin memburuk. Beberapa kandungan skincare memang dikenal bermanfaat untuk membantu merawat kulit berjerawat, seperti salicylic acid, niacinamide, atau retinol.

Namun, tidak semua kandungan cocok digunakan pada kulit yang sedang berjerawat. Ada beberapa bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi, menyumbat pori-pori, atau bahkan memperparah kondisi jerawat, terutama jika digunakan secara berlebihan.

Lalu, kandungan skincare apa saja yang sebaiknya dihindari oleh pemilik kulit berjerawat? Berikut rangkuman menurut Popmama.com. 

1. Pewangi buatan

Magnific.com

Produk skincare dengan tambahan pewangi memang dapat memberikan aroma yang lebih menyenangkan. Namun, kandungan fragrance berpotensi memicu iritasi, terutama pada kulit berjerawat yang sedang meradang atau juga memiliki kondisi sensitif.

Iritasi dapat membuat kulit terasa tidak nyaman dan berpotensi memperburuk kemerahan. Karena itu, jika punya kulit berjerawat, bisa mempertimbangkan lagi produk skincare tanpa tambahan pewangi.

2. Minyak kelapa

Magnific.com

Minyak kelapa dikenal memiliki manfaat untuk menjaga kelembapan kulit. Tetapi kandungan ini tergolong memiliki potensi komedogenik yang cukup tinggi sehingga dapat menyumbat pori-pori pada sebagian orang.

Bagi pemilik kulit yang mudah berjerawat, pori-pori yang tersumbat dapat memicu munculnya komedo dan jerawat. Meski begitu, respons setiap jenis kulit terhadap minyak kelapa bisa berbeda-beda dan tidak ada salahnya untuk tetap waspada, ya.

3. Sodium lauryl sulfate (SLS)

Magnific.com

Sodium lauryl sulfate merupakan bahan yang sering digunakan dalam produk pembersih untuk menghasilkan busa. Namun, pada beberapa orang, SLS dapat membuat kulit terasa lebih kering dan memicu iritasi.

Kulit yang terlalu kering dapat mengalami gangguan pada skin barrier. Oleh karena itu, pemilik kulit berjerawat, terutama yang sensitif, bisa memilih pembersih wajah dengan formula yang lebih lembut.

4. Natrium klorida

Magnific.com

Natrium klorida atau garam dapat ditemukan dalam beberapa produk skincare sebagai bahan pengatur tekstur. Meski aman digunakan dalam formulasi tertentu, kandungan ini disebut dapat memiliki potensi menyumbat pori-pori pada kulit yang rentan berjerawat.

Jika sering merasa jerawat semakin sering muncul setelah menggunakan produk tertentu, ada baiknya memeriksa kembali kandungan di dalamnya dan memperhatikan respons kulit.

5. Alkohol denat

Magnific.com

Alkohol denat sering digunakan dalam produk skincare karena dapat memberikan sensasi ringan dan membantu produk lebih cepat mengering. Namun, penggunaan alkohol denat dalam konsentrasi tinggi berpotensi membuat kulit menjadi kering dan iritasi.

Ketika kulit kehilangan kelembapannya, kondisi skin barrier juga dapat terganggu. Hal ini bisa membuat kulit berjerawat terasa semakin sensitif. Karena itu, penting untuk memilih produk sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit.

Merawat kulit berjerawat bukan hanya tentang mencari kandungan yang dapat membantu mengurangi jerawat, tetapi juga memperhatikan bahan yang mungkin kurang cocok untuk kulit. Setiap orang memiliki respons kulit yang berbeda, sehingga kandungan yang memicu jerawat pada satu orang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain.

Jika jerawat terus muncul atau semakin meradang, Mama juga bisa berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang lebih sesuai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article