"Bagi kami, inovasi bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana science dan technology menjawab kebutuhan konsumen sekaligus membantu manusia memahami dirinya dengan lebih baik. Melalui pemanfaatan AI dan kolaborasi global, serta pendekatan biometric science, genomic and microbiome research, dan data-driven skin analysis, kami merancang solusi kecantikan yang lebih presisi, personal, dan bertanggung jawab, bukan untuk mengubah manusia, tetapi untuk merawat manusia dan menjawab kebutuhan nyata konsumen, baik di Indonesia maupun secara global," kata dr Sari Chairunnisa, SpKK, FINSDV, Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp dalam Beauty Science Tech 2026 di PIM 3, Rabu (21/1/2026).
Lewat Beauty Science Tech 2026, Paragon Bahas Inovasi Perawatan Kulit

- Perawatan kulit semakin berkembang
- Teknologi membantu Mama memahami kondisi kulit secara lebih mendalam
- Inovasi kecantikan tidak lepas dari peran riset ilmiah
Di tengah banyaknya pilihan perawatan kulit, Mama mungkin menyadari bahwa kebutuhan kulit kini tidak lagi bisa disamaratakan.
Fokus ini turut dibahas dalam acara Beauty Science Tech (BST) 2026, di mana Paragon menyoroti perkembangan inovasi perawatan kulit yang didukung sains dan teknologi, sekaligus mempertimbangkan aspek keberlanjutan.
Acara ini diselenggarakan oleh ParagonCorp, perusahaan kecantikan asal Indonesia yang berada di balik sejumlah brand, seperti Wardah, Make Over, Emina, dan Kahf.
Melalui ini seputar integrasi sains dan teknologi dalam industri kecantikan dibuka lebih luas, tidak hanya untuk pelaku industri, tetapi juga pada konsumen.
Berikut Popmama.com merangkum inovasi perawatan kulit yang dibahas dalam acara tersebut. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
1. Perawatan kulit semakin berkembang

Kebutuhan kulit setiap Mama pasti berbeda, dimana inovasi perawatan kulit kini banyak berfokus pada pemahaman kondisi kulit secara lebih spesifik.
Pendekatan berbasis tekonologi ini membantu untuk mengidentifikasi karakteristik kulit secara lebih akurat, sehingga solusi yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Mama, termasuk faktor usia, lingkungan, dan gaya hidup.
2. Teknologi membantu Mama memahami kondisi kulit secara lebih mendalam

Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, membuka peluang baru dalam analisis kulit.
Teknologi ini memungkinkan proses pengenalan kondisi kulit dilakukan dengan lebih cepat dan presisi.
Hal ini menegaskan bahwa inovasi perawatan kulit tidak semata mengejar kecanggihan, tetapi diarahkan untuk menjawab kebutuhan Mama lebih detail.
3. Inovasi kecantikan tidak lepas dari peran riset ilmiah

Pada produk perawatan kulit yang digunakan sehari-hari, riset ilmiah memegang peranan penting.
Mulai dari penelitian mengenai struktur kulit, mikrobioma, hingga respons biologis menjadi dasar dalam pengembangan inovasi kecantikan.
Hal ini menegaskan bahwa perawatan kulit bukan hanya soal estetika, tetapi juga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
4. Inovasi kecantikan yang bermanfaat

Seiring dengan penggunaan teknologi dan data, tanggung jawab etis menjadi aspek yang semakin diperhatikan.
Industri kecantikan dihadapkan pada tantangan untuk menjaga transparansi, keamanan data, serta keberlanjutan lingkungan.
"Kebermanfaatan konsisten menjadi tujuan utama pertumbuhan ParagonCorp. Kami mengejar kebermanfaatan, dan dari sanalah, pertumbuhan mengikuti. BST 2026 menegaskan kesiapan kami untuk terus berkontribusi mengembangkan global beauty ecosystem dengan inovasi yang berkelanjutan, inklusif, dan bermakna. Dari tahun ke tahun kami menyelenggarakan BST, sebagai showcase, memperlihatkan bagaimana ParagonCorp memanfaatkan beauty science and technology, yang membantu kami menciptakan inovasi yang berdampak bagi konsumen, masyarakat, dan bumi," ujar Harman Subakat yang merupakan Group CEO ParagonCorp saat ditemui dalam acara yang sama.
Hal ini penting agar inovasi yang dihadirkan tidak hanya bermanfaat bagi konsumen, tetapi juga tetap selaras dengan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan bumi.
5. Kolaborasi menjadi pendorong arah baru beauty industry

Perkembangan industri kecantikan saat ini tidak berjalan sendiri. Kolaborasi antara pelaku industri, ilmuwan, ahli teknologi, hingga pemerintah menjadi kunci dalam membentuk ekosistem kecantikan yang lebih adaptif.
Diskusi ini membuka ruang dialog mengenai bagaimana inovasi kecantikan dapat menjawab tantangan global, sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan Mama sebagai konsumen.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan ParagonCorp sebagai salah satu pioner di industri kecantikan Indonesia yang secara konsisten mendorong inovasi dan perkembangan pasar. Melalui BST 2026, Shopee turut mengambil bagian dalam inisiatif ini dengan menghadirkan kampanye spesial Shopee Hyper Brand Day bersama Paragon pada 22-26 Januari mendatang, agar produk-produk Paragon semakin mudah diakses dan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Daniel Minardi yang merupakan Director of Brand Partnership Shopee Indonesia saat ditemui di acara yang sama.
Nah, melalui berbagai diskusi yang dihadirkan dalam Beauty Science Tech (BST) 2026, terlihat bahwa inovasi perawatan kulit terus bergerak menuju pendekatan yang lebih personal, berbasis sains, dan bertanggung jawab.
Selain itu, Mama tidak hanya dihadapkan pada pilihan produk, tetapi juga pada pemahaman bahwa perawatan kulit merupakan bagian dari perjalanan merawat diri secara menyeluruh dan berkelanjutan.


















