“Sebagai dokter yang menekuni bidang ini, saya melihat tren longevity yang tengah menjadi tren global bukan sekadar gaya hidup, melainkan cara berpikir baru, yaitu bagaimana menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi baik selama mungkin, bukan sekadar menutupi tanda usia,” ujar dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV dalam media press bertajuk Healthy Skin: Rewritten at The Cellular Level, Jumat, (4/9/2026), bertempat di Raffles Hotel Jakarta, Dharmawangsa Room.
Longevity di Dunia Kecantikan, Mulai Fokus Menjaga Kulit dari Dalam

Konsep longevity membawa cara pandang yang lebih panjang, yaitu menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi dengan baik seiring bertambahnya usia.
Perkembangan teknologi membuat para ahli mempelajari bagaimana energi tertentu bisa berinteraksi dengan sel kulit dan memengaruhi proses di dalamnya.
Konsep longevity fokus memperbaiki kulit agar tampak awet muda, tetapi menjaga kesehatan dan fungsi kulit agar tetap optimal dalam jangka panjang.
Perawatan kecantikan sering dikaitkan dengan upaya untuk menyamarkan tanda-tanda penuaan. Mulai dari mengurangi garis halus hingga menjaga kulit agar tetap terlihat awet muda.
Di masa sekarang, cara pandang terhadap penuaan kini mulai berkembang. Tren longevity dalam dunia kecantikan mengajak untuk tidak hanya berfokus pada penampilan kulit di permukaan, tapi juga menjaga kesehatan dan fungsi kulit bagian dalam.
Seperti apa, sih, konsep longevity dalam dunia kecantikan? Yuk, simak pembahasan dari Popmama.com berikut ini.
Table of Content
1. Longevity mengubah cara pandang dalam merawat kulit

Dok. Aruna International Summit 2026 Perawatan kulit kini tidak hanya berfokus pada cara menyamarkan garis halus, kerutan, atau tanda penuaan lainnya. Konsep longevity membawa cara pandang yang lebih panjang, yaitu menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi dengan baik seiring bertambahnya usia.
Media press tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Celluma dengan PT Redo Marketing Indonesia. Melalui acara ini, perawatan kulit mulai dilihat bukan hanya dari tampilan luarnya, tetapi juga dari bagaimana menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang, sesuai dengan konsep longevity.
2. Menjaga fungsi kulit menjadi bagian penting dalam konsep longevity

Dok. Aruna International Summit 2026 Dalam konsep longevity, kulit sehat bukan hanya dinilai dari tampilannya. Kondisi kulit juga perlu dijaga agar tetap mampu menjalankan fungsinya dengan baik
“Ada pergeseran besar yang sedang terjadi dalam cara kita memahami kulit sehat. Selama bertahun-tahun, perawatan kulit berfokus pada apa yang terlihat di permukaan. Kini, sains membawa kita jauh lebih dalam: ke tingkat sel, tempat proses penuaan dan peremajaan kulit sesungguhnya bermula,” tambah dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, sebagai Kepala Departemen Dermatologi RSPNN dan anggota Celluma Indonesia Advisory Board.
3. Makna kulit glowing kini tidak lagi hanya tentang tampilan permukaan

Popmama.com/Bernika Nathania Kulit glowing biasanya identik dengan wajah yang terlihat cerah, lembap, dan punya kilau alami. Namun, dalam konsep longevity, glowing bukan hanya dilihat dari tampilan luar, tetapi juga dari kesehatan kulit.
“Glow sendiri perlu dimaknai ulang, bukan kilau di permukaan, tetapi cerminan sel-sel kulit yang sehat dan berenergi,” lanjut dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV.
Karena itu, perawatan kulit kini mulai melihat lebih jauh dari sekadar hasil yang terlihat. Kulit yang sehat dan terawat menjadi bagian penting untuk mendapatkan tampilan glowing secara alami.
4. Pendekatan berbasis sains semakin penting dalam menjaga kesehatan kulit dari dalam

Dok. Aruna International Summit 2026 Perkembangan teknologi membuat para ahli mempelajari bagaimana energi tertentu bisa berinteraksi dengan sel kulit dan memengaruhi proses di dalamnya. Menurut dr. Feilicia, hal tersebut menjadi titik temu antara science, teknologi, dan praktik klinis.
“Kami tidak berhenti pada pertanyaan what the device does on the skin. Lebih jauh, kami ingin memahami what happens inside the cell, bagaimana energi cahaya berinteraksi dengan cellular chromophores, dan bagaimana interaksi tersebut diterjemahkan menjadi respons biologis,” ujar dr. Feilicia Henrica, Sp.D.V.E, FINSDV, anggota Celluma Indonesia Advisory Board, dalam media press yang sama, bertajuk Healthy Skin: Rewritten at The Cellular Level.
Pada akhirnya, konsep longevity dalam dunia kecantikan mengajak untuk melihat proses penuaan dengan cara yang berbeda. Bukan lagi semata-mata fokus memperbaiki kulit agar tampak awet muda, tetapi menjaga kesehatan dan fungsi kulit agar tetap optimal dalam jangka panjang.
Kulit yang sehat dapat dimulai dari kondisi yang terjaga hingga ke dalam. Jadi, daripada hanya fokus mengatasi tanda-tanda penuaan, yuk mulai berikan perhatian pada kesehatan kulit di setiap fase usia!





















