"Sekitar setengahnya itu memiliki riwayat yang diturunkan dari keluarga," ungkap dr. Irwan Saputra Batubara, Sp. D.V.E., saat menjelaskan faktor risikonya.
Penyebab Ketiak Basah Berlebih dan Cara Mengatasinya

- Hiperhidrosis menyebabkan ketiak basah berlebih akibat hiperaktivitas kelenjar keringat, bukan kebersihan buruk; kondisi ini dapat dipengaruhi riwayat keluarga dan menimbulkan tekanan emosional.
- Makanan pedas, hidangan panas, serta kopi dapat merangsang sistem saraf simpatis dan meningkatkan produksi keringat. Membatasi pemicu tersebut membantu menstabilkan respons kelenjar keringat.
- Penanganan meliputi antiperspiran aluminium chloride pada malam hari, suntik botoks yang efeknya sementara, hingga Advanced Sweat Reduction yang dilaporkan menurunkan keringat 70–90 persen secara permanen.
Ketiak basah berlebih atau hiperhidrosis kerap merusak rasa percaya diri. Kondisi ini murni dipicu hiperaktivitas kelenjar keringat internal, bukan akibat kebersihan diri yang buruk (bad hygiene).
Dalam tema bertajuk "Advanced Sweat Reduction" di SiniLagi, Jakarta Selatan pada Kamis (03/09/2026), penanganan medis hiperhidrosis dibahas tuntas. Melansir dari dr. Irwan Saputra Batubara, Sp. D.V.E., penderita keringat berlebih bahkan kerap mengalami tekanan emosional hingga menarik diri dari lingkungan sosial.
Penanganan yang tepat sangat penting agar aktivitas harian tidak terganggu. Berikut Popmama.com bagikan penyebab ketiak basah berlebih dan cara mengatasinya!
Table of Content
1. Faktor genetik atau riwayat keluarga

Popmama.com/Erica Santoso/AI Keringat berlebih di area ketiak sering kali dipicu oleh faktor keturunan. Kondisi hiperhidrosis primer ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja atau dewasa muda.
Produksi keringatnya terjadi secara alami tanpa pemicu penyakit lain. Cairannya bahkan tetap keluar meski sedang beristirahat di ruangan ber-AC.
2. Asupan makanan pedas dan minuman berkafein

Popmama.com/Erica Santoso/AI Konsumsi makanan tertentu dapat merangsang kerja sistem saraf simpatis. Makanan pedas, hidangan panas, serta kopi memicu kelenjar keringat bekerja lebih aktif.
Rangsangan sinyal saraf yang berlebihan membuat produksi keringat meningkat drastis. Akibatnya, ketiak menjadi lebih mudah basah dan menimbulkan rasa risih.
Membatasi konsumsi jenis makanan pemicu tersebut menjadi langkah awal yang bijak. Kebiasaan ini membantu menstabilkan respons kelenjar keringat harian.
3. Penggunaan antiperspiran di malam hari

Popmama.com/Erica Santoso/AI Langkah awal mengatasi ketiak basah adalah memakai antiperspiran berkeandalan aluminium chloride. Produk ini bekerja menyumbat saluran keringat secara sementara agar tidak keluar.
Banyak orang keliru memakainya di pagi hari sebelum beraktivitas. Padahal, waktu paling efektif menggunakannya adalah pada malam hari saat tubuh rileks.
Penggunaan rutin di malam hari membuat bahan aktifnya meresap sempurna. Hasilnya, area ketiak tetap kering dan segar keesokan harinya.
4. Pengobatan medis dengan suntik botoks

Popmama.com/Erica Santoso/AI Jika antiperspiran biasa kurang mempan, suntik botoks bisa menjadi opsi medis selanjutnya. Prosedur ini bekerja memblokir sinyal saraf yang menuju ke pabrik kelenjar keringat.
Ketika sinyal terhambat, kelenjar tidak akan memproduksi keringat berlebih di ketiak. Penanganan ini efektif mengurangi ketiak basah dalam waktu singkat.
Namun, efek suntik botoks ini bersifat sementara dan akan memudar seiring waktu. Pasien umumnya perlu melakukan perawatan ulang secara berkala.
5. Prosedur Advanced Sweat Reduction

Popmama.com/Erica Santoso/AI Solusi jangka panjang ketiak basah adalah melalui tindakan medis Advanced Sweat Reduction. Prosedur Laser Assisted Liposuction ini bekerja menyedot kelenjar keringat berlebih secara langsung.
Tindakan ini aman karena hanya menggunakan anestesi lokal dengan sayatan minim. Hasilnya bersifat permanen karena kelenjar yang diangkat tidak akan tumbuh lagi.
"Kelenjar keringat itu sekali diangkat dia sudah hilang permanen, terjadi penurunan atau perbaikan penurunan keringat sekitar 70-90%," jelas dr. Irwan Saputra Batubara, Sp. D.V.E.
Yuk, mulai terapkan pola hidup sehat dan konsultasikan kondisi kesehatan kulitmu ke dokter spesialis agar aktivitas harian kembali nyaman!





















