Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Wajah Terasa Perih setelah Pakai Skincare, Waspadai Skin Barrier Rusak

Wajah Terasa Perih setelah Pakai Skincare, Waspadai Skin Barrier Rusak
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Rasa perih atau terbakar setelah memakai skincare bukan tanda produk bekerja, melainkan dapat menandakan iritasi, peradangan, atau kerusakan lapisan pelindung kulit.
  • Pemakaian bahan aktif berlebihan, kombinasi produk yang keras, alkohol, pewangi, terlalu sering mencuci wajah, dan eksfoliasi dapat membuat kulit makin reaktif.
  • Perih juga bisa terkait alergi, rosacea, perubahan kondisi tubuh, cuaca, stres, hormon, atau reformulasi produk; hentikan produk bila dicurigai memicu alergi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memakai skincare idealnya memberikan efek menenangkan serta membuat kulit sehat. Namun, tak jarang sehabis memulaskan produk tertentu, kulit wajah justru terasa perih, menyengat, hingga terbakar.

Banyak orang keliru menganggap rasa perih ini tanda produk sedang "bekerja". Melansir dari Dermatology Collective, rasa terbakar tersebut sebenarnya menandakan kulit sedang iritasi, mengalami peradangan, atau lapisan utamanya rusak.

Penasaran apa saja faktor pemicunya?

Berikut Popmama.com bagikan penyebab wajah perih setelah pakai skincare!

  1. 1. Penggunaan bahan aktif berlebihan

    Penggunaan bahan aktif berlebihan
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Alasan paling umum wajah terasa perih adalah penggunaan bahan aktif berlebih. Kandungan seperti AHA, BHA, retinoid, hingga benzoyl peroxide memang ampuh, tetapi berisiko mengiritasi kulit.

    Pemakaian beberapa bahan aktif bersamaan atau scrub kasar dapat mengikis permukaan kulit. Selain itu, kandungan alkohol tinggi dan pewangi tambahan juga sering memicu sensasi terbakar. Bagi pemilik kulit sensitif atau rosacea, bahan-bahan ini mudah memicu kemerahan. Perhatikan frekuensi pemakaian dan kombinasi bahan aktif agar tidak membebani kulit.

  2. 2. Lapisan skin barrier yang rusak

    Lapisan skin barrier yang rusak
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Skin barrier berfungsi membentengi kulit dari zat iritan luar. Melansir dari Dermatology Collective, saat lapisan ini rusak, bahkan produk pelembap yang lembut sekalipun bisa menimbulkan rasa perih.

    Kerusakan ini sering terjadi akibat kebiasaan merawat wajah yang kurang tepat. Terlalu sering mencuci muka, eksfoliasi berlebihan, serta paparan cuaca ekstrem menjadi pemicu utamanya.

    Saat pertahanan alami melemah, kulit berubah sangat reaktif dan rentan mengelupas. Merawat kembali skin barrier dengan pelembap yang menghidrasi menjadi kunci utama.

  3. 3. Adanya reaksi alergi

    Adanya reaksi alergi
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Sensasi perih tidak selalu disebabkan iritasi biasa, tetapi bisa jadi merupakan reaksi alergi. Kondisi dinamakan dermatitis kontak alergi ini muncul saat sistem imun bereaksi negatif terhadap bahan tertentu.

    Gejala alergi biasanya disertai ruam, gatal, pembengkakan, hingga kulit mengelupas. Berbeda dengan iritasi ringan, rasa tidak nyaman akibat alergi umumnya bertahan meski produk sudah dibersihkan.

    Jika mencurigai adanya reaksi alergi, segera hentikan penggunaan produk. Mengidentifikasi bahan pemicu sangat penting agar kamu bisa menghindarinya kelak.

  4. 4. Gejala rosacea atau kulit sensitif

    Gejala rosacea atau kulit sensitif
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Wajah yang mudah terasa perih bisa menjadi indikasi adanya kondisi kulit medis seperti rosacea. Rosacea merupakan peradangan kronis yang membuat area pipi, hidung, dahi, dan dagu sangat sensitif.

    Pemilik rosacea memiliki skin barrier yang melemah, sehingga produk jerawat atau anti-aging sulit ditoleransi. Pemicu seperti panas dan sinar matahari dapat memperparah rasa terbakar.

    Sensitivitas ini bisa berkembang perlahan dari waktu ke waktu. Jika sering mengalami kemerahan yang tak kunjung hilang, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

  5. 5. Perubahan kondisi kulit atau formula produk

    Perubahan kondisi kulit atau formula produk
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Produk yang biasa digunakan bertahun-tahun bisa mendadak terasa perih di wajah. Hal ini terjadi karena perubahan kondisi internal tubuh maupun reformulasi dari produsen produk.

    Faktor seperti perubahan cuaca, stres, hormon, hingga asam eksfoliasi baru dapat mengubah respons kulit. Saat kulit rentan, produk langgananmu pun bisa memberikan sensasi menyengat.

    Di sisi lain, produsen skincare terkadang merubah bahan pengawet atau pewangi. Perubahan kecil komposisi tersebut bisa saja tidak cocok lagi dengan kulitmu saat ini.

    Yuk, lebih peka mendengarkan kebutuhan kulitmu agar perjalanan menuju kulit sehat tetap nyaman!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More