Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Perayaan Hari Batik Nasional 2026 Padukan Fashion dan Aksi Sosial

4 min read
Perayaan Hari Batik Nasional 2026 Padukan Fashion dan Aksi Sosial
Dok. Batik Keris
  • Hari Batik Nasional 2026 menghadirkan runway, charity, dan exhibition yang menggabungkan fashion, warisan budaya, serta pemberdayaan ekonomi.

  • Batik Keris mengeksplorasi motif, warna, dan desain agar batik tetap relevan bagi generasi muda tanpa meninggalkan motif tradisional.

  • Lelang karya enam desainer Indonesia diarahkan untuk mendukung permodalan UMKM perempuan melalui program PPLIPI Peduli UMKM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hari Batik Nasional 2026 dirayakan dengan cara yang lebih luas dari sekadar mengenakan batik. Batik Keris bersama Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) menghadirkan rangkaian Runway, Charity, dan Exhibition di Fairmont Jakarta pada 2 Oktober 2026 dengan tema Cinta Batik, Cinta UMKM.

Perayaan ini mempertemukan fashion, warisan budaya, hingga pemberdayaan ekonomi. Mulai dari koleksi batik yang terinspirasi rempah Nusantara, lelang karya desainer ternama, sampai upaya membawa batik tetap relevan untuk generasi muda.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa hal menarik dari perayaan Hari Batik Nasional 2026 tersebut.

  1. 1. Koleksi Rona Rempah membawa kekayaan Nusantara ke runway

    Koleksi Rona Rempah membawa kekayaan Nusantara ke runway
    Dok. Batik Keris

    Salah satu sorotan utama datang dari koleksi Rona Rempah yang diperkenalkan khusus dalam momentum Hari Batik Nasional 2026.

    Koleksi ini mengambil inspirasi dari kekayaan rempah Nusantara seperti cengkeh, kecombrang, kemukus, dan kunyit. Unsur-unsur tersebut diterjemahkan menjadi motif batik bernuansa warna bumi, sehingga menghadirkan hubungan antara alam, budaya, dan sejarah Indonesia dalam bentuk fashion yang lebih kontemporer.

    Lewat pendekatan tersebut, batik tidak hanya diposisikan sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai medium ekspresi visual yang dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan fashion masa kini.

  2. 2. Batik Keris terus beradaptasi agar tetap relevan lintas generasi

    Batik Keris terus beradaptasi agar tetap relevan lintas generasi
    Popmama.com/Putri Syifa N

    Bagi Andy Rusli, generasi ketiga Batik Keris, perkembangan batik saat ini berada di titik yang cukup menantang. Di satu sisi, semakin banyak anak muda yang ingin mengenakan batik. Namun, di sisi lain, masih ada anggapan bahwa batik terlalu “penuh” atau identik dengan gaya generasi sebelumnya.

    Karena itu, Batik Keris berusaha mempertahankan motif-motif tradisional sambil membawanya ke konteks yang lebih modern.

    “Kita tidak mau meninggalkan motif-motif yang original, tapi kita membawa batik yang original itu ke era modern,” ujar Andy.

    Menurutnya, penyesuaian dilakukan lewat motif, warna, dan desain. Batik Keris kini kembali mengeksplorasi dasar motif batik klasik, tetapi menghadirkannya dengan isen-isen, detail, serta warna yang lebih modern dan sebelumnya jarang digunakan.

    Tren warna pun ikut diperhatikan. Andy menyebut Batik Keris telah merilis warna pastel dalam beberapa bulan terakhir dan akan terus menghadirkan palet yang relevan dengan perkembangan dunia fashion.

    Salah satu desain yang tetap dipertahankan lintas generasi adalah rok lilit. Model tersebut disebut sebagai salah satu pionir Batik Keris sejak 1947 dan hingga kini masih terus diproduksi. Ke depan, rok lilit tersebut juga akan dikembangkan dalam versi yang lebih high fashion.

  3. 3. Enam desainer Indonesia melelang karya untuk UMKM perempuan

    Enam desainer Indonesia melelang karya untuk UMKM perempuan
    Popmama.com/Putri Syifa N

    Perayaan Hari Batik Nasional ini juga membawa misi sosial melalui program Auction for Charity.

    Enam nama desainer Indonesia ikut berpartisipasi, yakni Denny Wirawan, Ivan Gunawan, Priyo Oktaviano, Danny Satriadi, Ayu Dyah Andari, dan Marini Zumarnis. Masing-masing melelang salah satu koleksinya.

    Hasil lelang kemudian didedikasikan untuk program PPLIPI Peduli UMKM, berupa pemberian bantuan permodalan kepada UMKM yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

    “Kami percaya bahwa kepedulian akan menjadi lebih berarti dan efektif ketika dilakukan bersama-sama,” ujar Dra. Hj. Indah Suryadharma Ali, MBA, Ketua Umum PPLIPI.

    Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelestarian budaya dengan pemberdayaan ekonomi perempuan.

  4. 4. Kemeja laki-laki dan dress perempuan masih jadi produk terlaris

    Kemeja laki-laki dan dress perempuan masih jadi produk terlaris
    Dok. Batik Keris

    Meski terus bereksperimen dengan model baru, Andy mengungkap bahwa produk yang paling banyak dicari konsumen selama beberapa tahun terakhir masih berasal dari kategori yang cukup klasik.

    Untuk laki-laki, atasan kemeja masih menjadi produk unggulan. Sementara untuk perempuan, dress menjadi salah satu kategori yang paling kuat, disusul blouse yang belakangan juga menunjukkan performa cukup baik.

    Namun, pilihan produk Batik Keris kini jauh lebih luas. Untuk perempuan, mereka juga memproduksi abaya, rok lilit, rok mini, outer panjang maupun pendek, bahkan hingga baju tidur berbahan batik.

    Andy menekankan bahwa eksplorasi tersebut dilakukan agar batik tidak hanya identik dengan pakaian kondangan atau busana formal.

    “Kita selalu memikirkan agar produk kita itu bisa relevan dan tidak dianggap sebagai produk yang kuno untuk dipakai oleh anak-anak muda,” jelasnya.

    Dengan variasi tersebut, Batik Keris mencoba membuka lebih banyak cara bagi generasi muda untuk memakai batik dalam kehidupan sehari-hari.

  5. 5. Exhibition dan rangkaian hiburan lengkapi perayaan Hari Batik Nasional

    Exhibition dan rangkaian hiburan lengkapi perayaan Hari Batik Nasional
    Popmama.com/Putri Syifa N

    Selain runway dan charity, acara ini juga menghadirkan exhibition yang memperlihatkan eksplorasi batik dari sisi motif, warna, craftsmanship, hingga gagasan kreatif yang berangkat dari kekayaan budaya Nusantara.

    Pengunjung dapat melihat bagaimana batik terus berkembang melalui permainan detail, teknik, dan pendekatan desain yang lebih kontemporer.

    Perayaan juga semakin meriah dengan penampilan Vina Panduwinata, Cakra Khan, dan Sania.

    Dengan mempertemukan runway, pameran, karya desainer, dan kegiatan sosial, perayaan Hari Batik Nasional 2026 ini memperlihatkan bahwa batik bisa terus hidup dalam banyak bentuk: Sebagai warisan budaya, bagian dari fashion modern, sekaligus medium untuk mendukung masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More