Popmama.com/Putri Syifa N
Konsep musim panas dalam koleksi 26° Rhapsody semakin kuat lewat pemilihan “cherry tomato” sebagai ikon kampanye. Inspirasi ini tidak sekadar menjadi elemen visual, tetapi menjadi bagian dari cerita yang dibawa TAZA melalui koleksi modest wear-nya.
Cherry tomato menggambarkan proses pertumbuhan, mulai dari benih kecil yang kemudian bertunas, berbunga, hingga menghasilkan buah. Warna buahnya pun mengalami perubahan, dari hijau hingga merah cerah.
Inspirasi tersebut kemudian diterjemahkan TAZA ke dalam koleksi yang membawa palet warna musim panas dengan siluet modest khas brand lokal tersebut.
Bagi TAZA, perjalanan cherry tomato menjadi gambaran bahwa setiap proses membutuhkan waktu, perhatian, dan kesabaran. Pesan ini pula yang ingin dihadirkan melalui 26° Rhapsody, sehingga fashion tidak hanya berbicara tentang pakaian, tetapi juga cerita di balik proses pembuatannya.
Ashilla Ramadhani, Founder TAZA, menjelaskan bahwa koleksi ini dibuat untuk menghadirkan pakaian yang nyaman sekaligus memiliki cerita.
“Lewat 26° Rhapsody, kami ingin menghadirkan koleksi yang nyaman, namun tetap memiliki cerita tentang proses bertumbuh di baliknya,” jelas Ashilla saat media conference di Barnyard, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).
Sebenarnya tidak hanya tomat saja yang diambil. Pada dasarnya, konsep 26° Rhapsody berangkat dari inspirasi terhadap siklus kehidupan tanaman. Cherry tomato kemudian menjadi ikon utama yang menggambarkan proses tersebut.
Dari benih kecil, tanaman melewati berbagai fase, mulai dari bertunas, berbunga, hingga akhirnya berbuah. Buahnya pun hadir dalam berbagai warna, dari hijau hingga merah cerah.
Proses tersebut menjadi gambaran bahwa pertumbuhan membutuhkan waktu, perhatian, dan kesabaran. Nilai yang sama kemudian diterjemahkan TAZA ke dalam koleksi modest fashion mereka.