Summer Vibes, Modest Wear Lokal Ini Rilis Baju Terinspirasi dari Tomat!

- TAZA menutup kampanye 26° Rhapsody lewat Summer Marché Vol. II pada 17–20 September 2026 di Barnyard, Jakarta Selatan, dengan konsep pop-up market yang menggabungkan fashion, alam, kuliner, dan komunitas.
- Kampanye ini menjadikan cherry tomato sebagai ikon siklus pertumbuhan tanaman, menerjemahkan pesan tentang waktu, perhatian, dan kesabaran ke palet musim panas serta modest wear yang nyaman.
- Koleksi 26° Rhapsody menghadirkan 16 artikel, termasuk abaya, tunik, one set, dan khimar, memakai Nubuck™, katun, Lyocell, linen, serta rayon; Ylsa One Set mendapat bundle Instaperfect.
TAZA, brand modest asal Indonesia, menutup rangkaian kampanye 26° Rhapsody melalui Summer Marché Vol. II yang berlangsung pada 17–20 September 2026 di Barnyard, Jakarta Selatan.
Mengusung konsep pop-up market, acara ini mempertemukan fashion, alam, kuliner, dan komunitas dalam satu ruang. Konsep tersebut menjadi bagian dari cerita 26° Rhapsody yang terinspirasi dari proses pertumbuhan tanaman.
Cherry tomato dipilih sebagai ikon kampanye. Seperti tanaman yang tumbuh secara bertahap dari benih hingga menghasilkan buah, TAZA ingin membawa pesan bahwa setiap proses memiliki ritme dan waktunya masing-masing.
Berikut Popmama.com rangkum beberapa hal menarik dari perjalanan 26° Rhapsody TAZA nih!
Table of Content
1. Summer vibes terasa lewat koleksi yang terinspirasi cherry tomato

Popmama.com/Putri Syifa N Konsep musim panas dalam koleksi 26° Rhapsody semakin kuat lewat pemilihan “cherry tomato” sebagai ikon kampanye. Inspirasi ini tidak sekadar menjadi elemen visual, tetapi menjadi bagian dari cerita yang dibawa TAZA melalui koleksi modest wear-nya.
Cherry tomato menggambarkan proses pertumbuhan, mulai dari benih kecil yang kemudian bertunas, berbunga, hingga menghasilkan buah. Warna buahnya pun mengalami perubahan, dari hijau hingga merah cerah.
Inspirasi tersebut kemudian diterjemahkan TAZA ke dalam koleksi yang membawa palet warna musim panas dengan siluet modest khas brand lokal tersebut.
Bagi TAZA, perjalanan cherry tomato menjadi gambaran bahwa setiap proses membutuhkan waktu, perhatian, dan kesabaran. Pesan ini pula yang ingin dihadirkan melalui 26° Rhapsody, sehingga fashion tidak hanya berbicara tentang pakaian, tetapi juga cerita di balik proses pembuatannya.
Ashilla Ramadhani, Founder TAZA, menjelaskan bahwa koleksi ini dibuat untuk menghadirkan pakaian yang nyaman sekaligus memiliki cerita.
“Lewat 26° Rhapsody, kami ingin menghadirkan koleksi yang nyaman, namun tetap memiliki cerita tentang proses bertumbuh di baliknya,” jelas Ashilla saat media conference di Barnyard, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).
Sebenarnya tidak hanya tomat saja yang diambil. Pada dasarnya, konsep 26° Rhapsody berangkat dari inspirasi terhadap siklus kehidupan tanaman. Cherry tomato kemudian menjadi ikon utama yang menggambarkan proses tersebut.
Dari benih kecil, tanaman melewati berbagai fase, mulai dari bertunas, berbunga, hingga akhirnya berbuah. Buahnya pun hadir dalam berbagai warna, dari hijau hingga merah cerah.
Proses tersebut menjadi gambaran bahwa pertumbuhan membutuhkan waktu, perhatian, dan kesabaran. Nilai yang sama kemudian diterjemahkan TAZA ke dalam koleksi modest fashion mereka.
2. Hadirkan 16 artikel dengan material dan siluet yang beragam

Popmama.com/Putri Syifa N Semangat musim panas dalam 26° Rhapsody diwujudkan melalui 16 artikel fashion. Koleksi tersebut terdiri dari abaya, tunik, one set, hingga item terbaru berupa khimar atau kerudung.
Palet warna musim panas dipadukan dengan siluet modest khas TAZA. Koleksi ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara kenyamanan, karakter, serta detail yang tetap refined.
Eksplorasi TAZA juga terlihat dari pilihan material. Selain Nubuck™ yang telah menjadi salah satu material khas TAZA, koleksi 26° Rhapsody menggunakan Cotton, Lyocell, Linen, dan Rayon.
Perpaduan berbagai material tersebut dirancang agar koleksi tetap nyaman dikenakan untuk berbagai aktivitas sekaligus dapat mengikuti perubahan cuaca.
Salah satu item yang mendapat perhatian khusus adalah Ylsa One Set. Setiap pembelian koleksi tersebut mendapatkan special box bundle TAZA x Instaperfect.
Sebagai Official Beauty Partner 26° Rhapsody, Instaperfect menghadirkan Skin Cover Air Cushion dan Noir Lash Mascara dalam bundle tersebut.
3. Fashion dibawa keluar dari pakaian lewat Summer Marché Vol. II

Popmama.com/Putri Syifa N Penutupan rangkaian 26° Rhapsody tidak hanya dilakukan melalui koleksi fashion, tetapi juga diterjemahkan ke dalam pengalaman yang lebih luas melalui Summer Marché Vol. II.
Pengunjung dapat menemukan suasana yang masih membawa elemen dari konsep tanaman dan cherry tomato. Glass house Barnyard dihiasi instalasi buah dan sayuran dengan tomat sebagai elemen utama.
Area terbuka dan piknik juga menjadi bagian dari acara sehingga pengunjung dapat bersantai dan menikmati suasana hijau di tengah kota.
Menurut Ashilla, Summer Marché Vol. II menjadi cara TAZA untuk membawa cerita dari koleksi 26° Rhapsody keluar dari pakaian.
“Summer Marché Vol.II kemudian menjadi cara kami membawa cerita tersebut keluar dari pakaian dan menghidupkannya melalui ruang, rasa, kolaborasi, aktivitas, serta pertemuan.”
Sementara itu, Afina Maharani, Co-Founder TAZA, berharap pengalaman tersebut dapat dinikmati setiap pengunjung dengan caranya masing-masing.
“Kami berharap setiap orang yang datang bisa menikmati waktunya dengan cara mereka sendiri.”
Afina menjelaskan, pengunjung bisa datang untuk melihat koleksi, mencoba menu kolaborasi, mengikuti aktivitas, atau sekadar menghabiskan waktu bersama orang terdekat.
“Karena bagi kami, TAZA bukan hanya tentang apa yang dikenakan, tetapi juga tentang kebersamaan dan hubungan yang tumbuh di sekitarnya.”
Melalui 26° Rhapsody, TAZA pun menutup perjalanan musim panasnya dengan membawa fashion ke dalam pengalaman yang lebih luas. Tidak hanya tentang pakaian, tetapi juga tentang proses, ruang untuk bertumbuh, serta kebersamaan.





-4EAmVW9DVyv9QOvTnGKylis5uNwPWadR.png)















