Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Wastra Nusantara hingga Beragam Produk Koperasi dalam "Merdeka Berkarya, Bangga Lokal"

4 min read
Wastra Nusantara hingga Beragam Produk Koperasi dalam "Merdeka Berkarya, Bangga Lokal"
Popmama.com/Onic Metheany
  • Pendopo dan Kemenkop berkolaborasi menghadirkan produk koperasi terkurasi dengan fokus pada akses pasar, daya saing, dan pendampingan bisnis.

  • Lebih dari 50 koperasi mengikuti seleksi, lalu 14 koperasi terpilih mendapat pembinaan intensif selama kurang lebih empat bulan.

  • Acara menghadirkan workshop produk lokal, sementara perajin didorong memanfaatkan bahan alami, membaca tren pasar, dan membuka peluang kolaborasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendukung karya lokal tidak hanya sebatas membeli produk buatan dalam negeri, tetapi juga memberikan ruang bagi para perajin dan pelaku usaha untuk terus tumbuh serta berdaya.

Pendopo merek usaha Kawan Lama Group yang berada di bawah naungan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop) menghadirkan program “Dari Pendopo untuk Indonesia: Merdeka Berkarya, Bangga Lokal” di Main Atrium, Living World Kota Wisata, pada 16-18 Oktober 2026.

Berikut Popmama.com ulas informasi menarik mengenai kisah di balik penguatan koperasi, keseruan acara, hingga perjuangan para perajin lokal yang menginspirasi.

  1. 1. Kolaborasi nyata Pendopo dan Kemenkop untuk mendorong koperasi naik kelas

    Popmama.com/Onic Metheany
    Popmama.com/Onic Metheany

    Pendopo bergandengan tangan dengan Kementerian Koperasi RI untuk menghadirkan produk koperasi terkurasi. Kolaborasi ini berfokus pada perluasan akses pasar, peningkatan daya saing, hingga pendampingan bisnis.

    Ni Luh Putu Laura Sarassita, Head of Pendopo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan mendekatkan masyarakat dengan para pelaku usaha lokal.

    Di sisi lain, Destry Anna Sari selaku Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, menekankan pentingnya sinergi untuk ekosistem yang berkelanjutan.

    "Penguatan mitra koperasi Indonesia membutuhkan kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga pada perluasan akses pasar dan penguatan daya saing. Kolaborasi seperti ini menjadi penting untuk mendorong mitra koperasi agar terus berkembang," tegas Destry Anna Sari.

  2. 2. Kurasi ketat dan mentoring bisnis selama empat bulan

    Popmama.com/Onic Metheany
    Popmama.com/Onic Metheany

    Proses seleksi produk tidak dilakukan secara instan. Melalui program open call yang diikuti oleh lebih dari 50 koperasi, Pendopo dan Kemenkop mengkurasi hingga terpilih 14 koperasi terbaik untuk unjuk gigi di pusat perbelanjaan modern.

    Selama kurang lebih empat bulan, para pelaku usaha mendapatkan pembinaan intensif.

    Ni Luh Putu Laura Sarassita menyampaikan bahwa mendukung koperasi bukan hanya soal menyediakan tempat jualan, melainkan juga membangun hubungan yang dekat dengan konsumen.

    "Bagi Pendopo, mendukung Koperasi bukan hanya tentang menghadirkan ruang pemasaran, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat antara masyarakat dengan para pelaku usaha dan karya yang mereka hasilkan," ujarnya. Mentoring ini juga mencakup perhitungan margin dasar, biaya logistik, hingga konsolidasi izin BPOM dan legalitas usaha.

  3. 3. Ragam aktivitas interaktif dan edukatif sepanjang gelaran event

    Popmama.com/Onic Metheany
    Popmama.com/Onic Metheany

    Program "Merdeka Berkarya, Bangga Lokal" menghadirkan rangkaian aktivitas interaktif selama tiga hari berturut-turut pada 16–18 Oktober 2026.

    Pengunjung diajak mengeksplorasi perpaduan kuliner, kerajinan, budaya, serta kebugaran secara langsung melalui workshop menarik yang mengenalkan produk lokal secara menyenangkan.

    Keseruan acara diawali pada 16 Oktober dengan workshop Seni Meracik Teh menggunakan produk matcha jenama lokal, disusul Workshop Membuat Sabun pada 17 Oktober.

    Puncaknya pada 18 Oktober, digelar Pound Fit Berkain dan meracik sabun alami yang memadukan kebugaran, pemanfaatan wastra Nusantara, serta bahan alami.

  4. 4. Pemberdayaan ekonomi keluarga dan pemanfaatan bahan alami tanpa sisa

    Popmama.com/Onic Metheany
    Popmama.com/Onic Metheany

    Di balik indahnya produk kerajinan lokal, ada cerita kehangatan dan perjuangan ekonomi keluarga. Salah satunya datang dari Risma Sitorus, perajin yang telah memulai usaha koperasinya sejak tahun 2012. Usahanya lahir dari niat tulus merangkul para orang tua murid yang mengalami kesulitan ekonomi dan PHK agar tetap memiliki penghasilan.

    Risma merangkul ibu-ibu dan orang tua murid untuk mengolah bahan alami seperti kayu jati, bambu, rotan, hingga tanaman Sacca Inci secara efisien tanpa sisa.

    Daun Sacca Inci diolah menjadi teh, bijinya menjadi minyak dan kacang goreng, sementara kayunya dibuat kerajinan tangan handmade.

    "Dari satu pohon Sacca Inci, kita bisa membuat minyak. Daunnya bisa diolah menjadi teh, sedangkan kacangnya bisa dijadikan kacang goreng. Jadi, semua bagian dari pohon ini bisa dimanfaatkan," jelas Risma mengenai prinsip zero waste pada produk koperasinya.

  5. 5. Membuka diri terhadap tren pasar dan peluang kolaborasi

    Merdeka berkarya
    Popmama.com/Onic Metheany

    Kunci keberhasilan produk lokal agar dapat bertahan di pasar adalah kerendahan hati untuk terus belajar dan beradaptasi.

    Para perajin tidak hanya mengandalkan idealisme pribadi, tetapi juga aktif melakukan riset pasar dan menjalin kolaborasi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini.

    Risma mengungkapkan pentingnya mendengarkan masukan dari orang-orang yang lebih berpengalaman di industri kreatif.

    "Kami mencari tahu apa yang sedang tren. Dulu, saya berpikir bahwa apa yang kami buat sudah bagus menurut kami sendiri. Namun, ternyata kami perlu berdiskusi dengan orang-orang yang lebih memahami bidang ini. Kami harus membuka diri dan bersedia berkolaborasi," ungkap Risma.

    Melalui sinergi bersama Kementerian Koperasi, Pendopo berharap program "Merdeka Berkarya, Bangga Lokal" dapat menjadi momentum berharga untuk mempererat hubungan antara para pelaku koperasi dan masyarakat luas.

    Dengan memberikan visibilitas produk yang lebih tinggi, perluasan akses pasar, serta penguatan apresiasi terhadap karya anak bangsa, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri ini diharapkan mampu membangun ekosistem koperasi Indonesia yang semakin berdaya saing, berkelanjutan, dan menjadi pilihan utama konsumen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More