Telur rebus menjadi salah satu makanan yang terkenal praktis, mudah diolah, dan kaya akan kandungan nutrisi.
Benarkah Telur Rebus Bikin Bisulan? Ini Fakta Sebenarnya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan telur rebus tidak menyebabkan bisul; bisul dipicu infeksi bakteri kulit, sementara gatal setelah makan telur bisa terkait alergi.
Kuning telur tidak harus dihindari oleh orang sehat karena tetap dapat dikonsumsi dalam jumlah seimbang dan mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.
Telur menyediakan sekitar 7 gram protein dan 70 kalori per butir, mendukung pertumbuhan anak, perkembangan otak, serta pemenuhan gizi untuk pencegahan stunting.
Tidak heran jika telur sering menjadi pilihan menu sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Namun, di balik manfaatnya, telur rebus masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan seputar kesehatan.
Salah satu yang paling populer adalah klaim bahwa makan telur dapat menyebabkan bisulan.
Cek fakta mengenai anggapan telur bikin bisulan melalui penjelasan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam akun Instagram @bgsadikin, yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.
Yuk, disimak!
Table of Content
1. Telur rebus tidak menyebabkan bisul, tetapi bisa memicu alergi pada sebagian orang

Pexels.com/Antoni Shkraba Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI, menyampaikan bahwa mengonsumsi telur rebus tidak menyebabkan bisul. Pasalnya, bisul terjadi akibat infeksi bakteri pada kulit, bukan karena konsumsi telur.
Jika setelah makan telur seseorang mengalami gatal-gatal atau reaksi tertentu, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan alergi telur, bukan tanda munculnya bisul.
Alergi makanan dapat menimbulkan respons berbeda pada setiap orang, sehingga perlu diperhatikan jika muncul gejala setelah mengonsumsi telur.
2. Kuning telur tidak selalu buruk untuk kesehatan jantung

Pexels.com/Sóc Năng Động Ada anggapan bahwa orang sehat sebaiknya menghindari kuning telur karena mengandung kolesterol tinggi. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Dalam jumlah yang cukup dan seimbang, telur tetap bisa dikonsumsi setiap hari, termasuk bagian kuningnya. Kandungan nutrisi dalam kuning telur justru memberikan manfaat penting bagi tubuh.
3. Telur menjadi sumber protein lengkap yang mendukung tumbuh kembang anak

Pexels.com/Ar kay Telur termasuk salah satu sumber protein hewani yang lengkap karena mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Satu butir telur mengandung sekitar 7 gram protein dan 70 kalori.
Protein dalam telur berperan penting untuk mendukung pertumbuhan anak, terutama pada usia di bawah dua tahun ketika perkembangan otak berlangsung pesat.
Konsumsi telur sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan mendukung pencegahan stunting.
Jadi, tidak perlu khawatir apakah telur rebus bikin bisulan, karena akan tetap aman selama masih dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dan sesuai kebutuhan.
Alih-alih menyebabkan bisul, telur justru dapat menjadi salah satu pilihan makanan bergizi untuk mendukung kesehatan keluarga.






















