Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Sulit Ditebak, 5 MBTI yang Paling Jago Menutupi Perasaan

4 min read
Sulit Ditebak, 5 MBTI yang Paling Jago Menutupi Perasaan
Pexels/Liza Summer
  • Artikel menyoroti INFJ, INTJ, ISTJ, INTP, dan ISFJ sebagai tipe MBTI yang cenderung memproses serta menyimpan emosi secara pribadi.

  • INFJ membutuhkan rasa aman untuk terbuka, sementara INTJ, ISTJ, dan INTP lebih memilih logika, tanggung jawab, atau analisis sebelum mengungkapkan perasaan.

  • ISFJ kerap mengutamakan kenyamanan orang lain hingga mengesampingkan emosinya; artikel menegaskan MBTI bukan patokan mutlak untuk menilai perasaan setiap individu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan perasaannya kepada orang lain. Ada yang mudah mengungkapkan apa yang sedang dirasakan, tetapi ada juga yang lebih memilih menyimpan emosi dan menghadapi masalahnya sendiri tanpa banyak bercerita.

Dalam pembahasan kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator), beberapa tipe dikenal memiliki kecenderungan untuk memproses emosi secara pribadi. Mereka mungkin terlihat tenang dan mampu mengendalikan diri di hadapan orang lain, meskipun sebenarnya sedang memikirkan banyak hal atau menyimpan perasaan tertentu.

Meski begitu, kebiasaan menutupi perasaan tidak selalu berarti seseorang tidak ingin terbuka. Ada yang membutuhkan waktu untuk memahami emosinya, ada pula yang lebih nyaman menjaga privasi daripada menceritakan masalah pribadi.

Dalam artikel ini, Popmama.com telah merangkum beberapa MBTI yang paling jago menutupi perasaan. Yuk, disimak!

  1. Deretan MBTI yang Paling Jago Menutupi Perasaan

  2. 1. INFJ, sosok yang menyimpan perasaan di balik sikap tenang

    INFJ, sosok yang menyimpan perasaan di balik sikap tenang
    Pexels/Vitaly Gariev

    INFJ atau The Advocate dikenal sebagai tipe kepribadian yang memiliki kedalaman emosi, tetapi tidak selalu mudah menunjukkannya kepada orang lain. Mereka cenderung memproses perasaan secara pribadi sebelum memutuskan apakah ingin menceritakannya kepada seseorang.

    Salah satu alasan INFJ menutupi perasaannya adalah kekhawatiran dianggap terlalu sensitif atau sulit dipahami. Mereka mungkin memilih terlihat baik-baik saja meskipun sedang menghadapi masalah yang cukup menguras pikiran dan emosi.

    Dalam hubungan dengan orang lain, INFJ bisa menjadi sosok yang perhatian dan peka terhadap perasaan di sekitarnya. Namun, ketika menyangkut dirinya sendiri, mereka belum tentu mudah terbuka.

    Mereka biasanya membutuhkan rasa aman dan kepercayaan sebelum membagikan perasaan yang selama ini disimpan.

  3. 2. INTJ, lebih memilih logika daripada mengungkapkan emosi

    INTJ, lebih memilih logika daripada mengungkapkan emosi
    Pexels/Engin Akyurt

    INTJ atau The Architect cenderung mengandalkan logika dan pemikiran strategis ketika menghadapi berbagai situasi. Mereka lebih nyaman mencari solusi berdasarkan fakta daripada langsung mengungkapkan perasaan yang sedang dialami.

    Kecenderungan tersebut membuat INTJ terkadang terlihat dingin atau sulit ditebak oleh orang lain. Ketika sedang sedih, kecewa, atau menghadapi persoalan pribadi, mereka mungkin memilih memikirkan masalahnya sendiri tanpa menunjukkan perubahan emosi secara berlebihan.

    Meski begitu, bukan berarti INTJ tidak memiliki perasaan yang mendalam. Mereka hanya bisa memiliki cara berbeda dalam mengekspresikannya. Bagi sebagian INTJ, memahami apa yang dirasakan dan menemukan solusi terlebih dahulu terasa lebih nyaman daripada menceritakan emosinya kepada orang lain.

  4. 3. ISTJ, tetap terlihat tenang meski sedang banyak pikiran

    ISTJ, tetap terlihat tenang meski sedang banyak pikiran
    Pexels/Alex Green

    ISTJ atau The Logistician dikenal sebagai tipe kepribadian yang mengutamakan tanggung jawab, keteraturan, dan komitmen. Mereka cenderung berusaha menyelesaikan tugas yang menjadi kewajibannya, termasuk ketika sedang menghadapi persoalan pribadi.

    Dalam kondisi tertentu, ISTJ mungkin memilih menahan emosi agar tetap bisa fokus pada pekerjaan atau tanggung jawab yang perlu diselesaikan. Mereka tidak selalu merasa perlu membicarakan perasaan ketika sedang menghadapi masalah, terutama jika merasa masih mampu mengatasinya sendiri.

    Kebiasaan tersebut bisa membuat ISTJ terlihat kuat dan selalu terkendali di mata orang lain. Padahal, mereka juga dapat mengalami kesedihan, kecemasan, atau kekecewaan seperti orang lain.

  5. 4. INTP, memilih menganalisis perasaan sendiri

    INTP, memilih menganalisis perasaan sendiri
    Pexels/Yan Krukau

    INTP atau The Logician merupakan tipe kepribadian yang cenderung menyukai pemikiran analitis dan eksplorasi ide.

    Ketika menghadapi situasi yang memicu emosi, mereka mungkin lebih memilih memahami penyebab dan mencari penjelasan secara rasional sebelum membicarakannya dengan orang lain.

    Alih-alih langsung mengungkapkan rasa kecewa atau sedih, INTP bisa menghabiskan waktu untuk memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka mungkin mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan mencoba memahami situasi dari sudut pandang yang berbeda sebelum memutuskan bagaimana harus bersikap.

    Akibatnya, orang lain terkadang kesulitan mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh INTP. Mereka bisa terlihat biasa saja ketika sebenarnya sedang memikirkan sesuatu yang cukup serius.

  6. 5. ISFJ, mendahulukan perasaan orang lain

    ISFJ, mendahulukan perasaan orang lain
    Pexels/Liza Summer

    ISFJ atau The Defender dikenal sebagai tipe kepribadian yang penuh perhatian dan cenderung peduli terhadap kebutuhan orang-orang di sekitarnya. Mereka sering berusaha menjaga kenyamanan orang lain dan memastikan orang terdekatnya merasa diperhatikan.

    Namun, kecenderungan tersebut terkadang membuat ISFJ mengesampingkan perasaannya sendiri. Ketika sedang kecewa atau terluka, mereka mungkin memilih diam karena tidak ingin membebani orang lain atau menimbulkan konflik dalam hubungan.

    Di balik sikapnya yang perhatian, ISFJ juga membutuhkan ruang untuk didengarkan dan dipahami. Mereka mungkin tidak langsung menceritakan masalah yang dihadapi, tetapi bisa lebih terbuka ketika merasa diterima tanpa dihakimi.

    Itu dia 5 MBTI yang paling jago menutupi perasaan. Setiap tipe kepribadian memiliki cara tersendiri dalam memahami dan mengekspresikan emosi, sehingga seseorang yang terlihat tenang belum tentu tidak sedang menghadapi masalah.

    Meski begitu, MBTI bukan patokan mutlak untuk menilai perasaan seseorang karena setiap individu memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More