Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

21 Persen Kasus Maag dan GERD Naik di Awal Ramadan, Ini Tips Sehatnya!

21 Persen Kasus Maag dan GERD Naik di Awal Ramadan, Ini Tips Sehatnya!.jpg
Dok. Halodoc
Intinya sih...
  • Kasus maag dan GERD naik 21% di minggu pertama Ramadan
  • Vertigo juga meningkat dua kali lipat pada minggu pertama puasa
  • Tips sehat: atur pola tidur, jaga asupan cairan, kelola pola makan, dan cegah stres
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang Ramadan, Mama biasanya sudah sibuk menyiapkan menu sahur dan buka puasa, hingga memikirkan baju lebaran supaya tampil menawan saat bertemu saudara. Kesibukan ini memang seru, tapi sering membuat kesehatan jadi terlupakan.

Padahal, menjaga kondisi fisik dan mental sama pentingnya dengan menyiapkan hidangan di meja makan. Tubuh yang fit akan membuat ibadah puasa lebih lancar, energi tetap terjaga, dan Mama bisa tetap ceria menemani keluarga sepanjang Ramadan. 

Halodoc merilis laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 bertajuk “Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Sepanjang Ramadan hingga Perayaan Idulfitri” melalui acara Health Talk by Halodoc yang digelar di GIOI Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (21/1/2026). 

Berikut Popmama.com rangkum ulasan datanya agar Mama bisa lebih siaga menjaga kesehatan keluarga di rumah selama bulan Ramadan.

Table of Content

Waspada Lonjakan Kasus Maag dan GERD di Minggu Pertama

Waspada Lonjakan Kasus Maag dan GERD di Minggu Pertama

21 Persen Kasus Maag dan GERD Naik di Awal Ramadan, Ini Tips Sehatnya! (4).jpg
Freepik/jcomp

Data menunjukkan bahwa keluhan maag dan GERD mengalami kenaikan sebesar 21% tepat di minggu pertama Ramadan. Menariknya, puncak keluhan ini secara konsisten terjadi pada hari ketiga puasa selama dua tahun terakhir. 

“Jadi kalau kita lihat di Ramadan Insights kita, memang ternyata peningkatannya itu cukup besar, jadi ada 21% peningkatan dan memang ini terjadi yang langsung di minggu pertama. Interestingly memang puncaknya itu adalah di hari ketiga Ramadan. Ini terjadi kalau kita lihat 2 tahun terakhir, itu sama,” ujar Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc. 

Mengapa hal ini bisa terjadi? dr. Irwan Heriyanto selaku Board of Medical Excellence Halodoc menjelaskan bahwa pada awal Ramadan, tubuh masih berada dalam fase adaptasi terhadap perubahan pola makan dan jam tidur yang cukup drastis. Kondisi ini membuat sistem pencernaan belum bekerja secara optimal.

Perubahan kebiasaan makan, dari yang semula teratur menjadi hanya saat sahur dan berbuka, turut memengaruhi produksi asam lambung. Jika tidak disiasati dengan baik, kondisi ini dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung, terutama bagi Mama yang memiliki riwayat maag.

Maag dan Vertigo Sering Datang Bersamaan

21 Persen Kasus Maag dan GERD Naik di Awal Ramadan, Ini Tips Sehatnya! (2).jpg
Freepik/KamranAydinov

Selain masalah lambung, Mama juga perlu mewaspadai keluhan vertigo yang meningkat hingga dua kali lipat di minggu pertama. Ternyata, sebanyak 68% pasien mengalami gejala maag dan vertigo secara bersamaan. 

Kondisi vertigo ini diperparah oleh kurangnya waktu tidur karena rutinitas ibadah dan persiapan sahur yang membuat waktu istirahat terpotong-potong. 

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi minuman diuretik seperti kopi dan teh saat sahur dapat memicu tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan, sehingga risiko dehidrasi meningkat. 

“Karena kebiasaan minum kopi, kafeinnya itu jadi memang ada pengaruh dehidrasi dan juga perubahan kurang tidur itu yang bikin vertigo,” ungkap dr. Irwan Heriyanto. 

Tips Sehat agar Keluarga Tetap Fit Selama Puasa

21 Persen Kasus Maag dan GERD Naik di Awal Ramadan, Ini Tips Sehatnya! (3).jpg
Freepik/pressphoto

1. Siapkan mental

Mengatur ekspektasi dan mental sangat penting agar tubuh tidak merasa tertekan atau stres saat menghadapi perubahan pola hidup. 

“Sebenarnya yang pertama kali memang yang harus kita siapkan adalah mentalnya dulu. Kadang-kadang kita gak siap mental puasa. Nah, itu juga kalau misalnya mentalnya gak siap, kadang-kadang timbul sebuah kepanikan, ibaratnya malah stres,” kata dr Irwan Heriyanto.

2. Atur pola tidur

Usahakan untuk tidur lebih awal setelah salat Tarawih (misalnya jam 10 malam) agar durasi istirahat tetap tercukupi meskipun harus bangun dini hari untuk sahur. 

“Makanya betul-betul disitu lebih bijak lagi untuk mengatur pola tidur. Jangan bulan puasa tidurnya malem, sementara jam 2, jam 3 udah bangun lagi. Jadi kurang tidurnya itu, kalau bisa jam 10 udah lah tidur,” pungkasnya. 

3. Jaga asupan cairan

Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi saat sahur dan berbuka. Dehidrasi tidak hanya memicu pusing, tapi juga membuat kulit kering dan memicu jerawat karena produksi minyak berlebih. 

Biasakan minum sekitar ±2 liter air perhari dan perbanyak buah-buahan. Batasi minuman berkafein dan hindari minuman manis yang bersoda. 

4. Kelola pola makan

Konsumsi makanan secara perlahan dalam porsi kecil dan bertahap, dimulai dengan kurma dan air, lalu dilanjutkan ke makanan utama. Hindari makan berlebihan saat sahur maupun berbuka untuk mencegah lonjakan asam lambung. 

Pilih makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan serat, serta hindari makanan berminyak, pedas, berlemak tinggi, cokelat, kafein, dan minuman berkarbonasi.

5. Cegah stres

Perbanyak rasa syukur selama Ramadan agar hati lebih tenang dan pikiran tetap positif. Mensyukuri hal-hal sederhana dapat membantu Mama mengurangi rasa tertekan di tengah aktivitas yang padat.

Selain itu, luangkan waktu untuk relaksasi dengan meditasi, yoga ringan, atau latihan pernapasan dalam. Cara sederhana ini efektif membantu menjaga ketenangan pikiran dan mencegah stres selama puasa.

Nah, itulah beberapa hal penting yang perlu Mama perhatikan agar kesehatan tetap terjaga selama Ramadan. 

Yuk, mulai terapkan kebiasaan sehat dari sekarang agar Mama dan keluarga bisa menjalani puasa dengan lebih nyaman, penuh energi, dan tetap ceria hingga Hari Raya tiba!

FAQ tentang Penyakit Maag dan GERD

Apa yang harus dilakukan saat sakit maag?

Segera duduk tegak atau berdiri, minum air putih hangat/jahe, hindari makanan pemicu (pedas, asam, berlemak), dan kelola stres.

Nyeri GERD seperti apa?

Nyeri dada terbakar yang dimulai dari belakang tulang dada dan bergerak ke atas ke leher dan tenggorokan.

Apakah maag bisa mengancam nyawa?

Maag yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti tukak lambung, pendarahan saluran pencernaan, dan gangguan cairan serta elektrolit yang berisiko mengancam nyawa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Mengobati Eksim Basah di Kaki agar Tidak Semakin Parah

25 Jan 2026, 09:10 WIBLife