15 Nama Makanan di Indonesia yang Ternyata Singkatan

Batagor (Bakso Tahu Goreng) diciptakan untuk meminimalisir sisa jualan bakso tahu kukus agar tidak terbuang sia-sia dengan cara digoreng.
Ketoprak (Ketupat Taoge Digeprak) identik sebagai kuliner khas Betawi, meski banyak juga yang meyakini asalnya dari Cirebon.
Cireng (Aci Digoreng) memiliki tekstur garing di bagian luar namun tetap sangat kenyal di bagian dalam.
Tahukah kamu bahwa banyak nama makanan populer ternyata merupakan sebuah singkatan? Seringkali kamu memesannya tanpa menyadari ada makna kreatif dan asal-usul yang unik di balik nama tersebut.
Sebagian besar singkatan ini berasal dari bahasa daerah yang mendeskripsikan bahan atau cara masaknya, seperti deretan jajanan berbahan "aci" yang sangat melegenda.
Penasaran apa saja kepanjangannya? Yuk, simak rangkuman Popmama.com tentang 15 nama makanan di Indonesia yang ternyata singkatan!
Table of Content
1. Batagor (Bakso Tahu Goreng)

Batagor merupakan singkatan dari Bakso Tahu Goreng, kuliner legendaris asal Bandung yang mulai populer sekitar tahun 1970-an.
Batagor ini diciptakan untuk meminimalisir sisa jualan bakso tahu kukus agar tidak terbuang sia-sia dengan cara digoreng. Secara teknis, Batagor terdiri dari adonan bakso ikan tenggiri yang dimasukkan ke dalam tahu atau kulit pangsit, kemudian digoreng.
2. Ketoprak (Ketupat Taoge Digeprak)

Ketoprak adalah singkatan dari Ketupat, Taoge, dan Digeprak. Istilah "digeprak" merujuk pada proses menghaluskan bawang putih dan cabai langsung di atas piring sebelum dicampur dengan bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis.
Makanan ini identik sebagai kuliner khas Betawi, meski banyak juga yang meyakini asalnya dari Cirebon. Seporsi ketoprak biasanya berisi irisan ketupat, tahu goreng, taoge, dan bihun, yang semuanya disiram saus kacang serta ditaburi kerupuk merah.
3. Cireng (Aci Digoreng)

Cireng merupakan kependekan dari Aci Digoreng. Dalam bahasa Sunda, "aci" merujuk pada tepung tapioka atau kanji, yang merupakan bahan utama pembuat gorengan kenyal ini yang telah eksis sejak era 1980-an di daerah Priangan.
Tekstur Cireng sangat khas, yaitu garing di bagian luar namun tetap sangat kenyal di bagian dalam. Saat ini, cireng telah bertransformasi menjadi berbagai varian modern, mulai dari cireng isi ayam pedas hingga cireng yang disajikan dengan kuah bumbu rujak.
4. Combro (Oncom di Jero)

Combro berasal dari kalimat bahasa Sunda Oncom di Jero, yang secara harfiah berarti "oncom di dalam". Penamaan ini sangat akurat karena mendeskripsikan struktur makanannya yang berupa parutan singkong dengan isian sambal oncom.
Combro biasanya memiliki rasa yang gurih dan sedikit pedas karena bumbu rempah pada oncomnya. Bentuknya yang lonjong mengenyangkan karena berbahan dasar singkong.
5. Misro (Amis di Jero)

Misro adalah singkatan dari Amis di Jero. Dalam bahasa Sunda, kata "amis" berarti manis, sehingga nama ini menggambarkan isian gula merah cair yang tersembunyi di dalam adonan singkong goreng.
Secara tampilan, Misro memiliki bahan dasar yang sama dengan combro, namun bentuknya cenderung bulat pipih. Kelezatannya terletak pada sensasi "ledakan" gula merah panas yang meleleh saat digigit.
6. Cilok (Aci Dicolok)

Cilok merupakan singkatan dari Aci Dicolok, yang merujuk pada cara makannya yang menggunakan lidi untuk menusuk atau "mencolok" butiran aci tersebut.
Jajanan ini sangat populer di kalangan anak sekolah karena harganya yang sangat terjangkau. Adonan Cilok biasanya berbentuk bulat menyerupai bakso namun dengan tekstur yang jauh lebih kenyal.
7. Cimol (Aci Digemol)

Cimol adalah akronim dari Aci Digemol. Kata "digemol" dalam bahasa Sunda berarti dibentuk bulat-bulat dengan menggunakan tangan.
Cimol memiliki karakteristik unik karena kopong atau kosong di bagian dalamnya setelah digoreng. Jajanan ini biasanya disajikan dengan berbagai macam bumbu bubuk perasa, seperti rasa balado, keju, atau bubuk cabai.
8. Perkedel (Persatuan Kentang dan Telur)

Meski sering dianggap singkatan dari Persatuan Kentang dan Telur, nama perkedel sebenarnya merupakan adaptasi dari bahasa Belanda, yaitu frikadel.
Perkedel dibuat dari kentang yang digoreng atau direbus terlebih dahulu, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bumbu serta telur sebagai pengikat.
9. Putu (Pencari Uang Tenaga Uap)

Kue Putu sering dikaitkan dengan singkatan Pencari Uang Tenaga Uap. Hal ini merujuk pada alat masaknya yang menggunakan uap panas yang keluar dari bambu, yang juga menghasilkan suara siulan khas yang menandakan keberadaan pedagangnya.
Kue Putu sendiri terbuat dari tepung beras butiran kasar yang diisi dengan gula jawa. Aromanya sangat harum karena menggunakan daun pandan dan biasanya disajikan hangat dengan taburan parutan kelapa segar di atasnya.
10. Colenak (Dicocol Enak)

Colenak adalah singkatan kreatif dari Dicocol Enak. Nama ini merujuk pada cara mengonsumsi tape singkong (peuyeum) bakar yang harus dicelupkan atau "dicocol" ke dalam saus gula merah cair sebelum dimakan.
Kudapan khas Bandung ini diciptakan oleh Aki Murdi pada tahun 1930-an. Saus cocolan Colenak biasanya dicampur dengan parutan kelapa (kinca), memberikan perpaduan rasa asam segar dari tape, manis legit dari gula, dan gurih dari kelapa.
11. Jasuke (Jagung Susu Keju)

Jasuke adalah singkatan yang sangat lugas dari tiga bahan utamanya yaitu Jagung, Susu, dan Keju. Makanan ini merupakan adaptasi modern dari camilan tradisional yang biasanya hanya berupa jagung rebus.
Dalam penyajiannya, jagung manis yang sudah dipipil dikukus hingga matang, lalu dicampur dengan mentega, susu kental manis, dan parutan keju yang melimpah.
12. Burjo (Bubur Kacang Hijau)

Burjo merupakan singkatan dari Bubur Kacang Hijau. Istilah ini sangat akrab di telinga mahasiswa, terutama di daerah Yogyakarta, di mana warung burjo (Warmindo) menjadi tempat makan andalan karena harganya yang ekonomis.
Bubur kacang hijau dibuat dengan merebus kacang hijau hingga lunak bersama jahe, gula merah, dan santan. Hidangan ini sering disajikan bersama ketan hitam dan roti tawar.
13. Basreng (Bakso Goreng)

Basreng adalah akronim dari Bakso Goreng. Berbeda dengan bakso goreng yang disajikan di restoran Tionghoa, basreng versi jajanan ini biasanya menggunakan bakso ikan yang diiris tipis-tipis lalu digoreng hingga kering.
Setelah digoreng, Basreng biasanya diberi bumbu bubuk pedas atau asin. Camilan ini sangat digemari karena teksturnya yang sangat renyah dan level pedasnya yang bisa disesuaikan dengan selera.
14. Mendoan (Mendo-mendo Dipangan)

Mendoan sering dianggap singkatan dari Mendo-mendo Dipangan (dimakan saat masih lembek). Dalam bahasa Banyumasan, "mendo" berarti setengah matang atau lembek, yang menjelaskan teknik memasak tempe ini yang tidak sampai kering.
Mendoan dimasak dengan mencelupkan irisan tempe tipis ke dalam adonan tepung terigu berbumbu daun bawang, lalu digoreng cepat dalam minyak panas. Hasilnya adalah tempe goreng yang empuk dan sangat lezat dinikmati dengan sambal kecap cabai rawit.
15. Cuanki (Cari Uang Jalan Kaki)

Cuanki sering disebut sebagai singkatan dari Cari Uang Jalan Kaki. Julukan ini muncul karena secara tradisional, pedagang cuanki menjajakan dagangannya dengan cara memikul tanggungan dan berjalan kaki menyusuri gang-gang pemukiman.
Isian Cuanki terdiri dari bakso, siomay goreng, tahu goreng, dan pangsit rebus yang disiram kuah kaldu bening yang sangat gurih. Berbeda dengan bakso malang, cuanki biasanya tidak menggunakan mi kuning atau bihun dalam sajian aslinya.
Nah, itulah deretan makanan populer yang ternyata punya kepanjangan nama yang unik dan kreatif ya, Ma.
Dari daftar di atas, singkatan makanan mana nih yang baru pertama kali kamu ketahui hari ini?
FAQ Seputar Nama Makanan di Indonesia yang Ternyata Singkatan
| Mengapa banyak makanan Indonesia menggunakan singkatan? | Alasannya sederhana. Lebih mudah diingat, terdengar unik, dan cepat populer. |
| Apakah semua makanan dengan awalan “ci-” pasti singkatan? | Tidak selalu. Namun, banyak jajanan khas Sunda menggunakan “aci” sebagai bahan utama, sehingga muncul variasi nama yang disingkat menjadi “ci-”. |
| Apakah tren makanan singkatan masih populer sampai sekarang? | Masih! Bahkan kini banyak inovasi nama makanan kekinian yang mengikuti pola serupa agar terdengar catchy dan mudah viral di media sosial. |


















