Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

6 Perbedaan Shrimp, Lobster dan Prawn agar Mama Tidak Salah Beli

6 Perbedaan Shrimp, Lobster dan Prawn agar Mama Tidak Salah Beli
Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan bahwa shrimp, prawn, dan lobster sering disamakan sebagai “udang”, padahal ketiganya berasal dari keluarga berbeda dengan struktur tubuh dan karakteristik unik.
  • Perbedaan utama mencakup anatomi, jumlah kaki bercapit, cara berkembang biak, mekanisme pernapasan, hingga pola gerak serta aktivitas harian di habitat laut masing-masing.
  • Dari sisi kuliner, shrimp bertekstur lembut dan gurih ringan, prawn lebih manis dan padat, sedangkan lobster dikenal dengan daging tebal, kenyal, serta cita rasa mewah khas laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menyajikan menu seafood lezat di rumah pasti jadi momen favorit keluarga, tapi tak jarang Mama dibuat bingung saat melihat label shrimp, prawn, dan lobster di supermarket.

Meski di Indonesia ketiganya sering disamaratakan sebagai "udang", sebenarnya mereka berasal dari keluarga yang berbeda dengan karakteristik unik.

Agar bisa membedakan, berikut Popmama.com rangkum mengenai 6 perbedaan mendasar antara shrimp, prawn, dan lobster berikut ini! 

Table of Content

1. Struktur anatomi

1. Struktur anatomi

6 Perbedaan Shrimp, Lobster dan Prawn agar Mama Tidak Salah Beli (1).jpg
winedharma

Shrimp memiliki ciri khas pada segmen perutnya. Segmen kedua dari cangkang mereka menutupi segmen pertama dan ketiga, yang membuat shrimp memiliki kemampuan untuk menekuk tubuhnya dengan sangat tajam atau melengkung sempurna.

Berbeda dengan shrimp, prawn memiliki susunan cangkang yang saling tumpang tindih secara berurutan dari depan ke belakang (seperti genteng rumah). Hal ini membuat tubuh prawn tidak bisa melengkung seekstrem shrimp dan cenderung terlihat lebih lurus atau kaku saat mentah.

Sementara itu, lobster memiliki anatomi yang jauh lebih kompleks dan besar. Tubuhnya terbagi menjadi bagian kepala yang menyatu dengan dada (sefalotoraks) dan ekor yang berotot. Cangkangnya sangat tebal dan tidak fleksibel, berfungsi sebagai pelindung utama dari predator di dasar laut.

2. Jumlah kaki dan ukuran capit

6 Perbedaan Shrimp, Lobster dan Prawn agar Mama Tidak Salah Beli (2).jpg
mysasu

Jika Mama perhatikan lebih dekat, shrimp hanya memiliki satu pasang kaki yang memiliki capit kecil di ujungnya. Kaki-kaki lainnya lebih berfungsi sebagai alat bantu untuk berenang dengan cepat di dalam air.

Prawn memiliki "persenjataan" yang sedikit lebih banyak, yaitu tiga pasang kaki yang menyerupai capit. Uniknya, pada banyak jenis prawn, pasangan kaki kedua biasanya berukuran lebih panjang dan lebih kuat dibandingkan pasangan kaki lainnya.

Lobster adalah yang paling menonjol dalam kategori ini karena memiliki sepasang capit utama yang sangat besar (sering disebut claws). Capit ini sangat kuat dan digunakan untuk menjepit mangsa atau mempertahankan diri, sementara sisa kakinya digunakan untuk berjalan.

3. Cara berkembang biak

6 Perbedaan Shrimp, Lobster dan Prawn agar Mama Tidak Salah Beli (3).jpg
shrimpscience

Banyak spesies shrimp membawa telur di bawah perutnya hingga menetas, sehingga telur tetap terlindungi.

Prawn juga umumnya menempelkan telur di bagian bawah tubuhnya sampai menetas, meskipun lama pengeramannya bisa berbeda antar spesies.

Lobster betina bahkan bisa membawa ribuan telur di bawah ekornya selama berbulan-bulan sebelum akhirnya menetas.

4. Mekanisme pernapasan

6 Perbedaan Shrimp, Lobster dan Prawn agar Mama Tidak Salah Beli (4).jpg
iotinsider

Meski sama-sama bernapas di dalam air, struktur insang ketiganya berbeda lho, Ma. Shrimp memiliki insang yang berbentuk seperti plat tipis yang bertumpuk atau sering disebut dengan lamellar gills.

Prawn memiliki struktur insang yang lebih bercabang-cabang seperti ranting pohon, yang disebut dengan branching gills. Perbedaan struktur ini sangat teknis, namun menjadi pembeda utama yang digunakan para ilmuwan untuk mengklasifikasikan mereka.

Sedangkan lobster memiliki insang yang jauh lebih besar dan kompleks yang terletak di bawah cangkang bagian dadanya. Karena ukuran tubuh lobster yang besar, insang mereka didesain untuk menyerap oksigen lebih banyak guna mendukung aktivitas fisiknya yang berat.

5. Cara bergerak dan aktivitas harian

6 Perbedaan Shrimp, Lobster dan Prawn agar Mama Tidak Salah Beli (5).jpg
thoughtco

Shrimp dan prawn adalah perenang yang sangat aktif. Mereka menggunakan kaki renangnya untuk meluncur di dalam air. Jika merasa terancam, mereka bisa melesat ke belakang dengan cepat menggunakan sentakan ekornya.

Lobster tidak didesain untuk berenang jarak jauh. Mereka adalah hewan bentik atau penghuni dasar, yang lebih sering terlihat merayap atau berjalan di atas pasir dan bebatuan menggunakan kaki jalannya yang kuat.

Aktivitas mereka juga berbeda, lobster cenderung bersifat nokturnal atau lebih aktif mencari makan di malam hari. Sementara banyak jenis shrimp dan prawn yang tetap aktif bergerak sepanjang siang dan malam tergantung pada ketersediaan makanan di kolom air.

6. Profil rasa dan tekstur daging

6 Perbedaan Shrimp, Lobster dan Prawn agar Mama Tidak Salah Beli (6).jpg
allfreshseafood

Terakhir, perbedaan yang paling penting buat masakan Mama! Shrimp cenderung memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan rasa gurih yang ringan, sehingga sangat cocok untuk masakan yang tidak membutuhkan waktu masak lama.

Prawn biasanya memiliki ukuran daging yang lebih berisi dan rasa yang sedikit lebih manis daripada shrimp. Karena teksturnya yang agak lebih padat, prawn sangat nikmat jika diolah dengan cara dibakar atau dipanggang dengan bumbu meresap.

Lobster adalah primadona dalam hal kemewahan rasa. Dagingnya sangat tebal, kenyal, dan memiliki rasa manis yang khas serta aroma laut yang kuat. Daging lobster paling banyak terdapat pada bagian ekor dan capitnya, yang sering kali menjadi bagian favorit di restoran mewah.

Nah, itu dia 6 perbedaan mendasar antara shrimp, prawn, dan lobster yang perlu Mama ketahui. 

Sekarang Mama tidak perlu bingung lagi membedakan ketiganya saat berbelanja di pasar atau memesan menu favorit di restoran seafood

FAQ Seputar Perbedaan Shrimp, Lobster dan Prawn

Kenapa di Indonesia semuanya disebut udang?

Karena dalam penggunaan umum, masyarakat Indonesia tidak membedakan klasifikasi ilmiah seafood kecil.

Apakah lobster termasuk udang juga?

Secara umum lobster masih satu kelompok besar dengan udang (krustasea), tetapi bukan jenis udang konsumsi biasa. Lobster punya tubuh jauh lebih besar, capit besar, dan hidup di dasar laut.

Mana yang paling mahal di antara ketiganya?

Biasanya lobster paling mahal karena ukurannya besar, dagingnya tebal, dan dianggap seafood premium.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More